Program Dairi Prima Angkat Nilai Kopi hingga Durian Dairi
Program agribisnis PT Dairi Prima Mineral di Dairi, Sumatra Utara, melatih petani kopi, kakao, dan durian untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas lokal.(DOK. DPM)
22:04
26 April 2026

Program Dairi Prima Angkat Nilai Kopi hingga Durian Dairi

— Perusahaan tambang multinasional PT Dairi Prima Mineral (DPM) mulai mendorong penguatan ekonomi lokal di Dairi, Sumatra Utara, melalui pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan daerah.

Program ini menyasar kopi, kakao, dan durian di kawasan Sidikalang—wilayah yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi robusta berkualitas. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan dan akses pasar.

Chief Legal & External DPM Radianto Arifin mengatakan, program ini dirancang dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Sekitar 47 orang telah penerima manfaat yang terdiri dari kelompok petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi akan menjadi bagian dari tahap awal implementasi,” kata Radianto dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).

Menurut dia, potensi Sidikalang tidak berhenti pada kopi. Kawasan tersebut juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sentra kakao dan durian, sehingga dapat memperkuat basis ekonomi masyarakat secara lebih beragam.

Program ini akan menjangkau desa-desa di sekitar area tambang dan wilayah potensial lainnya, dengan fokus pada peningkatan produktivitas melalui penerapan praktik perkebunan yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP).

Pendekatan ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas sekaligus volume produksi, sehingga komoditas lokal bisa lebih kompetitif di pasar.

Baca juga: Respons Cepat Dairi Prima Mineral Saat Banjir-Longsor Terjang Sumut dan Aceh

Diversifikasi jadi bantalan ekonomi

Selain meningkatkan produksi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani. Diversifikasi komoditas dinilai penting untuk mengurangi risiko ketika harga salah satu komoditas mengalami tekanan.

Di sisi hilir, DPM mendorong pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Proses pascapanen diperkuat, termasuk pengembangan produk turunan kopi, agar petani tidak hanya menjual bahan mentah.

Langkah ini sekaligus membuka peluang integrasi dengan rantai pasok nasional, sehingga akses pasar menjadi lebih luas dan stabil.

Radianto menyebut, program ini digarap bersama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas pertanian, penyuluh lapangan, pemerintah desa, hingga kelompok tani dan mitra ahli.

“Untuk memastikan hasil yang optimal, perusahaan juga menyediakan dukungan berupa sarana produksi, termasuk pupuk khusus dan vitamin tanaman,” ujarnya.

Target jangka pendek hingga transformasi ekonomi

Dalam jangka pendek, perusahaan menargetkan peningkatan kemandirian ekonomi peserta program, sekaligus memperkuat ketahanan rumah tangga petani.

Ke depan, DPM berharap program ini dapat mendorong lahirnya pelaku usaha agribisnis baru di tingkat lokal, bukan sekadar petani bahan baku.

Baca juga: Hilirisasi Kopi Berhasil, Mengapa Teh Tertinggal?

Sementara dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing wilayah dan memperkuat citra Dairi sebagai penghasil komoditas premium berbasis agribisnis.

“Hal ini juga membuktikan bahwa pertanian dan pertambangan bisa tumbuh berdampingan dan sama-sama memberikan manfaat ekonomi,” kata Radianto.

Ia menambahkan, penguatan sektor agribisnis ini juga menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sektor ekstraktif, sekaligus mendorong transformasi ekonomi regional yang lebih berkelanjutan.

Tag:  #program #dairi #prima #angkat #nilai #kopi #hingga #durian #dairi

KOMENTAR