SMGR Pangkas Batu Bara 467.000 Ton, Bahan Bakar Alternatif Melonjak 24 Persen
Ilustrasi pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Tuban, Jawa Timur.(Dok. SMGR)
22:36
27 April 2026

SMGR Pangkas Batu Bara 467.000 Ton, Bahan Bakar Alternatif Melonjak 24 Persen

– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat peningkatan signifikan dalam pemanfaatan bahan bakar alternatif sepanjang 2025, seiring upaya perusahaan memperkuat transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Bahan bakar alternatif yang digunakan berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Sepanjang tahun lalu, pemanfaatannya melonjak 24 persen menjadi 681.000 ton, setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467.000 ton.

Corporate Secretary SMGR, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan tersebut turut mendorong kenaikan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen.

Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terintegrasi dalam strategi bisnis.

“Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG (SMGR) membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja bisnis, bahkan memperkuat ketahanan operasional perusahaan,” ujar Vita lewat keterangan pers, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Semen Indonesia (SMGR) Incar Potensi 89 Persen Pasar Bahan Bangunan

Selain menekan emisi gas rumah kaca (GRK), pemanfaatan bahan bakar alternatif juga menjadi solusi atas persoalan limbah sekaligus membuka nilai ekonomi baru, termasuk bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan biomassa.

Di sisi lain, SMGR juga memperluas penggunaan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik.

Upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi GRK. Tercatat, emisi cakupan 1 turun 21 persen dibandingkan baseline 2010, sementara emisi cakupan 2 turun 15 persen dibandingkan baseline 2019.

Pada sektor pertambangan, perusahaan juga menjalankan praktik berkelanjutan melalui reklamasi lahan pascatambang. Hingga 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 628 hektare yang tersebar di berbagai wilayah operasional.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang diraih oleh sejumlah pabrik semen yang dioperasikan SMGR dan entitas anak.

Ke depan, SIG menegaskan akan terus mempercepat transformasi industri bahan bangunan melalui pendekatan yang lebih efisien, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Baca juga: Permintan Industri Lesu, Semen Indonesia (SMGR) Beberkan Strategi Dongkrak Penjualan

Tag:  #smgr #pangkas #batu #bara #467000 #bahan #bakar #alternatif #melonjak #persen

KOMENTAR