1 WNA di Jakarta Kontak Erat Hantavirus Bakal Jalani Isolasi Mandiri
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, saat ditemui di Kantor Bakom Pemerintah RI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
15:54
13 Mei 2026

1 WNA di Jakarta Kontak Erat Hantavirus Bakal Jalani Isolasi Mandiri

- Kementerian Kesehatan mengatakan seorang Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Jakarta Pusat bakal menjalani isolasi mandiri setelah teridentifikasi sebagai kontak erat penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terjangkit Hantavirus.

“Itu bisa dilakukan ya isolasi atau karantina secara mandiri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Warga Ketapang Kalbar Meninggal Usai Terjangkit Hantavirus, Penularan dari Hewan ke Manusia

Meski begitu, Kementerian Kesehatan masih memantau kondisi WNA tersebut yang saat ini berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.

“Sebenarnya kalau kita lihat bagaimana keadaan daripada apartemen dari KE (Kontak Erat) ini, dia itu berada pada level atau tingkat yang paling di atas tinggi,” jelas dia.

“Dan itu sangat memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri sebenarnya karena sudah sesuai dengan prosedur atau protokol panduan yang dikeluarkan oleh WHO,” tambah dia.

Baca juga: Kemenkes Identifiksi Satu WNA di Jakarta Kontak Erat Hantavirus, Apa Hasil PCR-nya?

Hasil tes PCR WNA

Sementara itu, Andi mengungkapan hasil PCR WNA itu menunjukkan negatif.

“Itu sudah diperiksa ya PCR-nya dan dinyatakan negatif,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengidentifikasi seorang Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Jakarta Pusat, telah berkontak erat dengan penumpang terjangkit Virus Hanta atau Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.

Pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB, Indonesia menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) yang menyatakan, seorang WNA laki-laki berusia 60 tahun berdomisili di Jakarta Pusat, berkontak erat dengan korban di kapal pesiar.

"Laki-laki ini adalah warga negara asing umur 60 tahun tinggal di Jakarta Pusat. Kemudian gejala tidak ada, tetapi komorbid hipertensi 10 tahun tidak terkontrol dan menggunakan vaping (rokok elektrik)," ujar Andi Saguni dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).

Andi mengatakan, pihaknya langsung menanggapi cepat laporan itu dengan mengambil spesimen dari serum, urine, saliva, usap tenggorok, whole blood (darah lengkap) WNA tersebut.

"Sekali lagi kabar baiknya dari orang asing ini bahwa hasil pemeriksaan PCR-nya itu negatif Hantavirus," ujar dia.

Andi melanjutkan, WNA tersebut sebelumnya melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Argentina pada 18 sampai 30 Maret.

Baca juga: Belajar dari Covid-19, Pengawasan Bandara Diperketat demi Cegah Penyebaran Hantavirus

Kemudian, pada 31 April, WNA itu berkontak erat saat ia tiba di Ushuaia Argentina, kota di mana kapal cruise Hondius tersebut melakukan perjalanan.

Setelah mengetahui itu, Kemenkes langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, pelacakan riwayat perjalanan hingga pemeriksaan kesehatan lanjutan untuk pencegahan.

"Kondisi pasien sehat dan tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, pengamatan terus dilakukan agar pasien bisa kembali ke kediamannya untuk pencegahan lebih lanjut," kata dia.

Kemenkes juga meminta Puskesmas Kecamatan Senen memantau secara berkelanjutan terkait pasien WNA yang berkontak erat tersebut sesuai arahan isolasi kontak erat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat secara reguler, walaupun saat ini pasien masih di RSPI Sulianti Saroso. Kami akan lakukan proses pemeriksaan laboratorium berulang setiap dua minggu," ujar dia.

Tag:  #jakarta #kontak #erat #hantavirus #bakal #jalani #isolasi #mandiri

KOMENTAR