Demo Besar di Argentina, 1,5 Juta Warga Protes Pemotongan Dana Pendidikan
- Aksi protes besar terjadi berbagai kota di Argentina, termasuk ibu kota Buenos Aires, Cordoba, Mendoza, dan Tucuman, pada Selasa (12/5/2026).
Para pengunjuk rasa memprotes pemotongan dana universitas oleh pemerintah Javier Milei.
Mereka menyerukan agar Milei menerapkan undang-undang pendanaan universitas yang menjadi inti dari kebuntuan politik yang berkepanjangan.
Di Buenos Aires, pawai tersebut mencapai puncaknya di Plaza de Mayo, tempat istana presiden berada dan meluas ke jalan-jalan sekitarnya.
Baca juga: Pengadilan Bangladesh Jatuhkan Vonis Mati kepada 2 Polisi yang Tembak Mahasiswa Saat Demo
Diikuti jutaan orang
Panitia memperkirakan, sekitar 600.000 mahasiswa, staf universitas, anggota serikat pekerja, dan pendukung oposisi menghadiri protes di ibu kota, dengan 1,5 juta orang berpartisipasi di seluruh negeri.
"Sangat jelas bahwa pemerintah ini bertekad untuk mengurangi pendanaan pendidikan publik," kata Sol Muniz, seorang mahasiswi hukum (24) di Universitas Buenos Aires yang ikut dalam demonstrasi tersebut, kepada Associated Press.
"Universitas adalah sumber kebanggaan bagi kami. Ini adalah hal terbaik yang kami miliki," sambungnya.
"Saya di sini untuk membela pendidikan publik," tutur Renata Lopez, seorang mahasiswi sastra berusia 18 tahun, kepada kantor berita AFP.
Ia memegang salinan novel Fahrenheit 451 karya Ray Bradbury, sebuah novel yang menggambarkan masyarakat distopia masa depan yang telah melarang buku.
"Novel ini mencerminkan realitas kita saat ini. Pengurangan anggaran pendidikan bukanlah sesuatu yang asing, bukan pula sebuah distopia. Ini adalah sesuatu yang sedang terjadi," tegasnya.
Baca juga: Trump Akui Kirim Senjata Saat Demo Iran, tapi Disabotase Kurdi
Drama pengesahan undang-undang dana kampus
Dikutip dari DW, Rabu (13/5/2026), Kongres menyetujui dua undang-undang, satu pada 2024 dan satu lagi pada 2025 untuk mendanai biaya operasional universitas negeri dan menaikkan gaji dosen, sejalan dengan inflasi yang tinggi.
Namun, Milei kemudian memveto undang-undang tersebut, dengan alasan bertentangan dengan kebijakan fiskal pemerintahannya.
Parlemen kemudian membatalkan veto Milei, tetapi pemerintahannya masih menolak untuk menerapkan undang-undang tersebut.
Dalam upaya untuk membatalkan undang-undang tersebut, pemerintahan Milei berpendapat, undang-undang itu gagal menentukan bagaimana negara akan menyediakan peningkatan pendanaan wajib di tengah masa penghematan fiskal yang ketat.
Kasus ini diperkirakan akan sampai ke Mahkamah Agung.
Milei secara rutin menyerang kampus-kampus universitas sebagai benteng indoktrinasi "woke".
Baca juga: Jutaan Warga AS Ikut Demo No Kings, Apa yang Perlu Diketahui?
Anggaran kampus negeri dipangkas
Presiden Argentina Javier Milei saat menghadiri pertemuan politik Atreju yang digelar oleh partai Fratelli d'Italia di Roma, 14 Desember 2024. Argentina Gunakan Gergaji Mesin untuk Efisiensi Anggaran
Anggaran universitas negeri telah dipangkas sebesar 40 persen sejak tahun 2023 ketika Milei berkuasa.
Menurut laporan dari Pusat Penelitian Sains, Teknologi, dan Inovasi Ibero-Amerika (CIICTI) yang berbasis di Argentina, angka tersebut turun dari sedikit di atas 0,7 persen dari PDB pada 2023, menjadi sedikit di atas 0,4 persen tahun ini.
Itu adalah level terendah sejak tahun 1989.
Menurut serikat dosen, gaji profesor universitas telah menurun sekitar 33 persen setelah memperhitungkan inflasi.
Baca juga: Demo No Kings Tuntut Kebijakan Trump Berujung Ricuh, Massa dan Aparat Bentrok
Rektor Universitas Buenos Aires, Ricardo Gelpi menyatakan, gaji yang rendah telah mendorong setidaknya 580 profesor riset di departemen teknik dan sains untuk meninggalkan sistem publik.
Mereka bahkan pindah ke universitas swasta atau pekerjaan lain yang bergaji lebih tinggi.
Diketahui, Argentina memiliki sekitar 60 universitas negeri yang telah bebas biaya kuliah sejak 1949.
Ketiadaan biaya kuliah ini berarti universitas bergantung pada pendanaan pemerintah, yang menyediakan sekitar 80-90 persen dari total pendapatan universitas.
"Universitas negeri di Argentina lebih dari sekadar lembaga pendidikan, mereka adalah simbol mobilitas sosial dan kebanggaan nasional," tutur profesor kebijakan pendidikan tinggi, Marcelo Rabossi dari Universitas Torcuato Di Tella di Buenos Aires.
Tag: #demo #besar #argentina #juta #warga #protes #pemotongan #dana #pendidikan