Mentan Amran: MBG Jangan Diganggu
Mentan Andi Amran Sulaiman diwawancarai wartawan terkait target implementasi B50 di Hotel Mercure Padang.(Dharma Harisa)
15:52
13 Mei 2026

Mentan Amran: MBG Jangan Diganggu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diganggu.

Amran mengatakan, MBG menjadi program pemerintah yang menyerap produk 160 juta petani tanah air.

“Jadi MBG ini jangan diganggu, ini adalah motor penggerak ekonomi di desa,” kata Amran usai acara Dialog Swasembada Pangan di Gudang Ramokalisari yang disewa Bulog di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Anggota BPK Haerul Saleh Wafat, Mentan Amran Kenang Sosoknya Sebagai Penjaga Integritas

Amran mengatakan, MBG bisa menjadi instrumen pemerintah dalam mengendalikan harga pangan.

Dalam kasus harga telur yang anjlok di tingkat kandang karena kelebihan pasokan misalnya, pemerintah menggunakan MBG sebagai instrumen stabilisasi harga.

Pihaknya meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk meningkatkan penggunaan telurnpada menu MBG dari satu kali menjadi dua kali dalam sepekan.

“Insya Allah satu mungkin satu minggu ke depan atau 5 hari 2 hari 3 hari langsung naik karena 60 juta orang konsumsi,” ujar Amran.

Menurut Amran, jika terdapat kesalahan dalam pelaksanaan program MBG bisa diperbaiki. Pun ketika terjadi korupsi pelakunya bisa ditangkap aparat penegak hukum.

“Itu komitmen Bapak Presiden,” ujar Amran.

Baca juga: Amran Kucurkan Rp 40 M untuk Pembibitan Kopi Aceh Usai Bencana 

Lebih lanjut, Amran mengeklaim program MBG sebenarnya tidak menguntungkan secara politik.

Sebab, program tersebut menyasar anak yang masih dalam kandungan sbsagai investasi jangka panjang.

“Anak-anak bergizi. Ini investasi jangka panjang. Kalau segi politik itu tidak menguntungkan,” kata Amran.

Menurur Amran, persoalan harga pangan di Indonesia kerap terjadi anomali.

Ketika stom beras melimpah misalnya, harga beras di suatu wilayah justru mengalami kenaikan.

Indonesia sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia juga pernah mengalami kelangkaan minyak goreng.

“Kita ekspor 32 juta ton. Lah kok di negeri sendiri naik. Enggak masuk akal kan?” ujar Amran.

Tag:  #mentan #amran #jangan #diganggu

KOMENTAR