Sukses Bersama Como 1907, Cesc Fabregas Tak Tutup Peluang Latih Real Madrid
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, dikabarkan tidak menutup peluang untuk menangani Real Madrid pada masa mendatang.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
15:37
13 Mei 2026

Sukses Bersama Como 1907, Cesc Fabregas Tak Tutup Peluang Latih Real Madrid

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, disebut tidak menutup peluang untuk melatih Liga Spanyol (LaLiga), Real Madrid, di masa depan.

Setelah berhasil membawa Como 1907 mencetak sejarah dengan mengamankan kualifikasi kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, Cesc Fabregas mulai dikaitkan dengan deretan klub raksasa Eropa.

Meski memiliki rekam jejak panjang bersama Barcelona, Cesc Fabregas dilaporkan mulai masuk dalam radar bursa manajer masa depan Real Madrid.

Keberhasilan Cesc Fabregas di kursi kepelatihan memang tergolong cepat namun impresif.

Walaupun ia merupakan produk asli akademi La Masia dan sempat membela tim senior Barcelona selama tiga musim, Fabregas menunjukkan sikap profesional dengan tidak menutup kemungkinan untuk menangani Los Blancos suatu saat nanti.

Baca juga: Cesc Fabregas Diminta Angkat Kaki dari Serie A, Dianggap Terlalu Jago

Hal ini menarik perhatian mengingat identitas kuatnya yang selama ini lebih lekat dengan kubu Catalan.

Fokus pada Proyek Como

Meski namanya mulai disebut-sebut oleh petinggi klub ibu kota Spanyol tersebut, Fabregas menegaskan bahwa saat ini prioritasnya masih tertuju pada proyek jangka panjang di Italia.

Ia juga mengakui telah menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pihak manajemen El Real, terutama dalam hal pengembangan talenta muda melalui perekrutan pemain dari akademi mereka.

“Saya adalah pemegang saham di klub (Como)," ujar Fabregas dalam wawancara bersama Cadena Cope dikutip dari Football Espana, Rabu (13/5/2026).

"Saya melihat sebuah proyek untuk memulai karier kepelatihan, saya memiliki kontrak dan saya sangat santai…"

"Saya berada di tempat yang membantu saya berkembang dan saya sangat bahagia. Saya adalah orang yang melakukan perekrutan pemain,” lanjutnya.

Baca juga: Chelsea Diingatkan soal Risiko Rekrut Cesc Fabregas Terlalu Dini

Ketertarikan klub-klub besar seperti Chelsea dan Real Madrid sebenarnya bukan tanpa alasan.

Para pemain Real Madrid bereaksi di akhir laga Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 24 April 2026.AFP/CRISTINA QUICLER Para pemain Real Madrid bereaksi di akhir laga Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 24 April 2026.

Karisma serta pemahaman taktiknya dinilai melampaui usianya yang masih hijau di dunia manajerial.

Cesc Fabregas sendiri tidak membatasi ambisinya ke depan, selama ia tetap memegang peran utama sebagai pelatih kepala.

“Saya tidak punya batasan yang mutlak. Satu batasan yang mutlak, dan saya sudah sangat jelas tentang ini sejak awal, adalah saya tidak ingin menjadi asisten… misalnya,” tegas Fabregas.

"Saya jelas ingin menjadi pelatih kepala. Hal lainnya (kemungkinan Real Madrid)? Saya bahkan belum memikirkannya atau mempertimbangkannya. Saya belum punya waktu untuk hal itu."

Filosofi Kepelatihan dan Manajemen Tim

Dalam wawancara tersebut, Fabregas juga membagikan pandangannya mengenai sosok manajer yang ia kagumi, seperti Luis Enrique dan Carlo Ancelotti.

Ia secara khusus menyoroti sisi humanis Ancelotti sebagai kualitas yang luar biasa.

Selain itu, ia juga dimintai pendapat mengenai dinamika ruang ganti, termasuk rumor gesekan antara Xabi Alonso dan Vinicius Junior yang sempat memanas.

Fabregas menekankan pentingnya kesatuan tim di atas kepentingan individu mana pun.

Baca juga: Diminati Chelsea, Cesc Fabregas Pilih Setia Bangun Proyek Como 1907 hingga 10 Tahun Lagi

“Apa yang terjadi dengan Xabi Alonso dan Vinicius… itu adalah momen di mana Anda harus siap untuk membuat keputusan yang baik, dan yang terpenting, apa yang membuat Anda menjadi pelatih yang lebih baik adalah Anda harus memikirkan tim terlebih dahulu."

"Tidak ada yang lebih baik dari tim, tidak ada yang lebih kuat dari tim, dan tidak ada yang lebih tinggi dari tim,” tutur Cesc Fabregas melanjutkan.

Bagi pelatih berusia 39 tahun itu, menjaga kelompok yang solid adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

“Jika Anda memiliki kelompok yang bersatu dan kuat, siapa pun yang ingin mengacaukan keadaan dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan."

"Anda akan mendapatkan rasa hormat dari kelompok tersebut dan Anda akan selalu berprestasi lebih baik dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Tag:  #sukses #bersama #como #1907 #cesc #fabregas #tutup #peluang #latih #real #madrid

KOMENTAR