Sering Scroll Medsos, Anak Bisa Susah Membaca? Ini Temuan Studi
Ilustrasi media sosial.(FREEPIK)
19:15
26 April 2026

Sering Scroll Medsos, Anak Bisa Susah Membaca? Ini Temuan Studi

- Kehadiran media sosial saat ini tak bisa dipisahkan dari keseharian anak-anak dan remaja di era digital.

Namun, sebuah riset terbaru membawa peringatan bagi para orangtua. Terlalu sering scrolling di media sosial ternyata bisa berdampak negatif pada kemampuan membaca dan kosa kata anak.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Research on Adolescence menemukan korelasi kuat antara intensitas penggunaan aplikasi media sosial dengan penurunan kemampuan literasi pada anak.

Penelitian yang memantau perkembangan remaja selama empat tahun tersebut menyoroti bagaimana kebiasaan mengonsumsi konten di layar gadget diam-diam "mengikis" kemampuan bahasa dasar generasi muda kita.

Baca juga: Inilah 8 Penyakit Mental Gen Z, Brain Fry hingga Imposter Syndrome

Sulit mengenali dan mengucapkan kata

Menurut riset tersebut, anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun yang rutin membuuka aplikasi media sosial sering kali kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata secara utuh.

Tidak hanya itu, frekuensi penggunaan media sosial yang tinggi juga terbukti menghambat perkembangan kosa kata dan kemampuan membaca mereka secara keseluruhan.

Para peneliti menggarisbawahi fenomena ini sebagai terhambatnya "kemampuan yang mengkristal" (crystallized abilities).

Artinya, di rentang usia yang seharusnya krusial untuk menambah kosa kata dan tata bahasa, perkembangan kapasitas berbasis pengetahuan mereka justru mandek akibat paparan media sosial yang berlebihan.

Baca juga: 8 Aplikasi Ini Wajib Blokir Akun Anak di Bawah 16 Tahun, 4 Sudah Mulai Hari Ini

Lantas, apa pemicu utamanya? Studi ini menyoroti dua faktor kunci:

1. Pergeseran waktu alami

Anak-anak yang menghabiskan porsi waktunya lebih besar di media sosial secara otomatis akan kehilangan jam terbang berharga untuk berinteraksi sosial secara tatap muka, membaca buku, atau mencerna literatur yang lebih panjang.

2. Paparan bahasa "alternatif"

Pemahaman membaca anak-anak sangat terpengaruh oleh penggunaan bahasa alternatif yang mendominasi media sosial. Mulai dari penggunaan singkatan berlebihan, bahasa gaul yang tak sesuai kaidah, hingga pemotongan kata di kolom komentar.

Baca juga: 780.000 Akun Anak Hilang dari TikTok, Imbas Aturan Baru RI

Punya sisi positif

Kendati membawa peringatan bahaya bagi kemampuan literasi dasar, studi ini cukup adil dengan menemukan sebuah anomali positif dari paparan media sosial.

Anak-anak yang terbiasa berselancar di media sosial ternyata memiliki kapasitas pemrosesan data yang lebih baik.

Layar yang menampilkan informasi dengan cepat melatih otak mereka untuk lebih tanggap dan terhubung dengan spektrum informasi yang jauh lebih luas dibandingkan anak-anak yang jarang terpapar media sosial.

Meski begitu, kecepatan dalam memproses serbuan data ini tentu tidak akan maksimal jika sang anak gagap dalam merangkai dan memahami teks bacaan yang kompleks di dunia nyata.

Merespons temuan kritis ini, tim peneliti menitipkan rekomendasi bagi para orangtua maupun tenaga pendidik. Memutus total akses media sosial anak mungkin bukanlah solusi yang realistis hari ini, tapi pembiasaan dan moderasi adalah kuncinya.

Baca juga: Studi Harvard: Terlalu Sering Pakai AI Bisa Bikin “Brain Fry”

Berikut adalah beberapa langkah yang disarankan oleh peneliti agar anak terhindar dari krisis literasi, seperti dihimpun KompasTekno dari Social Media Today.,

  • Membatasi screen time
    Dorong perilaku bermedia sosial yang lebih moderat dan berikan batas waktu yang jelas setiap harinya.

  • Perbanyak bacaan
    Pastikan media sosial, terutama kolom komentar singkat di bawah video TikTok, bukanlah satu-satunya teks yang dikonsumsi oleh anak Anda setiap hari.

  • Paparan bahasa
    Mulailah memaparkan anak dengan konten bahasa yang lebih maju dan terstruktur. Ajak mereka membaca buku fisik, artikel berita, majalah, atau terlibat dalam diskusi edukatif yang membiasakan mereka mendengar pelafalan kata secara utuh dan benar.

Tag:  #sering #scroll #medsos #anak #bisa #susah #membaca #temuan #studi

KOMENTAR