Rojali Ramai Dibahas, APPBI Optimis Belanja di Mal Tetap Jalan Jelang Lebaran
Ilustrasi belanja.(Shutterstock/Have a Nice Day Photo)
19:05
14 Februari 2026

Rojali Ramai Dibahas, APPBI Optimis Belanja di Mal Tetap Jalan Jelang Lebaran

– Menjelang Ramadhan dan Lebaran, pusat perbelanjaan biasanya mulai dipadati pengunjung. 

Namun di tengah ramainya istilah rojali (rombongan jarang beli) dan rohana (rombongan hanya nanya), muncul pertanyaan, apakah tren tersebut masih mendominasi saat musim belanja tiba?

Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sekaligus General Manager Mal Kota Kasablanka, Agung Gunawan, menilai fenomena rojali bukan hal baru dan tidak serta-merta mencerminkan kondisi daya beli masyarakat.

Baca juga: Biaya Hidup Makin Mahal, Tahan Godaan Belanja Saat Pegang Uang

“Kalau kita melihat istilah rojali atau rohana, sebenarnya itu sudah ada dari dulu. Hanya saja dulu namanya lebih keren, window shopping,” ujar Agung saat konferensi pers BINA Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, kebiasaan datang ke mal tanpa langsung berbelanja memang sudah menjadi bagian dari kultur pusat perbelanjaan. 

Namun, situasinya berbeda ketika memasuki momentum Ramadhan dan Lebaran, yang secara tradisional menjadi periode peningkatan konsumsi masyarakat.

Baca juga: Tips Cerdas Atur Belanja Online Saat Biaya Hidup di Kota Makin Mencekik

Mal Bukan Hanya Tempat Belanja

Di samping itu, Agung menekankan bahwa pusat perbelanjaan sejak awal memang tidak hanya dirancang sebagai tempat transaksi.

“Sebagai sebuah mal, daya tariknya adalah orang datang ke mal. Tapi tidak semua orang yang datang memang harus berbelanja,” katanya.

Ia menyebut, banyak pengunjung datang untuk berbagai keperluan lain, seperti bertemu rekan kerja, sekadar minum kopi, hingga makan bersama keluarga.

“Ada yang datang untuk meeting, untuk kopi saja, atau hanya untuk makan dan minum,” ujar Agung.

Di kota besar dengan ruang publik terbatas, mal kerap menjadi alternatif ruang sosial yang nyaman dan aman. 

Maka dari itu, tidak semua kunjungan bisa langsung diukur dari jumlah transaksi di hari yang sama.

Baca juga: Fungsi Mal di Indonesia Berubah Menurut APBI, Jangan Hanya Andalkan Belanja

Momentum Ramadhan Dongkrak Aktivitas

Press conference BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai Press conference BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).

Meski demikian, Agung meyakini bahwa periode Ramadhan dan Lebaran tetap menjadi fase penting bagi pusat perbelanjaan.

“Biasanya mau Ramadhan dan Lebaran banyak orang buka puasa. Bahkan satu hari bisa ada dua batch, jam 5 sampai setengah 8, lalu jam 8 sampai jam 10,” ujarnya.

Lonjakan tersebut terutama terlihat pada tenant makanan dan minuman, yang dipadati pengunjung pada sore hingga malam hari. 

Selain itu, kebutuhan belanja menjelang Lebaran juga mulai meningkat, mulai dari pakaian baru hingga perlengkapan lainnya.

Baca juga: Mengapa Kita Suka Belanja Saat Stres? Ini Penjelasan Psikolog

Rojali Dinilai Tak Berdampak Signifikan

Di tengah perbincangan soal rojali dan rohana, Agung menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas transaksi di pusat perbelanjaan.

“Buat kami, fenomena rojali atau rohana itu tidak terlalu signifikan karena perbelanjaan di mal masih tetap ada,” katanya.

Tingginya kunjungan tetap menjadi indikator positif. Banyak pengunjung yang awalnya hanya melihat-lihat, tetapi kembali di kesempatan lain untuk melakukan pembelian setelah mempertimbangkan pilihan.

Baca juga: Hobi Belanja, Kenali Tanda Sudah Termasuk Kecanduan

Agung juga menyebut bahwa di Mal Kota Kasablanka sendiri masih banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai destinasi belanja. 

Hal tersebut tercatat dari data transaksi customer yang menunjukkan kenaikan sebesar tiga persen pada Januari 2026.

Dengan demikian, menjelang Ramadhan dan Lebaran, mal tetap menjadi destinasi belanja sekaligus ruang sosial bagi masyarakat. Di tengah tren rojali yang ramai dibicarakan, aktivitas konsumsi dinilai tetap bergerak, terutama saat memasuki musim belanja Hari Raya.

Tag:  #rojali #ramai #dibahas #appbi #optimis #belanja #tetap #jalan #jelang #lebaran

KOMENTAR