Kemenkop, Kemensos dan BP Taskin Gelar Kick Off Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan melalui Kopdes Merah Putih
Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan kick off dan kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Purworejo, Sabtu (14/2). (DOK. Humas Kementerian Koperasi.)
20:38
14 Februari 2026

Kemenkop, Kemensos dan BP Taskin Gelar Kick Off Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan melalui Kopdes Merah Putih

Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melakukan kick off dan kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pilot project pemerintah dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrim melalui wadah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Para keluarga penerima manfaat (KPM) program Kemensos di Kabupaten Purworejo kini telah menjadi anggota Kopdes Merah Putih Dukuhrejo. Mereka diharapkan mendapat manfaat lebih dan mandiri secara ekonomi.

Baca juga: Kemenkop Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan, Kopdes Merah Putih akan menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendorong KPM naik kelas secara bertahap sehingga lebih sejahtera dan berdaya. Kick off ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama lintas kementerian yang sebelumnya dilakukan.

“Ini menjadi kelanjutan dari MoU yang dilakukan antara Kemensos dan Kemenkop beberapa waktu lalu untuk mendorong para penerima manfaat menjadi anggota Kopdes. Selanjutnya, aspek pemberdayaannya akan kami bantu melalui operasionalisasi Kopdes Merah Putih,” ujar Menkop Ferry dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).

Ia menegaskan bahwa model kolaborasi dalam pemberdayaan KPM program Kemensos akan diperluas di berbagai wilayah di Indonesia sejalan dengan dimulainya operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih.

Baca juga: Kemenkop akan Beri Insentif Penghargaan kepada Koperasi yang Sehat

Ia berharap, sinergi tersebut akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dari desil terbawah meningkat menuju keluarga sejahtera.

"Kami akan melakukan uji coba program tersebut di beberapa tempat lagi. Ini akan menjadi model bagi pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, warga desil satu bisa berkurang dan naik kelas menjadi desil 2 dan seterusnya,” lanjutnya.

Kopdes/Kel Merah Putih, kata Menkop Ferry, bukan hanya tempat penjualan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok semata. Program ini akan diposisikan sebagai offtaker dari berbagai produk yang dihasilkan masyarakat di sekitarnya.

Misalnya, melalui bantuan satu set lengkap ayam petelor dari Kemensos bersama Japfa Comfeed Indonesia, KPM Kemensos diharapkan dapat mendistribusikan produknya melalui Kopdes Merah Putih Dukuhrejo.

“Kopdes ini harus menjadi tempat menampung hasil produk masyarakat desa, seperti hasil ternak telur, yang telah dibantu bisa dijual melalui Kopdes. Dengan demikian, peserta koperasi bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” kata Menkop Ferry.

Baca juga: Kemenkop Resmikan Command Center, Bisa Pantau Koperasi Se-Indonesia

Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa setelah para KPM program Kemensos menjadi anggota Kopdes Merah Putih akan mendapat beragam manfaat, seperti Sisa Hasil Usaha (SHU) dari bisnis proses yang dikelola Kopdes/ Kel Merah Putih.

Dengan begitu, mereka akan kembali mendapatkan tambahan pendapatan di setiap akhir periode secara bertahap.

"Harapannya,  mereka akan mendapatkan tambahan pendapatan sisa hasil usahah setelah menjadi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Insyaallah, dengan menjadi anggota koperasi desa, manfaatnya akan lebih besar,” jelasnya.

Sebagai penutup, Menkop Ferry berpesan kepada Pemkab Purworejo untuk dapat memastikan proses operasionalisasi Kopdes Merah Putih Dukuhrejo berjalan dengan baik dan konsisten.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kemensos dan BP Taskin sehingga  percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim yang dilakukan pemerintah mulai terlihat hasilnya melalui Kopdes Merah Putih.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan tidak hanya membantu keluarga pra-sejahtera keluar dari kemiskinan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa. Inisiatif ini dilakukan melalui koperasi sebagai pusat penggerak produktivitas dan kemandirian warga.

"Terima kasih kepada Kemensos dan BP Taskin yang telah bersinergi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat bersama-sama,” katanya.

Percepat pengentasan kemiskinan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan, Kopdes/Kel Merah Putih menjadi salah satu instrumen dari skema program percepatan pengentasan memastikan yang efektif.

Menurutnya, program ini menjadi bagian dari pemberdayaan sehingga keberadaannya harus didukung penuh semua pihak.

"Kementerian Sosial ditugaskan untuk mendorong agar penerima manfaat dan bantuan dari Kementerian Sosial menjadi anggota Kooperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Hari ini, kami melakukan uji coba di sini," kata Mensos Saifullah.

Mensos Saifullah berharap, sinergi dengan Kemenkop dan BP Taskin dapat terus diperkuat agar kedepan jumlah masyarakat yang miskin dapat terus berkurang. Karena itu, ia mendorong semua pihak terlibat dalam proses pemutakhiran data khususnya data para KPM Bansos. Sebab, data sosial dapat berubah dengan sangat cepat setiap saat.

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, ia berharap jumlah masyarakat miskin ekstrim di Purworejo terus berkurang pada 2026. Mereka dapat naik tingkat menjadi masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya terutama setelah bergabung menjadi anggota Kopdes/ Kel Merah Putih.

"Tahun lalu, kami sudah wisuda graduasi sebanyak 1.000 KPM dari Kemensos. Kami harap, peserta yang lulus graduasi menjadi keluarga mandiri pada tahun depan menjadi 3.000," ujarnya.

Mensos kembali menekankan agar juga para KPM PKH yang berada pada usia produktif diarahkan masuk dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Menurutnya, bantuan sosial dari pemerintah sifatnya sementara untuk menjaga agar rakyat tidak jatuh. Selanjutnya, koperasi membantu agar masyarakat miskin bisa bangkit dan mandiri.

“Ini sesuai arahan Presiden. Keluarga usia produktif tidak boleh kehilangan semangat untuk menjadi keluarga berdaya. Mereka harus terdorong menjadi anggota koperasi desa,” kata Mensos Saifullah.

Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan agenda prioritas nasional.

Ia mengajak seluruh pihak menautkan program lintas sektor agar saling menguatkan. Program Kopdes/Kel Merah Putih dapat turut serta dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

“BP Taskin sedang merumuskan pendekatan program yang anti-inflasi agar seluruh program kementerian dan lembaga bisa nyambung dan bangsa ini selamat dari jerat kemiskinan ekstrem,” kata Budiman.

Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan kick off dan kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Purworejo, Sabtu (14/2). DOK. Humas Kementerian Koperasi. Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) serta Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan kick off dan kolaborasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Dukuhrejo dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Purworejo, Sabtu (14/2).

Bupati Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan pencapaian graduasi KPM PKH di daerahnya. Pemkab Purworejo berkomitmen untuk terus mendukung program prioritas pemerintah pusat khususnya terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan.

“Kami berkomitmen memajukan ekonomi rakyat di Purworejo dan terus mendukung percepatan operasional koperasi desa sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan,” ujar Yuli.

Koperasi desa, kata Yuli, memiliki potensi besar untuk menopang kesejahteraan masyarakat. Ia mengajak seluruh KPM PKH untuk memanfaatkan koperasi sebagai jalan menuju kemandirian.

“Kami ingin keluarga penerima manfaat tidak lagi bergantung pada bantuan. Kopdes Merah Putih menjadi wadah bagi mereka untuk berdaya, menabung, dan berusaha secara mandiri,” tambahnya.

Sebagai informasi, acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari, dan Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono.

Tag:  #kemenkop #kemensos #taskin #gelar #kick #kolaborasi #pengentasan #kemiskinan #melalui #kopdes #merah #putih

KOMENTAR