Menakar Risiko Investasi di Tengah Banjir Informasi
– Banjir informasi pasar dan kemudahan transaksi digital membuat investasi terasa instan.
Namun di tengah arus data yang deras, kemampuan menakar risiko justru menjadi pembeda utama antara spekulasi dan strategi jangka panjang.
“Manajer investasi bertugas melindungi kekayaan klien dengan perpaduan sains, pengalaman, dan disiplin yang tidak mudah digantikan mesin atau kemampuan satu individu saja,” ujar Ezra Nazula, Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), dalam artikel edukasi perusahaan, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Simak, Tips Investasi Warren Buffett Saat Pasar Saham Bergejolak
Ekosistem Pengelolaan Risiko
Industri pengelolaan aset, menurut Ezra, menggunakan perangkat yang jauh lebih kompleks dibanding aplikasi investasi ritel.
Di antaranya kebijakan investasi yang menjaga disiplin dan batas risiko, platform riset dan data dengan histori puluhan tahun, hingga mesin simulasi skenario untuk menguji portofolio dalam kondisi ekstrem seperti resesi atau lonjakan suku bunga.
Selain itu, terdapat model risiko kredit untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan serta komite risiko dan dewan investasi yang mengawasi keputusan penting.
Ekosistem ini dirancang untuk memastikan portofolio tetap tangguh menghadapi volatilitas pasar.
Baca juga: 8 Tips Investasi dari Warren Buffett untuk Bangun Kekayaan
Stewardship dan Kepercayaan
Ezra menekankan bahwa manajemen investasi bukan sekadar mengejar imbal hasil, melainkan soal stewardship atau pengelolaan amanah.
Di tengah dinamika pasar yang cepat berubah, peran manajer investasi adalah memberikan arah dan ketenangan bagi investor dalam menyusun strategi jangka panjang.
MAMI, misalnya, memiliki tim investasi dengan pengalaman rata-rata 18 tahun di industri finansial. Perusahaan mengelola 37 produk reksa dana, termasuk reksa dana dividen, syariah, dan offshore.
Per Desember 2025, dana kelolaan MAMI mencapai Rp 124,3 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Rp 63 triliun reksa dana dan Rp 61 triliun Kontrak Pengelolaan Dana.
Tahun 2026 ini, perusahaan merayakan 30 tahun kiprah di Indonesia dan telah mendampingi lebih dari 2,5 juta investor.
Dalam konteks industri yang makin terbuka dan kompetitif, kepercayaan publik menjadi fondasi utama. Di sinilah, menurut Ezra, sains, pengalaman, dan disiplin bertemu dalam satu tujuan: menjaga keberlanjutan kekayaan investor.
Baca juga: Reksa Dana Kini Bisa Diakses dengan Modal Minimal Rp 10.000