Transaksi Belanja di Mal Jelang Lebaran Tetap Naik di Tengah Tren Online Shopping
Ilustrasi pusat perbelanjaan.(Shutterstock)
21:10
14 Februari 2026

Transaksi Belanja di Mal Jelang Lebaran Tetap Naik di Tengah Tren Online Shopping

– Menjelang Lebaran, kebiasaan belanja masyarakat kembali menjadi sorotan.

Derasnya gempuran e-commerce dan promo digital mengundang pertanyaan, apakah masyarakat kini lebih memilih belanja online atau tetap memadati pusat perbelanjaan?

Menurut Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Agung Gunawan, daya beli masyarakat menjelang Lebaran di pusat perbelanjaan masih cukup kuat.

“Kalau daya beli sebetulnya masih cukup tinggi. Jadi Kokas (Mal Kota Kasablanka) sendiri untuk bulan Januari itu transaksi customer naik tiga persen,” ujar Agung saat konferensi pers BINA Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Rojali Ramai Dibahas, APPBI Optimis Belanja di Mal Tetap Jalan Jelang Lebaran

Menurutnya, kenaikan tersebut menunjukkan, bahwa masyarakat masih aktif berbelanja secara langsung di mal.

Ia juga menepis anggapan bahwa generasi muda kini sepenuhnya beralih ke belanja online karena alasan ekonomi.

“Kalau dibilang Gen Z sekarang in this economy, sebenarnya secara data enggak seperti itu. Masih banyak kok yang belanja, bahkan naik tiga persen,” kata Agung yang juga menjabat sebagai General Manager Mal Kota Kasablanka.

Minat Buka Toko Fisik Masih Tinggi

Optimisme terhadap belanja secara langsung atau offline juga terlihat dari minat retailer membuka gerai fisik.

Agung menyebut sejumlah brand, khususnya retailer lokal, masih agresif berekspansi ke pusat perbelanjaan.

“Retailer Indonesia yang ingin buka toko di mal itu waiting list-nya. Kalau kita hitung dari tenant-nya, tiga tahun ke belakang masih kuat. Masih banyak yang mau buka toko,” jelasnya.

Menurut Agung, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pusat perbelanjaan masih relevan sebagai destinasi belanja. 

Jika minat membuka toko fisik tetap tinggi, hal itu menunjukkan pelaku usaha masih melihat potensi transaksi langsung di mal, termasuk menjelang musim konsumsi seperti Ramadan dan Lebaran.

Baca juga: APPBI Siapkan Program Lebaran, Saatnya Berburu Diskon dan Midnight Sale

Kini Belanja Jadi Lebih Selektif

press conference BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai press conference BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, melihat fenomena belanja dari sudut pandang berbeda.

Menurutnya, persoalan saat ini bukan semata-mata soal daya beli naik atau turun.

“Sekarang bukan masalah daya beli itu naik atau turun atau tetap. Tapi masalah realistis dalam membelanjakan uang,” imbuh Masruroh dalam kesempatan yang sama.

Ia menilai masyarakat kini cenderung lebih selektif dan rasional dalam mengatur pengeluaran, termasuk saat merencanakan perjalanan atau liburan Lebaran. 

Baca juga: Tips Cerdas Atur Belanja Online Saat Biaya Hidup di Kota Makin Mencekik

Alih-alih mengurangi konsumsi, masyarakat lebih mempertimbangkan prioritas dan pilihan yang tersedia.

Maka dari itu, di sektor pariwisata misalnya, pemerintah dan pelaku usaha menghadirkan berbagai opsi yang lebih fleksibel.

“Kita memberikan pilihan-pilihan yang realistis. Paket wisata itu ada yang jauh, ada yang dekat, ada yang bundling, ada yang open trip. Itu menjadi pilihan yang bagus ketika wisatawan mau memutuskan berwisata,” jelas Masruroh.

Baca juga: 7 Rekomendasi Busana Lebaran 2026, Bikin Terlihat Anggun dan Bersahaja

Offline dan Online Berjalan Beriringan

Fenomena ini menunjukkan bahwa menjelang Lebaran, pola konsumsi masyarakat tidak sepenuhnya bergeser ke satu kanal saja.

Belanja online tetap diminati karena praktis dan dipenuhi promo, tetapi pusat perbelanjaan fisik masih menjadi pilihan, terutama untuk kebutuhan seperti busana Lebaran, hampers, hingga agenda buka puasa bersama.

Kunjungan ke mal pun bukan hanya soal transaksi, tetapi juga pengalaman. Mulai dari mencoba langsung pakaian, membandingkan produk, hingga menikmati suasana Ramadan bersama keluarga atau teman.

Menurut Agung, data transaksi yang masih tumbuh menjadi sinyal bahwa aktivitas belanja masyarakat tetap bergerak.

“Dari situ kita optimistis bahwa perekonomian masih bisa bergerak dan daya beli konsumen juga masih cukup tinggi,” tutupnya.

Baca juga: Ini Waktu Favorit Orang Indonesia Belanja Baju Lebaran

Tag:  #transaksi #belanja #jelang #lebaran #tetap #naik #tengah #tren #online #shopping

KOMENTAR