Daryono Mundur dari Direktur Gempa BMKG, Ungkap Alasan Kesehatan dan Pensiun Dini
Kepala Pusat Gempa Bumi BMKG Daryono. (Istimewa)
20:08
14 Februari 2026

Daryono Mundur dari Direktur Gempa BMKG, Ungkap Alasan Kesehatan dan Pensiun Dini

 

- Kabar mengejutkan datang dari dunia mitigasi bencana Indonesia. Sosok yang selama ini menjadi "wajah" informasi gempa di tanah air, Daryono, menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Langkah ini diambil Daryono bersamaan dengan pengajuan pensiun dini dari institusi yang telah membesarkan namanya tersebut.

Keputusan besar ini diambil bukan tanpa alasan. Melalui pernyataan resminya pada Sabtu (14/2), Daryono mengungkapkan bahwa dirinya saat ini tengah fokus menjalani perawatan medis.

Pakar kegempaan ini didiagnosis mengidap penyakit mata yang disebut distrofi kornea. Kondisi inilah yang membuatnya harus mengambil cuti dinas sebelum akhirnya benar-benar memasuki masa pensiun.

Pengunduran diri tersebut telah diajukan secara resmi kepada pimpinan BMKG pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Seiring dengan keputusan ini, ia meminta rekan media untuk menyesuaikan pencantuman profilnya.

"Hingga 1 Mei (2026) saya masih berstatus pegawai BMKG," kata Daryono dikutip dari Antara, Sabtu (14/2).

Tetap Berkomitmen Menjadi Edukator Publik

Meski tidak lagi memegang jabatan struktural di BMKG, dedikasi Daryono terhadap keselamatan masyarakat tidak padam. Ia menegaskan akan terus aktif memberikan literasi terkait gempa bumi dan tsunami, mengingat posisi Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana.

Baginya, berbagi ilmu adalah tanggung jawab moral yang melampaui jabatan formal.

"Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik," ujarnya.

Jejak Karier Sang Ahli Geofisika

Daryono dikenal luas sebagai figur yang sangat responsif. Tak hanya lewat rilis resmi, ia sering memberikan analisis ilmiah mendalam melalui kanal media sosial pribadinya, yang sering menjadi rujukan utama jurnalis dan masyarakat saat terjadi gempa.

Pria kelahiran Semarang, 21 Februari 1971 ini memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni:

- Lulusan AMG angkatan 1993.

- Sarjana Meteorologi dan Geofisika Universitas Indonesia (2000).

- Magister Universitas Udayana (2002).

-Doktor Ilmu Geografi Universitas Gadjah Mada (2006).

Mengawali karier sebagai staf teknis di Denpasar, Daryono terus menanjak menjadi peneliti geofisika sejak 2005, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG pada tahun 2022.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #daryono #mundur #dari #direktur #gempa #bmkg #ungkap #alasan #kesehatan #pensiun #dini

KOMENTAR