Hamas Ungkap Syarat bagi Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian di Gaza
Kemenlu RI menegaskan bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza dimaksudkan untuk misi kemanusiaan, bukan pelucutan senjata.(tniad.mil.id)
20:06
14 Februari 2026

Hamas Ungkap Syarat bagi Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian di Gaza

- Hamas menyampaikan syarat bagi rencana pengiriman pasukan perdamaian internasional ke Jalur Gaza, termasuk wacana pengerahan pasukan dari Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Dalam keterangannya, Hamdan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Indonesia mengenai rencana pengerahan pasukan ke wilayah kantong Palestina tersebut.

Baca juga: Indonesia Siap Kerahkan 8.000 Tentara ke Gaza, Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan

"Peran pasukan internasional harus berada di perbatasan Jalur Gaza," kata Hamdan, dikutip dari laporan koresponden internasional Timur Tengah, Ariel Oseran, di platform X.

Hamdan menegaskan, pasukan internasional tidak boleh mengambil posisi yang bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina maupun menjadi pengganti pendudukan Israel.

"Saya mendengar pesan ini dengan jelas dari pihak-pihak Indonesia karena mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang menerapkan agenda Israel apa pun di sektor tersebut," papar Hamdan, sebagaimana dilansir Khaberni, Kamis (12/2/2026).

Ia juga menekankan bahwa misi Indonesia harus dibatasi pada upaya memisahkan warga Palestina dari pasukan pendudukan, serta mencegah agresi tanpa mencampuri urusan internal penduduk.

Menurut Hamdan, faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas, berkomitmen mendukung pembentukan komite administrasi untuk mengelola Gaza.

Ia menegaskan, setiap upaya memanfaatkan pasukan internasional untuk melemahkan kehendak rakyat Palestina atau menghadapi perlawanan akan sepenuhnya ditolak.

Baca juga: Nama-nama Orang Indonesia Masuk di File Epstein, Siapa Saja?

Indonesia negara pertama yang kirim pasukan perdamaian

Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.AFP/EYAD BABA Seorang pria berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur diserang Israel di permukiman Zahra, Nuseirat, tengah Jalur Gaza, pada 6 Februari 2026.Sejauh ini, Indonesia menjadi negara pertama yang dilaporkan akan mengirim pasukan ke Gaza.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza.

"Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Prasetyo mengatakan, pemerintah masih melakukan berbagai persiapan terkait rencana tersebut.

Saat ditanya mengenai waktu dan lokasi pengiriman pasukan, ia menyebut pemerintah masih menunggu tercapainya kesepakatan.

"Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," ujar dia.

Prasetyo juga menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga: Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza dan Risikonya

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru

Tag:  #hamas #ungkap #syarat #bagi #indonesia #kirim #pasukan #perdamaian #gaza

KOMENTAR