Siskohat Kini Terintegrasi dengan Nusuk milik Arab Saudi, Permudah Pengrusan Visa Haji
Usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) tahun 2023 menjadi Rp 69,1 juta per jemaah menjadi sorotan publik.(ANTARA FOTO/FAUZAN)
18:38
14 Februari 2026

Siskohat Kini Terintegrasi dengan Nusuk milik Arab Saudi, Permudah Pengrusan Visa Haji

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dengan platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji RI, Farosa mengatakan, integrasi ini dilakukan untuk menyelaraskan dan memvalidasi data jemaah haji Indonesia dengan sistem layanan resmi Pemerintah Arab Saudi, sehingga mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan,” ujar Farosa dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Penerbitan Visa Jemaah Haji Regular: 8 Februari hingga 20 Maret 2026

Integrasi ini disebut sebagai langkah strategis meningkatkan akurasi data, memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan efisiensi layanan berbasis digital.

Proses integrasi ini dilaksanakan bertahap sejak Oktober 2025 melalui penjajakan teknis, pemetaan kebutuhan sistem, dan evaluasi keamanan siber.

Tahapan integrasi meliputi pemenuhan persyaratan keamanan data, pertukaran sertifikat sistem, serta pengujian koneksi aman antar-sistem.

Pada Januari 2026, sistem Siskohat dan Platform Nusuk telah terhubung secara aman dan dinyatakan siap beroperasi.

Baca juga: Tahun Ini, Kartu Nusuk Akan Dibagikan Langsung di Embarkasi

"Dalam pelaksanaannya, integrasi ini juga didukung oleh Ali, selaku penanggung jawab teknis, yang berperan dalam pengembangan, pengujian, serta memastikan stabilitas koneksi dan kelancaran pertukaran data antar-sistem sesuai dengan standar keamanan dan keandalan layanan digital," ujar Farosa.

Saat ini, integrasi Siskohat–Nusuk telah diimplementasikan untuk mendukung proses pemvisaan jemaah haji.

Pertukaran data dilakukan secara otomatis melalui sistem terintegrasi, sehingga mempercepat alur layanan dan meningkatkan konsistensi data jemaah.

"Dengan implementasi integrasi ini, proses pemvisaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur karena data jemaah dikirim langsung dari sistem Siskohat ke Nusuk tanpa melalui proses manual," kata Farosa.

Tag:  #siskohat #kini #terintegrasi #dengan #nusuk #milik #arab #saudi #permudah #pengrusan #visa #haji

KOMENTAR