Bukan Bunuh Diri, Pakar Forensik Temukan Kejanggalan Kematian Jeffrey Epstein
- Teka-teki di balik kematian terdakwa kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali mencuat setelah seorang ahli forensik terkemuka mengungkapkan keraguannya atas hasil autopsi resmi.
Michael Baden, ahli patologi forensik yang mengamati pemeriksaan jenazah Epstein atas nama keluarga, meyakini bahwa Epstein kemungkinan besar tewas karena dicekik, bukan gantung diri.
"Opini saya adalah kematiannya kemungkinan besar disebabkan oleh cekikan daripada gantung diri," ujar Baden dalam wawancaranya dengan The Telegraph.
Baca juga: Tersebar Foto Makan Malam Epstein dan Bos Teknologi, Ada Mark Zuckerberg
Menurut Baden, berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab dan cara kematian Epstein sangat diperlukan.
Salah satu poin utama yang mendasari keraguan Baden adalah adanya tiga patah tulang di area leher Epstein, yakni pada tulang hyoid kiri dan dua pada tulang rawan tiroid.
Baden mengungkapkan, selama 50 tahun kariernya, dia belum pernah menemukan kasus bunuh diri dengan cara gantung diri yang mengakibatkan tiga patah tulang leher sekaligus, termasuk dalam kasus-kasus kematian narapidana di penjara New York.
"Bukti-bukti yang ada lebih mengarah pada pembunuhan daripada bunuh diri," kata Baden, sebagaimana dilansir India Today, Jumat (14/2/2026).
Baca juga: FBI Disebut Musnahkan Rekaman Asli Kematian Jeffrey Epstein
Meskipun Kantor Pemeriksa Medis New York telah menetapkan kematian Epstein sebagai bunuh diri, Baden menyebut bahwa pada saat autopsi dilakukan, dia dan pemeriksa medis sebenarnya sepakat bahwa dibutuhkan lebih banyak informasi untuk menentukan penyebab pasti kematian tersebut.
Selang lima hari setelah sertifikat kematian dikeluarkan dengan status menunggu penyelidikan lebih lanjut, Kepala Pemeriksa Medis saat itu, Barbara Sampson, langsung menetapkan status bunuh diri.
Baden mencatat bahwa Sampson sendiri tidak hadir saat proses autopsi berlangsung.
Baca juga: Diplomat UEA Kenalkan Adik ke Epstein, Sempat Bahas soal 2 Gadis
Kelalaian keamanan
Selain temuan medis, berbagai kejanggalan di Metropolitan Correctional Centre (MCC) juga memperkuat kecurigaan.
Laporan Kementerian Kehakiman AS tahun 2023 mengungkap adanya serangkaian kelalaian fatal di fasilitas tersebut.
Sehari sebelum kematiannya, tepatnya pada 9 Agustus 2019, teman satu sel Epstein dipindahkan dan tidak ada pengganti yang ditugaskan.
Setelah waktu penguncian sel (lockdown) sekitar pukul 20.00, pemeriksaan rutin setiap 30 menit ternyata tidak dilakukan setelah pukul 22.40.
Staf penjara kemudian diketahui memalsukan catatan untuk menunjukkan seolah-olah pemeriksaan telah selesai dilakukan.
Dua penjara yang bertugas saat itu pun telah didakwa atas pemalsuan catatan tersebut.
Baca juga: Terungkap, Pangeran Andrew Coba Kenalkan Epstein dengan Presiden UEA MBZ
Misteri kilatan oranye
Hal lain yang memicu perdebatan adalah rekaman video yang ditinjau oleh Kementerian Kehakiman AS.
Rekaman tersebut menunjukkan adanya "kilatan oranye" yang bergerak menuju lantai tempat sel Epstein berada pada pukul 22.39, tepat sebelum pemeriksaan rutin dihentikan.
Memo FBI mendeskripsikannya sebagai "kemungkinan seorang narapidana".
Sementara laporan Inspektur Jenderal menyebutnya sebagai petugas yang membawa linen atau tempat tidur berwarna oranye.
Meski Jaksa Agung saat itu, Bill Barr, menyatakan tidak ada orang yang memasuki area tersebut pada malam itu, analisis video independen yang dilakukan CBS menunjukkan gerakan tersebut lebih konsisten dengan seseorang yang mengenakan seragam penjara oranye.
Staf penjara pun mengakui bahwa mengawal narapidana pada jam tersebut adalah hal yang tidak biasa.
Epstein ditemukan tidak bernyawa keesokan paginya dalam posisi hampir terduduk dengan potongan kain oranye melilit lehernya.
Baca juga: File Epstein Seret Nama Sultan Ahmed bin Sulayem, Ada Email soal Video Penyiksaan
Tag: #bukan #bunuh #diri #pakar #forensik #temukan #kejanggalan #kematian #jeffrey #epstein