Curhat Prabowo soal MBG: Awalnya Dihina, Kini Dinikmati Jutaan Orang
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Acara tersebut juga sekaligus sebagai peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 Polda dan peletakan batu pertama atau groundbreaking di 107 SPPG Polri sebagai bagian dukungan Polri terhadap program MBG. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
11:50
14 Februari 2026

Curhat Prabowo soal MBG: Awalnya Dihina, Kini Dinikmati Jutaan Orang

Presiden RI Prabowo Subianto bercerita panjang lebar mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagasnya saat meresmikan Satuan Layanana Pemuhan Gizi (SPPG) dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo bercerita mengenai banyaknya orang yang meragukan program MBG saat dicanangkan, hingga rasa bangga Prabowo atas program yang sudah berjalan selama lebih dari satu tahun itu.

"Waktu saya melancarkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam," kata Prabowo, Jumat kemarin.

Menurut dia, orang-orang yang menghinanya itu langsung memprediksi MBG akan gagal serta menyebutnya sebagai program yang menghamburkan uang.

Baca juga: Prabowo: Saya Diejek dan Dihina Profesor Terkenal Saat Lancarkan MBG

Kepala Negara pun menyayangkan, ada akademisi dan orang berpendidikan tinggi yang ikut menjelekan program MBG.

"Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya," ujar Prabowo sambil tertawa kecil.

Prabowo lantas meminta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan video-video yang meramalkan kegagalan itu.

Prabowo berkelakar ingin menonton video klip yang nantinya dikumpulkan Qodari setiap malam.

Baca juga: Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video Hina MBG, Mau Ditonton Tiap Malam

Melalui video tersebut, Prabowo akan melihat, apakah benar dirinya menghina bangsa Indonesia.

"Aku minta, biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat. Enggak apa-apa. Apa iya saya menghina bangsa Indonesia?" tutur Prabowo disambut tawa hadirin.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad ini juga menengarai ada operasi tertentu yang sedang dijalankan untuk menjelek-jelekkan dirinya.

Prabowo menilai ungkapan dendam dan dengki adalah hal biasa, tetapi ia sedih jika orang-orang yang belum kuat ekonominya yang justru diserang.

Baca juga: Prabowo: Saya Dituduh Hamburkan Uang untuk MBG, padahal Hasil Penghematan

"Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo menepis tudingan sejumlah pihak yang menjelek-jelekkan program MBG sebagai program yang menghambur-hamburkan uang.

Dia mengatakan, MBG ini dijalankan bukan dari Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN), melainkan dari sumber lain yakni efisiensi anggaran.

“Uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskankan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi,” tutur Prabowo.

Menurut dia, pemborosan anggaran yang diefisiensi yakni rapat-rapat di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, dan kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat bagi rakyat. 

Baca juga: Prabowo Sebut Jumlah Penerima MBG Setara dengan Penduduk Afrika Selatan

Pamerkan capaian MBG

Prabowo lantas membeberkan capaian program MBG yang menurutnya sempat dihina-hina tersebut.

Ia menyebutkan, MBG telah disalurkan kepada lebih dari 60 juta orang dan sudah ada 4,5 miliar porsi makanan yang dibagikan.

"Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari, atau sama dengan 10 kali Singapura tiap hari, atau 2 kali Malaysia tiap hari," ucap Prabowo.

Prabowo pun mengeklaim, program MBG mendapatkan pujian dari para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Baca juga: Prabowo: Pelaku Bisnis Sebut MBG Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga

"Saya ketemu pengusaha-pengusaha Apindo, mereka lapor saya, 'Pak, belum pernah, sudah lama sekali, belum pernah, bulan Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi,' dan ini menurut mereka, ini karena MBG," ungkap Prabowo.

Prabowo menyebutkan, setiap harinya satu SPPG memerlukan bahan-bahan pokok seperti sayur, telur, dan daging sehingga program MBG ini juga menghidupkan para petani kecil.

"Ini menghidupkan petani-petani kecil, mereka sekarang yakin punya penghasilan. Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli, sekarang dijamin produksi mereka diserap," tutur dia.

Baca juga: Prabowo Inginkan Zero Error MBG: Itu Harus Kita Capai!

Prabowo juga mendapat laporan bahwa kehadiran MBG sangat bermanfaat di berbagai daerah dalam mengurangi kesenjangan.

Ketua umum Partai Gerindra ini tidak memungkiri bahwa MBG bisa jadi tidak dianggap penting oleh masyarakat kelas atas.

Namun, ia menegaskan bahwa program ini diperlukan oleh mayoritas masyarakat, seperti yang terjadi di negara-negara lain yang memiliki program serupa.

"Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas, tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, makan bergizi gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat," kata Prabowo.

Baca juga: Prabowo Dapat Laporan soal MBG: Indonesia Lebih Baik dari Jepang dan Eropa

Cetak lapangan kerja

Pada forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada hari yang sama, Prabowo memaparkan dampak ekonomi dari program MBG.

Kepala Negara menyebut, program MBG telah membuka lapangan pekerjaan lebih dari 1 juta orang.

Ia memperkirakan akan terbuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru, termasuk membuka peluang bagi petani untuk menjadi pemasok bahan MBG.

Angka ini diperoleh karena setiap SPPG membutuhkan sekitar 5 hingga 10 pemasok bahan baku MBG.

"Di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari. Tapi tiap dapur akan membuka 5 sampai 10 pemasok, supplier. Masing-masing pemasok punya 3, 4, 5 petani yang bekerja," ucap Prabowo.

"Semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin. Ini menimbulkan ekonomi dari bawah," imbuh dia.

Tag:  #curhat #prabowo #soal #awalnya #dihina #kini #dinikmati #jutaan #orang

KOMENTAR