Mentan Amran Sebut Indonesia Sudah Swasembada 9 Komoditas Pangan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman saat memberikan arahan di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni’am)
13:04
14 Februari 2026

Mentan Amran Sebut Indonesia Sudah Swasembada 9 Komoditas Pangan

- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada 9 komoditas pangan.

Pernyataan itu Amran sampaikan dalam acara pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan neraca perdagangan hingga April 2026 pemerintah tidak lagi mengimpor 9 komoditas pangan strategis dari luar negeri.

“Bapak-Ibu sekalian kita sekarang sudah swasembada sembilan komoditas,” kata Amran.

Baca juga: Rapim Polri 2026 Fokus Bahas Swasembada Pangan, Energi, dan Hilirisasi

Kesembilan komoditas itu adalah beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, telur, ayam, minyak goreng, dan jagung pakan ternak.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan daging pemerintah menggenjot penggemukan sapi bakalan.

“Tinggal yang kita kejar berikutnya lagi yaitu kedelai, bawang putih, (daging) ini kit akejar ke peternakan sapi,” ujar Amran.

Capaian swasembada pangan sekaligus menunjukkan stok komoditas terkait dalam negeri melimpah.

Oleh karena itu, tidak ada alasan harga kesembilan bahan pangan itu naik meski menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) misalnya, mencapai 3,4 juta ton per Februari 2026, menjadi stok tertinggi sepanjang sejarah. Jumlah itu setara dua kali lipat dari kondisi awal tahun sebelumnya.

Di luar itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, potensi produksi padi sepanjang Januari sampai Maret 2026 diperkirakan tembus 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG).

Jumlah itu naik 15,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara, potensi produksi beras Januari sampai Maret 2026 diprediksi mencapai 10,16 juta ton, naik 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Saat ini, pemerintah menyiapkan cadangan Stabilisasi dan Pasokan Harga Pangan (SPHP) beras1 hingga 1,5 juta ton dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.

Di luar komoditas beras, pemerintah juga melarang harga MinyaKita naik dan tetap dijual sesuai HET Rp 15.700 per liter karena produksi sawit yang melimpah.

Kemudian, daging ayam harus sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen Rp 40.000 per kilogram dan daging sapi Rp 140.000 per kilogram.

“Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,” kata Amran.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada 13 Februari, rata-rata nasional harga daging sapi paha belakang Rp 142.400 per kilogram, daging ayam ras Rp 42.700 per kilogram, dan telur ayam ras Rp 33.100.

Kemudian, MinyaKita Rp 16.000 per liter, beras medium Rp 14.500 per kilogram, cabai rawit merah Rp 72.700 per kilogram, bawang merah Rp 43.600 per kilogram, dan bawang putih honan Rp 39.700.

Berdasarkan Peraturan Bapanas, Harga Pokok Penjualan (HAP) di konsumen harga daging sapi paha depan Rp 130.000 per kilogram.

Lalu, daging sapi paha belakang Rp 140.000 per kilogram, daging sapi paha depan Rp 105.000 per kilogram, dan daging kerbau beku Rp 80.000 per kilogram.

Kemudian, HAP telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp 40.000 per kilogram.

Tag:  #mentan #amran #sebut #indonesia #sudah #swasembada #komoditas #pangan

KOMENTAR