BRI Salurkan 3.174 Rumah Lewat FLPP Sepanjang 2025
– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode saham BBRI) atau BRI mencatatkan capaian signifikan dalam mendukung program perumahan nasional melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan, melalui dua skema tersebut, BRI memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus menggerakkan sektor riil, khususnya industri bahan bangunan, konstruksi, dan UMKM.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, BRI terus memperkuat peran dalam ekosistem pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan melalui FLPP dan KPP,” ujar Riko dalam kegiatan “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” yang digelar di Sumedang pada Jumat (13/2/2026) malam.
Riko menjelaskan, pada 2025, kuota FLPP BRI meningkat dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 3.174 unit rumah. Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di antara perbankan nasional.
Baca juga: Menteri Maruarar: BRI Pecahkan Rekor Transaksi KUR Perumahan di Jabar
Serap KPP Rp 2,18 Triliun, BRI Jadi Penyalur Terbesar
Selain FLPP, BRI juga memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Skema ini merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja bersubsidi dari pemerintah yang bertujuan menggerakkan roda ekonomi, terutama dari sisi pasokan dan permintaan sektor perumahan.
Pembiayaan KPP diarahkan untuk mendorong aktivitas UMKM di sektor bahan bangunan dan konstruksi, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Tercatat, pada 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,18 triliun kepada 16.517 debitur, atau mencapai 27,25 persen dari target penyaluran sebesar Rp8 triliun pada tahun ini,” tutur Riko.
Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi, dengan kontribusi sekitar 49 persen dari total penyaluran nasional.
Baca juga: BRI Turunkan Suku Bunga Pembiayaan PNM Mekaar 5 Persen
Pembiayaan Hunian Terintegrasi
Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi enabler pembangunan dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
”Mengingat backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai 32,3 juta menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani secara kolaboratif. Oleh karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikannya dengan penguatan ekonomi keluarga agar kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dalam jangka panjang,” ucap Riko.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi keberpihakan BRI terhadap masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Baca juga: Tabel KUR BRI 2026: Cek Angsuran Pinjaman 100 Juta dan 500 Juta
Apalagi dalam acara tersebut BRI telah memecahkan rekor transaksi KUR Perumahan di Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, BRI mencatat transaksi Rp 100,2 miliar untuk 217 nasabah yang terdiri dari kontraktor, developer, toko bangunan, dan UMKM lainnya.
Capaian ini, dinilai sebagai bukti bahwa program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Pemerintah pun berencana melanjutkan sosialisasi dan implementasi program ke daerah lain, termasuk Majalengka, dalam waktu dekat.
Ara menyebutkan, tujuan besar dari kebijakan ini adalah mendorong pelaku usaha naik kelas, dari mikro menjadi menengah, lalu berkembang menjadi besar.
"Kita tidak boleh bangga kalau masyarakat terus bergantung pada bantuan sosial. Kita harus bangga jika UMKM naik kelas dan muncul kelas menengah baru," sebut Ara.
Baca juga: Laba BRI Life Naik 25,4 Persen Jadi Rp 954 Miliar pada 2025