Parpol Gemakan Prabowo Dua Periode, Mengapa Tak Sepaket dengan Gibran?
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (kiri) bersama Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersiap mengikuti rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pemilu 2024 di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (24/4/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.(Antara Foto/Aprillio Akbar)
11:30
14 Februari 2026

Parpol Gemakan Prabowo Dua Periode, Mengapa Tak Sepaket dengan Gibran?

Belum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan, dorongan agar Prabowo menjabat untuk dua periode sudah disuarakan sejumlah partai politik.

Menariknya, dari partai-partai yang ada, belum ada yang mendorong secara terbuka agar Prabowo kembali berduet dengan Gibran untuk masa pemerintahan 2029-2034 mendatang.

Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Lili Romli menilai dukungan partai-partai terhadap Prabowo untuk kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 merupakan langkah yang realistis.

Baca juga: Partai-partai Mulai Dukung Prabowo 2 Periode, Bagaimana Nasib Gibran?

Ia berpandangan, partai-partai tersebut merasa tidak enak jika tidak kembali memberikan dukungan, terlebih mereka adalah bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo.

“Sebagai bagian koalisi tentu ketika Prabowo maju kembali, tentu akan memberikan dukungan kembali karena merasa ewuh pakewuh atau tidak enak,” ucap Lili saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Selain itu, status Prabowo sebagai petahana dengan tingkat popularitas tinggi juga dinilai meningkatkan peluang kemenangan pada kontestasi mendatang.

Baca juga: Peneliti BRIN Menganalisis Sebab Parpol Enggan Dukung Wapres Gibran 2 Periode

“Sementara jika mendukung calon lain belum tentu menang. Sebagai petahana, kecenderungan untuk menang tinggi dibandingkan bukan petahana,” kata dia.

Kemudian, partai-partai pendukung juga tidak memiliki figur calon presiden yang popularitasnya sebanding dengan Prabowo, sehingga khawatir blunder apabila memaksakan memajukan calon sendiri.

Alasan Gibran tak otomatis didukung

Sementara itu, Lili menilai ada beberapa faktor yang membuat partai-partai enggan mendukung duet Prabowo dan Gibran pada Pilpres 2029.

Salah satu alasannya karena kontroversi pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 yang masih melekat menjadi pertimbangan utama partai.

"Tampaknya para parpol tersebut tidak mau lagi ada cawapres yang kontroversial karena bisa merugikan elektabilitas partainya,” ujar Lili.

Baca juga: Pengamat Nilai Gibran Tak Termasuk dalam Dukungan Dua Periode ke Prabowo

Alasan lainnya terkait kinerja Gibran juga kerap mendapat citra negatif di mata publik.

“Kedua, kinerja Gibran selalu mendapat citra negatif dari publik. Tentu ini menjadi catatan bagi para parpol tersebut,” kata Lili.

Lili juga menambahkan, kemungkinan lain terkait keinginan setiap partai ingin mengusung kadernya sendiri atau tokoh lain sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo pada 2029.

“Ketiga, bisa jadi masing-masing parpol tersebut ingin mengusung sendiri sebagai kandidat yang mendampingi Prabowo baik dari kader sendiri atau dari luar,” kata Lili.

Baca juga: Belum Ada 1,5 Tahun Memimpin, Gelombang Dukungan Prabowo Dua Periode Mencuat, Apakah Terlalu Dini?

Tak ada kendaraan politik

Secara terpisah, pengamat politik sekaligus Dewan Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Engelbert Johannes Rohi atau Jojo Rohi menilai, Gibran belum masuk perhitungan pasangan Pilpres 2029.

Oleh karenanya, sejumlah partai yang mendukung Prabowo dua periode tidak otomatis memberikan dukungan kepada putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu.

“Pernyataan banyak parpol dukung Prabowo lanjut periode dua minus Gibran merupakan sinyal politik bahwa Gibran tidak atau belum tentu masuk hitungan dalam opsi pasangan Prabowo di 2029,” ujar Jojo.

Selain itu, Jojo berpandangan posisi politik Gibran saat ini juga berpengaruh karena ia belum memiliki kendaraan politik yang kuat.

Baca juga: Wacana Prabowo Dua Periode di Era Pilpres Tanpa Ambang Batas

Menurut dia, keberadaan partai politik menjadi faktor krusial dalam penentuan calon wakil presiden.

“Gibran secara politik tidak punya kendaraan. Kendaraan politik adalah partai. Paling mungkin Gibran akan ‘nebeng’ PSI,” ujar Jojo.

Di sisi lain, ia menilai langkah agresif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) justru berpotensi menjadi bumerang bagi posisi Gibran di tengah koalisi pendukung Prabowo.

“PSI bisa menjadi musuh bersama bagi partai-partai lain, bukan cuma PDIP, tetapi juga partai-partai dalam koalisi Prabowo. Padahal pemilu masih tiga tahun lagi,” kata Jojo.

Dukung Prabowo, soal cawapres nanti dulu

Beberapa partai yang menyatakan dukungan ke Prabowo tapi tak otomatis ke Gibran adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), hingga Partai Golkar.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan partainya siap kembali mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode kepemimpinan.

Menurut Muhaimin, dukungan tersebut didasarkan pada kepuasan PKB terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.]

“Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah,” ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: PKB Dukung Prabowo Dua Periode: Sinyal Awal Manuver Politik Cak Imin

Namun, pria yang akrab disapa Cak Imin belum memberikan jawaban tegas terkait kemungkinan dukungan tersebut diberikan bersama Gibran sebagai calon wakil presiden.

“Oh belum dibahas. Belum,” tegas Cak Imin saat ditanya mengenai sosok cawapres pendamping Prabowo pada 2029.

Sikap hampir serupa disampaikan PAN yang menilai Prabowo perlu menjabat selama dua periode agar seluruh program pemerintahan Prabowo dapat direalisasikan secara optimal.

Meski mendukung Prabowo, PAN belum menetapkan sikap resmi mengenai calon wakil presiden.

Baca juga: Waketum PAN Lebih Dukung Prabowo-Zulhas Jadi Pasangan di Pilpres 2029

“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Wakil Ketua Umum PAN Eddy saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (5/2/2026).

Eddy menegaskan, penentuan pasangan capres-cawapres membutuhkan banyak pertimbangan.

Secara pribadi, Eddy mengaku lebih mendukung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk mendampingi Prabowo.

“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” kata Eddy, sembari menegaskan bahwa sikap tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.

Baca juga: Ungkit Ambisi Ketum Partai Lain, Bahlil: Saya Caleg Dapil Papua Saja

Begitu juga dengan Golkar yang menegaskan komitmennya mendukung Presiden Prabowo menjabat dua periode namun sosok wakilnya masih belum dibahas.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan, mandat dari Musyawarah Nasional (Munas) Golkar telah menugaskan partai untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas.

“Ya, kami ini di Munas ditugaskan untuk menyukseskan, mendukung, mengamankan, dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, ya. Untuk sukses, tentu kami harus bekerja keras. Dan kalau sukses, pasti Pak Prabowo akan dicintai oleh rakyat Indonesia. Dan kalau dicintai oleh rakyat Indonesia, maka tidak ada kemungkinan lain selain Pak Prabowo akan kita dukung menjadi calon presiden kembali,” ujar Sarmuji, saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (12/1/2026).

Baca juga: Sekjen Gerindra Sugiono Bicara soal Cawapres Prabowo pada Pilpres 2029

Saat ditanya apakah Golkar akan mendorong kadernya menjadi calon wakil presiden pada 2029, Sarmuji secara tegas menyatakan bahwa pembahasan tersebut masih jauh.

Ia pun mengisyaratkan bahwa keputusan mengenai pasangan di Pilpres 2029 akan sangat bergantung pada pilihan Prabowo.

“Oh masih jauh, masih jauh. Ya kalau Pak Prabowo, Mas Gibran sukses, lalu beliau mau gandengan tangan lagi atau seperti apa, ya akan kita pikirkan, perjuangkan secara maksimal. Tapi, ya Pak Prabowo kuncinya, Pak Prabowo sebagai Presiden harus sukses. Dan itu bagian tanggung jawab Golkar untuk mewujudkan kesuksesan Pak Prabowo dalam menjalankan visi dan misinya,” kata Sarmuji.

Baca juga: Respons Gibran Usai PAN Ingin Dukung Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029

Respons Gibran

Merespons soal wacana dukungan di Pilpres 2029, Gibran menyatakan bahwa dirinya akan tetap fokus bekerja.

Gibran menginginkan agar program dan visi Presiden Prabowo Subianto dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik," singkat Gibran dalam keterangan tertulis, 6 Februari 2026.

Tag:  #parpol #gemakan #prabowo #periode #mengapa #sepaket #dengan #gibran

KOMENTAR