Niat Bagi-bagi Rp 23.000, Platform Kripto Hampir Rugi Rp 742 Triliun
- Platform pertukaran mata uang kripto bernama Bithumb asal Korea Selatan, tidak sengaja mengirimkan Bitcoin dalam jumlah sangat besar ke ratusan pengguna. Totalnya mencapai sekitar 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 742 triliun.
Insiden ini terjadi pada akhir pekan lalu, saat Bithumb menggelar program promosi. Bithumb sendiri merupakan salah satu platform pertukaran kripto terbesar di Korea Selatan.
Bithumb awalnya hanya berniat membagikan hadiah promosi senilai 2.000 won per pengguna. Angka ini hanya setara sekitar Rp 23.000. Namun, akibat kesalahan sistem, para pemenang justru menerima sedikitnya 2.000 Bitcoin per akun.
Secara total, sekitar 620.000 keping BTC dilaporkan sempat terkirim kepada 695 akun pengguna. Dengan harga pasar saat ini, nilai keseluruhannya mencapai lebih dari 44 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 738 triliun.
Baca juga: Bitcoin Rontok, Harga Menguap Rp 1 Miliar dalam Empat Bulan
Bithumb menyebut, pihaknya bergerak cepat begitu menyadari kesalahan tersebut. Dalam waktu sekitar 35 menit, perusahaan langsung membatasi aktivitas perdagangan dan penarikan dana pada akun-akun terdampak.
Bithumb mengeklaim, telah menarik kembali sekitar 99,7 persen dari Bitcoin yang telanjur dikiriim.
Dalam keterangan resminya, Bithumb mengakui kesalahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Insiden ini tidak terkait dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan. Tidak ada masalah pada sistem keamanan maupun pengelolaan aset pelanggan,” tulis Bithumb dalam pernyataannya.
Insiden ini juga langsung menarik perhatian otoritas Negeri Gingseng. Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan (Financial Services Commission/FSC) menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya kerentanan serius dalam pengelolaan aset kripto.
Dalam pernyataannya, FSC menyebut insiden Bithumb telah “mengekspos risiko dan kelemahan aset virtual”.
Regulator menyatakan akan melakukan pemeriksaan di tempat terhadap Bithumb, dan tidak menutup kemungkinan memperluas inspeksi ke exchange kripto lain jika ditemukan kejanggalan dalam sistem pengendalian internal, kepemilikan aset, maupun operasional, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters.
Harga Bitcoin anjlok
ilustrasi harga Bitcoin. Harga Bitcoin terus anjlok. Harga bitcoin kembali terperosok dan sempat menyentuh 60.062 dollar AS. Dalam sepekan, harga kripto terbesar dunia ini sudah anjlok hampir 30 persen.
Harga Bitcoin sendiri sedang tertekan selama beberapa waktu terakhir. Pantauan KompasTekno dari laman CoinMarkerCap, Senin (9/2/2026) pagi, aset kripto paling bernilai di dunia ini diperdagangkan di level 70.000 dollar AS (sekitar Rp 1,18 miliar) dengan kurs Rp 16.873.
Baca juga: Harga Bitcoin Terjun Bebas ke 64.000 Dollar, Ini Penyebabnya
Nilai ini sudah membaik dari pekan lalu di mana BTC sempat anjlok dan diperdagangkan di area 60.000 dollar AS atau setara Rp 1,01 miliar per kepingnya.
Level ini menjadi posisi terendah sejak 6 November 2024, ketika Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran 68.898 dollar AS atau sekitar Rp 1,16 miliar per keping.
Jika ditarik lebih jauh, Bitcoin sudah berada dalam tren penurunan selama lebih dari tiga bulan. Dari rekor tertinggi 126.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,12 miliar yang dicapai pada Oktober 2025, harga Bitcoin kini telah jatuh lebih dari 45 persen.
Artinya, harga Bitcoin telah menguap sekitar 62.000 dollar AS atau setara Rp 1,04 miliar hanya dalam kurun waktu empat bulan.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa tekanan terhadap harga Bitcoin belum berakhir. Tren pergerakan Bitcoin dinilai masih berada dalam fase bearish dan berpotensi turun ke level 50.000-an dollar AS dalam waktu dekat.
Analis pasar Eric Crown menilai penurunan harga Bitcoin belum selesai. Ia memperkirakan Bitcoin masih bisa melemah ke kisaran 55.000–60.000 dollar AS sebelum menemukan titik stabil.
KompasTekno menegaskan bahwa artikel ini merupakan pemberitaan terkini terkait industri kripto dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan membeli atau menjual aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Tag: #niat #bagi #bagi #23000 #platform #kripto #hampir #rugi #triliun