Usai Rambah Al dan Keamanan Siber, MDI Ventures Masuk Fase Uji Nyata Nilai Investasi
- Setelah fase agresif investasi di sektor teknologi strategis sepanjang 2025, MDI Ventures mulai menggeser fokus bisnisnya.
Perusahaan modal ventura korporasi (CVC) milik Telkom Group ini kini menempatkan optimalisasi nilai portofolio sebagai prioritas utama, dengan memperkuat sinergi antara startup teknologi, Telkom Group, dan ekosistem BUMN.
Langkah ini menandai perubahan pendekatan dari sekadar penanaman modal ke arah penciptaan dampak bisnis yang lebih terukur.
Sepanjang 2025, MDI tercatat berinvestasi di sejumlah sektor yang tengah naik daun, seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan blockchain, melalui portofolio antara lain Cyfirma, Whale, dan IDRX.
Namun memasuki 2026, fokusnya bukan lagi pada kuantitas investasi, melainkan pada seberapa jauh solusi startup dapat diadopsi dan diimplementasikan oleh sektor enterprise.
MDI memposisikan diri sebagai penghubung antara inovasi teknologi dan kebutuhan korporasi besar, terutama BUMN, yang kerap menghadapi tantangan dalam mengadopsi solusi digital secara cepat.
Tolok ukur keberhasilan kolaborasi pun dibuat lebih konkret, mulai dari proyek percontohan yang berlanjut ke implementasi, jalur go-to-market yang jelas, hingga peluang replikasi lintas entitas.
“Salah satu tantangan terbesar kolaborasi startup dan enterprise adalah memastikan sejak awal bahwa solusi yang ditawarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan bisnis dan dapat dieksekusi,” ujar Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto di Jakarta, Jumat (6/2).
Menurutnya, banyak inisiatif berhenti di tahap diskusi karena ketidaksesuaian ekspektasi antara teknologi yang ditawarkan dan realitas operasional perusahaan besar.
Pendekatan tersebut tercermin dalam sinergi antara Digiserve by Telkom Indonesia dan Cyfirma, salah satu perusahaan portofolio MDI di bidang keamanan siber.
Kapabilitas Cyber Threat Intelligence (CTI) Cyfirma kini terintegrasi ke dalam portofolio solusi Telkom.
Langkah ini memungkinkan pelanggan enterprise tidak hanya memantau potensi ancaman siber, tetapi juga memetakan risiko dan langkah mitigasi secara lebih dini.
Integrasi ini mencerminkan arah baru MDI yang menekankan kesiapan implementasi dan kejelasan nilai bisnis.
Di luar aspek teknologi, MDI juga menyoroti pentingnya tata kelola dan kepercayaan sebagai fondasi penciptaan nilai jangka panjang.
Bagi CVC yang beroperasi di persimpangan antara startup, korporasi, dan regulator, transparansi menjadi faktor krusial agar proses investasi dan kemitraan tetap kredibel di tengah dinamika industri yang bergerak cepat.
Upaya memperkuat kepercayaan tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Synergy Innovation Week 2025 bersama AMVESINDO.
Forum ini mempertemukan startup portofolio, Telkom Group, dan berbagai entitas BUMN, sekaligus membuka ruang diskusi lintas pemangku kepentingan, termasuk regulator dan lembaga negara, untuk membahas keselarasan tata kelola dalam pengembangan ekosistem inovasi.
MDI juga memperkuat aspek internal dengan mengantongi sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Serta mempertahankan predikat Indonesia Trusted Company dari Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) pada akhir 2025.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas operasional, terutama dalam kerja sama yang melibatkan banyak pihak dan nilai transaksi yang tidak kecil.
Ke depan, MDI Ventures menyatakan akan melanjutkan strategi pendalaman sinergi portofolio secara lebih terstruktur dan berorientasi eksekusi.
Fokusnya adalah membangun pola kolaborasi yang dapat direplikasi dan diperluas, sehingga investasi tidak berhenti pada kepemilikan saham, tetapi berujung pada penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi ekosistem industri digital nasional.
Tag: #usai #rambah #keamanan #siber #ventures #masuk #fase #nyata #nilai #investasi