Dua Anak di Bawah Umur Diculik, Diduga Kenal Pelaku dari ''Roblox''
Ilustrasi game Roblox.(Roblox)
11:06
7 Februari 2026

Dua Anak di Bawah Umur Diculik, Diduga Kenal Pelaku dari ''Roblox''

– Dua anak di bawah umur diselamatkan aparat setelah diduga diculik pria berusia 19 tahun yang dikenal lewat game online Roblox.

Kedua korban merupakan kakak-adik perempuan berusia 12 dan 15 tahun. Kasus ini bermula di Martin County, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, sebelum keduanya akhirnya ditemukan di Negara Bagian Georgia pada Minggu (2/2/2026) dini hari waktu setempat.

Penyelamatan dilakukan setelah polisi patroli jalan tol Georgia (Georgia State Highway Patrol) menghentikan sebuah kendaraan yang diduga terkait dengan pelaku.

Dalam konferensi pers yang diunggah di akun resmi Facebook Martin County Sheriff’s Office, Sheriff Martin County, Florida, John Budensiek, mengatakan kedua anak tersebut ditemukan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka fisik.

Baca juga: 8 Menit di Roblox, Konser Bruno Mars Ditonton 12 Juta Orang

Terduga pelaku yang berinisial Hser Mu Lah Say (19), warga Omaha, Nebraska, kini ditahan di Georgia.

Ia didakwa atas dua tuduhan penculikan dan dua tuduhan menghalangi hak asuh anak di Martin County, Florida.

Meski proses penyelamatan terjadi di Georgia, hukum yang digunakan dalam penanganan kasus ini mengacu pada hukum Negara Bagian Florida.

Pasalnya, kedua korban merupakan warga setempat di sana dan dinyatakan hilang dari wilayah tersebut.

Berawal dari Roblox, berlanjut ke Snapchat

Menurut keterangan kepolisian, komunikasi antara pelaku dan kedua korban diduga bermula sekitar musim panas 2025 melalui platform game online Roblox, sebelum kemudian berlanjut ke aplikasi pesan Snapchat.

“Kami menemukan jejak komunikasi yang intens antara tersangka dan kedua anak ini,” ujar Budensiek dalam konferensi pers, Senin (3/2/2026) waktu setempat.

Ia menyebut kasus ini tetap dikategorikan sebagai penculikan, meski korban diketahui pergi secara sukarela.

Hal itu disebabkan usia korban yang masih di bawah umur dan dibawa lintas negara bagian tanpa izin orang tua.

Keluarga korban sebelumnya juga melaporkan sejumlah kejanggalan, termasuk adanya hadiah makanan yang kerap dikirim ke rumah.

Polisi menduga hal tersebut merupakan bagian dari proses grooming atau pendekatan emosional yang dilakukan pelaku terhadap korban.

Baca juga: Game Roblox Pemecah Rekor Ini Kini Sepi Pemain

Sempat dilaporkan hilang

Poster hilang dan keterangan gambar mobil dan wajah terduga dan pelaku penculikan.Facebook/MartinCountySheriffOffice Poster hilang dan keterangan gambar mobil dan wajah terduga dan pelaku penculikan.

Sebelum ditemukan, kedua anak tersebut sempat dilaporkan hilang pada Sabtu (1/2/2026) sore waktu setempat.

Sebelumnya, ponsel mereka sempat disita keluarga sebagai hukuman setelah pergi ke taman setempat tanpa izin. Namun, keduanya kemudian meninggalkan rumah untuk bertemu dengan pelaku.

Dari hasil penyelidikan perangkat digital korban, polisi menemukan bukti rencana pelaku untuk menjemput kedua anak tersebut di Indiantown, sebuah desa di Florida, dan membawa mereka keluar wilayah.

Pelaku diketahui berangkat dari Nebraska pada Jumat (31/1/2026) dan tiba di Indiantown keesokan harinya.

Aparat kemudian melacak rute perjalanan pelaku hingga akhirnya kendaraan yang ditumpanginya dihentikan di Georgia.

Budensiek kembali mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas daring anak-anak.

“Tidak ada aplikasi online yang benar-benar aman. Jika anak bisa berkomunikasi dengan orang asing secara diam-diam dari kamar mereka, itu bisa menjadi masalah serius. Orang tua harus waspada,” ujarnya.

Baca juga: Roblox Down Jumat Siang, Situs Web Tak Bisa Diakses

Roblox dan Snapchat angkat bicara

Ilustrasi game Roblox.Gamequitters.com Ilustrasi game Roblox.

Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut dan akan bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum.

Ia menegaskan Roblox telah memiliki kebijakan keamanan berlapis, termasuk filter komunikasi dan pembatasan interaksi berdasarkan usia.

“Kami memiliki sistem pemeriksaan usia secara global untuk membatasi anak-anak dan remaja agar secara default hanya dapat berkomunikasi dengan pengguna seusia mereka," ujar Kaufman dalam pernyataan kepada ABCNews, dikutip KompasTekno.

"Meski tidak ada sistem yang sempurna, komitmen kami terhadap keamanan tidak pernah berhenti, dan kami terus memperkuat perlindungan demi menjaga keselamatan pengguna,” imbuh dia.

Sementara itu, juru bicara Snapchat (Snap Inc.) menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan menegaskan komitmen perusahaan dalam memerangi eksploitasi anak.

“Hati kami bersama para remaja dan keluarga yang terdampak insiden tragis ini. Eksploitasi terhadap anak merupakan kejahatan yang sangat keji, dan kami berkomitmen untuk memeranginya,” ujar pihak Snapchat.

Baca juga: Roblox Down Jumat Siang, Situs Web Tak Bisa Diakses

Ilustrasi Snapchatcnet.com Ilustrasi Snapchat

“Meski tidak ada satu fitur keamanan atau kebijakan pun yang dapat menghilangkan seluruh potensi ancaman, kami terus menyesuaikan strategi seiring pelaku kejahatan yang terus mengembangkan taktik mereka,” tambah Snapchat.

Snapchat menetapkan usia minimum pengguna 13 tahun. Pengguna berusia 13–15 tahun memiliki pembatasan akses, termasuk tidak dapat mengatur profil menjadi publik.

Untuk Roblox, platform game sandbox ini mewajibkan pengguna berusia minimal 5 tahun sebelum membuat akun. 

Adapun seluruh pengguna di bawah 13 tahun di Roblox akan memiliki pembatasan fitur komunikasi untuk alasan keamanan.

Belum ada informasi bagaimana cara kedua anak di atas bisa berkomunikasi dengan pengguna dengan usia lebih tua di Roblox dan Snapchat. 

Tag:  #anak #bawah #umur #diculik #diduga #kenal #pelaku #dari #roblox

KOMENTAR