Kenapa HP Terasa Kencang di Awal, tapi Lemot Setahun Kemudian?
Ilustrasi perempuan menggunakan ponsel. (Dok. Freepik/Freepik)
14:06
4 Februari 2026

Kenapa HP Terasa Kencang di Awal, tapi Lemot Setahun Kemudian?

- Smartphone yang baru dibuka dari kemasannya biasanya memiliki performa yang kencang. Membuka dan menjalankan aplikasi maupun fungsi apapun juga akan terasa lancar tanpa adanya hambatan.

Misalnya saat kamera, navigasi menu, beralih antar aplikasi, dan lain sebagainya. Namun seiring waktu, kinerja smartphone akan terasa melambat.

Melambatnya performa ponsel terasa misalnya ketika membuka aplikasi menjadi lebih lama, pemrosesan gambar yang lamban, pengetikan tombol keyboard yang terkadang delay, dan lain sebagainya.

Seringkali, kendala itu juga membuat pengguna kesal karena menghambat aktivitas maupun produktivitasnya. Lantas apa sebenarnya musabab HP lambat atau "lemot" setelah digunakan berbulan-bulan?

Secara umum, pelambatan kinerja ponsel terjadi karena sejumlah faktor, di mana ponsel menghadapi beban yang lebih tinggi, sementara kemampuannya tetap sama. Karena itu, kinerjanya jadi terasa melambat. Rincian penyebabnya sebagai berikut.

1. Pembaruan sistem dan aplikasi

Fitur pada sistem operasi dan aplikasi terus bertambah seiring waktu. Begitu pula dengan efek visualnya yang ditingkatkan, hingga fungsi penambahan fungsi baru.

Baca juga: Awan Gelap Menanti Penjualan Smartphone 2026

Nah, setiap pembaruan itu memerlukan pemrosesan daya dan memori yang lebih besar dibanding versi sebelumnya, sedangkan spesifikasi teknis ponsel tetap sama, sehingga membuat kinerja ponsel terasa lemot.

2. Penumpukkan aplikasi

Berbagai layanan kini bisa diakses lewat aplikasi di ponsel. Tanpa sadar, dukungan ini membuat setiap pengguna smartphone memasang puluhan aplikasi, walaupun aplikasinya tidak selalu dipakai secara rutin.

Nah, aplikasi-aplikasi itu menjalankan proses di background, mengonsumsi memori, hingga menguras sumber daya ponsel, walaupun sedang tidak dibuka.

ilustrasi aplikasi populer pada ponsel yang dibikin oleh intelijen Israel.canva.com ilustrasi aplikasi populer pada ponsel yang dibikin oleh intelijen Israel.

Contohnya aplikasi media sosial, layanan pesan instan, hingga aplikasi produktivitas yang kerap memperbarui konten hingga mengirimkan notifikasi secara otomatis, sehingga membebani sistem.

3. Masalah storage

Seiring waktu, foto, video, hingga data aplikasi akan mengonsumsi ruang penyimpanan ponsel. Kondisi ini juga mempersempit ruang penyimpanan yang ditujukan untuk pengoperasian sistem.

Ketika penyimpanan internal ponsel penuh, sistem operasi hanya akan memiliki lebih sedikit ruang untuk file sementara dan cache. Kondisi ini memaksa perangkat untuk bekerja lebih keras dalam mengelola data, sehingga peluncuran aplikasi jadi lebih lambat dan respons ponsel secara umum juga tak optimal.

Baca juga: 5 Besar Vendor Smartphone Teratas Global Tahun 2025

Cara merawat performa ponsel

Untuk menjaga agar kinerja ponsel tetap lancar, Anda bisa melakukan perawatan secara rutin. Beberapa praktik perawatan ini cukup sederhana, tetapi bisa dijalankan untuk meminimalisasi efek pelambatan performa ponsel. Berikut rincian caranya.

1. Kelola penyimpanan

Atur penyimpanan dengan menghapus aplikasi yang tidak dipakai, membersihkan data cache secara rutin, dan memindahkan foto serta video ke cloud atau penyimpanan eksternal.

Sisakan setidaknya 10-15 persen ruang penyimpanan internal untuk kinerja sistem yang optimal.

2. Atur aplikasi di background

Nonaktifkan aplikasi yang dinilai tidak perlu update terus-menerus. Matikan juga layanan lokasi untuk aplikasi yang tidak perlu, hingga tinjau pengaturan notifikasi serta kurangi peringatan yang tidak perlu dan memicu proses di latar belakang.

Aplikasi AI Doubao buatan Bytedance di ponselTechNode Aplikasi AI Doubao buatan Bytedance di ponsel

3. Rutin restart

Me-restart ponsel setip pekan akan membantu Anda membersihkan ponsel dari file sementara dan me-refresh proses sistem. Upaya sederhana ini akan meredakan masalah performa dan membantu ponsel berjalan lebih efisien.

Pasalnya, selama restart, ponsel akan membersihkan data cache dan mengatur ulang proses di background.

4. Pakai antarmuka minimalis

Selain tiga cara sebelumnya, menonaktifkan animasi yang tidak diperlukan, mematikan live wallpaper, serta mengurangi kecerahan layar juga dapat memangkas beban kerja prosesor ponsel.

Praktik ini juga bisa menghemat dan memperpanjang masa pakai baterai perangkat, dihimpun KompasTekno dari SamMobile.

Tag:  #kenapa #terasa #kencang #awal #tapi #lemot #setahun #kemudian

KOMENTAR