Elon Musk Ramal Populasi Robot Lampaui Manusia
Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)
15:36
4 Februari 2026

Elon Musk Ramal Populasi Robot Lampaui Manusia


– Elon Musk akhirnya tampil perdana di panggung World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pekan lalu.

Dalam debutnya di forum elit ekonomi global tersebut, CEO Tesla dan SpaceX itu langsung melontarkan prediksi yang mencengangkan tentang masa depan hubungan manusia dan mesin. Musk meramalkan, populasi robot humanoid di Bumi suatu saat akan melampaui jumlah manusia.

Menurut perhitungannya, rasio robot terhadap manusia bisa melampaui satu banding satu. Artinya, ketika populasi manusia berada di kisaran 8 miliar, jumlah robot yang beroperasi justru bisa jauh lebih besar.

Prediksi ini, kata Musk, bukan sekadar imajinasi fiksi ilmiah, melainkan gambaran perubahan fundamental ekonomi global yang kian bergantung pada kecerdasan buatan dan otomatisasi, di mana produktivitas tidak lagi dibatasi oleh jumlah tenaga kerja manusia.

Baca juga: Ini Isi Epstein File yang Catut Nama Bill Gates dan Elon Musk

Taruhan besar Tesla di bisnis robot

Optimisme Elon Musk soal “banjir” robot humanoid tak lepas dari strategi jangka panjang Tesla yang kian fokus ke AI dan robotika. Bagi Tesla, robot bukan lagi proyek eksperimental, melainkan aset strategis yang diyakini mampu menyumbang nilai lebih besar dibanding bisnis mobil listrik.

Keyakinan tersebut menjadi alasan utama para pemegang saham menyetujui paket kompensasi Musk senilai 56 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16.000 triliun.

Investor menaruh harapan besar bahwa Musk dapat mengantarkan Tesla bertransformasi dari produsen otomotif menjadi pemain utama di industri AI dan robot humanoid.

Jika Optimus berhasil diproduksi dan dikomersialisasikan secara luas, valuasi Tesla diprediksi akan melonjak tajam.

Antara optimisme ekonomi dan peringatan risiko AI

Meski begitu, Musk tak menutup mata terhadap sisi gelap perkembangan AI. Di forum Davos, ia kembali mengingatkan bahwa kehadiran miliaran robot cerdas di masa depan harus diiringi pengawasan dan regulasi yang ketat.

Menurut Musk, tanpa kontrol yang jelas, AI berpotensi berkembang ke arah yang justru membahayakan manusia.

Ia menekankan bahwa tujuan akhir pengembangan teknologi ini bukan semata efisiensi atau keuntungan ekonomi, melainkan memastikan dampaknya tetap membawa manfaat bagi umat manusia secara luas.

"Kita harus memastikan bahwa hasilnya baik untuk umat manusia," pungkas Musk, menutup visinya tentang masa depan yang penuh sesak oleh robot.

Baca juga: Nama Elon Musk dan Bill Gates Terseret Skandal Epstein Files

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #elon #musk #ramal #populasi #robot #lampaui #manusia

KOMENTAR