China Larang Gagang Pintu Otomatis di Mobil karena Rawan Kecelakaan
Gagang pintu tarik otomatis di mobil listrik Tesla Model YL, ketika dipamerkan di Beijing, China, 3 Februari 2026.(AFP/PEDRO PARDO)
16:00
4 Februari 2026

China Larang Gagang Pintu Otomatis di Mobil karena Rawan Kecelakaan

- Pemerintah China melarang penggunaan gagang pintu otomatis yang dapat ditarik pada mobil, menyusul kekhawatiran akan keselamatan penumpang jika terjadi kecelakaan.

Larangan tersebut mulai berlaku tahun depan dan mewajibkan semua kendaraan memiliki gagang pintu, baik di bagian dalam maupun luar, yang dapat dibuka secara manual saat terjadi kecelakaan atau mati daya.

"Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat desain keselamatan otomotif," kata Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Tesla Keok, Mobil Listrik Xiaomi Kini Rajai Jalanan

Selain mewajibkan sistem mekanis, aturan baru juga mengatur lokasi pemasangan gagang pintu serta kewajiban produsen menempatkan tanda petunjuk di dekat gagang pintu bagian dalam.

Gagang pintu tarik otomatis menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kendaraan listrik.

Di Amerika Serikat (AS), fitur ini hadir pada sejumlah model seperti Tesla dan Hyundai Ioniq.

Sementara di China, keberadaannya semakin umum, mengingat hampir separuh mobil baru yang terjual merupakan kendaraan listrik atau hibrida plug-in.

Gagang pintu tarik otomatis di mobil listrik Tesla Model YL, ketika dipamerkan di Beijing, China, 3 Februari 2026.AFP/PEDRO PARDO Gagang pintu tarik otomatis di mobil listrik Tesla Model YL, ketika dipamerkan di Beijing, China, 3 Februari 2026.Berbeda dengan gagang pintu konvensional yang selalu menonjol dan bisa langsung digenggam, gagang pintu tarik otomatis menyatu ke dalam bodi kendaraan dan baru muncul saat dibutuhkan.

Fungsinya diaktifkan secara otomatis melalui remote, ponsel, atau secara manual dengan tekanan tangan. Pabrikan mengeklaim fitur ini mampu meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Namun, tidak semua konsumen merasa nyaman. Sebagian pengguna menganggap fitur ini tidak praktis, bahkan membahayakan.

Baca juga: Minat Warga Singapura pada Mobil Listrik Menurun, Mau Kembali ke Mobil Bensin

Berdasarkan data JD Power, pada 2024 pemilik kendaraan listrik mencatat 3,1 masalah per 100 kendaraan terkait gagang pintu tarik otomatis.

Angka ini meningkat signifikan dari 0,2 masalah per 100 kendaraan pada 2020.

Mobil listrik Tesla Model YL saat dipamerkan di Beijing, China, 3 Februari 2026.AFP/PEDRO PARDO Mobil listrik Tesla Model YL saat dipamerkan di Beijing, China, 3 Februari 2026.Masalah juga ditemukan pada bagian dalam mobil. Beberapa kendaraan kini mengandalkan tombol elektronik untuk membuka pintu, meski biasanya tetap disertai pembuka mekanis.

Namun, letak tuas manual ini seringkali tidak jelas bagi pengguna.

Regulator keselamatan otomotif AS pun telah membuka penyelidikan terhadap Tesla Model 3 tahun produksi 2022, menyusul laporan bahwa mekanisme pembuka pintu mobil tersebut tidak mudah diakses.

Langkah tegas China ini dibuat setelah terjadinya kecelakaan fatal.

Pada Oktober 2025, mobil listrik Xiaomi SU7 Ultra kecelakaan yang mengakibatkan setidaknya satu penumpang terjebak di dalam mobil karena pintu tidak dapat dibuka.

SU7 Ultra menggunakan gagang pintu tarik otomatis. Xiaomi tidak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Meski aturan baru berlaku mulai tahun depan, Pemerintah China memberikan masa transisi.

Bagi kendaraan yang desainnya telah disetujui dan akan segera diluncurkan, perubahan desain gagang pintu harus dilakukan paling lambat Januari 2029.

Baca juga: Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol

Tag:  #china #larang #gagang #pintu #otomatis #mobil #karena #rawan #kecelakaan

KOMENTAR