Misteri Kematian Saif Anak Muammar Khadafi: 4 Pelaku Bertopeng, CCTV Mati
Saif Al Islam Khadafi, anak dari mantan diktator Libya Muammar Khadafi, saat diwawancarai wartawan di Tripoli, 26 Februari 2011. Saif tewas di rumahnya setelah ditembak empat pria bersenjata pada 3 Februari 2026.(AFP/MAHMUD TURKIA)
15:24
4 Februari 2026

Misteri Kematian Saif Anak Muammar Khadafi: 4 Pelaku Bertopeng, CCTV Mati

- Saif Al Islam Khadafi, anak kedua sekaligus tokoh paling menonjol dari mantan diktator Libya Muammar Khadafi, tewas dalam serangan bersenjata di Zintan, Libya barat daya, Selasa (3/2/2026).

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pengacara Saif, Khaled Al Zaidi, dan penasihat politiknya, Abdulla Othman, melalui unggahan terpisah di Facebook. Keduanya tidak merinci lebih lanjut kronologi peristiwa tersebut.

Mengutip laporan media lokal Fawasel Media, Othman menyatakan bahwa Saif tewas oleh kelompok bersenjata yang menyerbu kediamannya.

Baca juga: Anak Muammar Khadafi Tewas Dibunuh Geng Bersenjata

“Empat pria bertopeng menyerbu rumah dan membunuhnya dalam pembunuhan pengecut dan keji,” tulis tim politik Khadafi dalam pernyataan resmi yang dikutip Al Jazeera.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa sebelum tewas, Saif sempat melakukan perlawanan terhadap para penyerang. Kelompok bersenjata itu terlebih dahulu mematikan kamera pengawas di kediaman korban.

Sementara itu, informasi berbeda disampaikan oleh saudari Saif. Mengutip BBC, ia mengklaim bahwa kematian Saif terjadi di dekat perbatasan Libya-Aljazair.

Menyikapi peristiwa ini, mantan Ketua Dewan Negara Tinggi Libya yang berbasis di Tripoli, Khaled Al Mishri, menyerukan dilakukannya penyelidikan yang mendesak dan transparan terhadap pembunuhan anak Muammar Khadafi tersebut.

Baca juga: Sebelum Tewas Ditembak 4 Orang, Anak Muammar Khadafi Dapat Peringatan

Sosok yang disebut calon pewaris

Anak Muammar Khadafi, Seif Al Islam Khadafi, saat mengumumkan penarikan dirinya dari kehidupan politik pada 20 Agustus 2008 di Kota Sebha, Libya. Seif tewas ditembak geng bersenjata di rumahnya pada 3 Februari 2026.AFP/MAHMUD TURKIA Anak Muammar Khadafi, Seif Al Islam Khadafi, saat mengumumkan penarikan dirinya dari kehidupan politik pada 20 Agustus 2008 di Kota Sebha, Libya. Seif tewas ditembak geng bersenjata di rumahnya pada 3 Februari 2026.Lahir di Tripoli pada Juni 1972, Saif Al Islam dikenal sebagai sosok cerdas, terpelajar, dan fasih berbahasa Inggris.

Ia sempat mengenyam pendidikan tinggi di London School of Economics dan kerap dipandang sebagai wajah moderat dalam lingkar kekuasaan sang ayah.

Saif memainkan peran strategis dalam memperbaiki hubungan Libya dengan negara-negara Barat, termasuk saat memimpin negosiasi penghentian program senjata pemusnah massal.

Ia juga berperan dalam proses pemberian kompensasi atas tragedi bom Pan Am Flight 103 di Lockerbie, Skotlandia, pada 1988.

Saif sempat menyerukan reformasi politik di Libya, seperti pembentukan konstitusi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Sikap ini menjadikannya sosok yang dianggap memiliki visi reformis di mata internasional.

Namun, ketika gelombang Arab Spring mengguncang Libya pada 2011, ia memilih bertahan bersama ayahnya dan terlibat dalam penindasan terhadap kelompok oposisi.

“Kita berjuang di sini di Libya, kita mati di sini di Libya,” ucap Saif dalam wawancara dengan Reuters saat itu.

Ia juga memperingatkan bahwa konflik akan membawa kehancuran besar di Libya. “Seluruh Libya akan hancur. Kita akan membutuhkan 40 tahun untuk mencapai kesepakatan tentang bagaimana menjalankan negara ini,” katanya.

Baca juga: Kronologi Saif Anak Muammar Khadafi Tewas, 4 Pria Bertopeng Serbu Rumahnya

Dicari ICC, ditangkap milisi

Anak Muammar Khadafi, Saif Al Islam Khadafi, tampil di televisi saat diwawancara dalam siaran langsung di Kota Zintan, Libya, 27 April 2014. Saif tewas ditembak di rumahnya pada 3 Februari 2026.AFP/MAHMUD TURKIA Anak Muammar Khadafi, Saif Al Islam Khadafi, tampil di televisi saat diwawancara dalam siaran langsung di Kota Zintan, Libya, 27 April 2014. Saif tewas ditembak di rumahnya pada 3 Februari 2026.Pada Februari 2011, Saif Al Islam masuk daftar sanksi PBB dan dilarang bepergian ke luar negeri. Ia juga dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan selama konflik di Libya.

Setelah oposisi berhasil merebut Tripoli, Saif mencoba melarikan diri ke Niger dengan menyamar sebagai anggota suku Badui.

Upaya pelarian itu gagal. Ia ditangkap di tengah gurun oleh milisi Brigade Abu Bakr Sadik dan diterbangkan ke Zintan.

Pada 2015, pengadilan di Tripoli menjatuhkan hukuman mati in absentia terhadap Saif setelah Pemerintah Libya mendapatkan kewenangan mengadilinya.

Akan tetapi, dua tahun kemudian, ia dibebaskan sebagai bagian dari program amnesti umum. Sejak saat itu, ia memilih hidup dalam persembunyian di Zintan.

Baca juga: Profil Saif al-Islam, Anak Muammar Khadafi yang Tewas Dibunuh Geng Bersenjata

Seif Al Islam Khadafi, anak dari mantan diktator Libya Muammar Khadafi, saat muncul di kompleks permukiman Ibu Kota Tripoli, Libya, 23 Agustus 2011 dini hari. Seif tewas ditembak geng bersenjata di rumahnya pada 3 Februari 2026.AFP/IMED LAMLOUM Seif Al Islam Khadafi, anak dari mantan diktator Libya Muammar Khadafi, saat muncul di kompleks permukiman Ibu Kota Tripoli, Libya, 23 Agustus 2011 dini hari. Seif tewas ditembak geng bersenjata di rumahnya pada 3 Februari 2026.Pada November 2021, nama Saif Al Islam kembali mencuat ke publik setelah ia mengumumkan pencalonan dirinya dalam pemilihan presiden Libya.

Langkah itu memicu penolakan dari berbagai kekuatan politik, baik di Libya bagian barat maupun timur. Penolakannya diperkuat dengan status hukum Saif yang masih kontroversial.

Meski mencoba mengajukan banding atas vonis mati yang dijatuhkan kepadanya, akses menuju pengadilan sempat diblokade oleh sekelompok pasukan.

Kisruh hukum tersebut turut menyebabkan mandeknya proses pemilu, yang pada akhirnya memperburuk kebuntuan politik di negara itu.

Sejak saat itu, Saif tetap berada di Zintan hingga akhirnya tewas dalam serangan bersenjata pada 3 Februari 2026.

Hingga kini, identitas pelaku maupun motif pembunuhan masih belum diungkap oleh otoritas Libya.

Tag:  #misteri #kematian #saif #anak #muammar #khadafi #pelaku #bertopeng #cctv #mati

KOMENTAR