Pejabat Pajak-Bea Cukai Kena OTT KPK, Purbaya Tak Akan Minta Tolong Prabowo
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
17:38
4 Februari 2026

Pejabat Pajak-Bea Cukai Kena OTT KPK, Purbaya Tak Akan Minta Tolong Prabowo

- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak akan minta tolong ke Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pejabat Bea Cukai dan Pajak yang kena OTT KPK di Jakarta dan Banjarmasin.

Purbaya menyampaikan tidak akan melakukan intervensi hukum, meski akan tetap mendampingi anak buahnya.

Hal tersebut Purbaya sampaikan dalam rapat Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: KPK OTT soal Bea Cukai dan Pajak, Purbaya: Shock Therapy buat Pegawai

"Begini, saya akan mendampingi mereka terus secara hukum. Tapi, tidak akan intervensi hukum dalam pengertian, saya misalnya datang ke Presiden minta KPK untuk hentikan kasus atau Kejaksaan untuk hentikan kasus seperti di masa lalu," ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan, ia akan membiarkan proses hukum berjalan seadil-adilnya.

Jika memang pejabat Kemenkeu itu bersalah, kata Purbaya, maka hukum tidak boleh diintervensi.

"Kalau salah ya bersalah, tapi kalau enggak ya jangan di-abuse gitu kira-kira. Tapi, kita enggak akan intervensi hukum," imbuh dia.

Baca juga: KPK Sebut OTT di Jakarta Terkait Kasus di Ditjen Bea Cukai

Diberitakan sebelumnya, KPK melaksanakan OTT pada hari ini, yakni di Banjarmasin dan Jakarta.

OTT di Banjarmasin disebut terkait dugaan korupsi mengenai restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak Banjarmasin.

Sedangkan, OTT di Jakarta berkaitan dugaan korupsi di Ditjen Bea dan Cukai.

Tag:  #pejabat #pajak #cukai #kena #purbaya #akan #minta #tolong #prabowo

KOMENTAR