Dapat Gaji Besar di Super League, Pemain Keturunan Rela Alami Kemunduran Karier
Mauro Zijlstra Bakal Jadi Tumpuan Lini Serang Persija Jakarta di BRI Super League. [Kolase Suara.com]
19:54
4 Februari 2026

Dapat Gaji Besar di Super League, Pemain Keturunan Rela Alami Kemunduran Karier

Baca 10 detik
  • Banyak pemain keturunan kini bergabung dengan klub Super League Indonesia untuk musim 2025/2026, termasuk Mauro Zijlstra di Persija Jakarta.
  • Pengamat menilai kepindahan para pemain dari Eropa ke Liga Indonesia merupakan kemunduran karier mereka secara kualitas kompetisi.
  • Gaji yang lebih menggiurkan dan kesempatan bermain reguler menjadi faktor utama pemain memilih bergabung klub-klub Indonesia.

Maraknya sejumlah pemain keturunan yang hijrah ke Super League alias kompetisi kasta tertinggi di Indonesia jadi sorotan.

Gaji yang menggiurkan sepertinya membuat mereka tidak terlalu memperdulikan kemunduran karier.

Sejumlah pemain keturunan berlabel Timnas Indonesia kini sudah sah menjadi bagian dari Super League 2025/2026. Terbaru, Mauro Zijlstra telah diresmikan Persija Jakarta di bursa transfer paruh musim.

Sebelum itu, Macan Kemayoran juga merekrut Shayne Pattynama pemain naturalisasi andalan Timnas Indonesia. Tim kesayangan Jakmania itu juga punya Jordi Amat yang sudah didatangkan sejak awal musim.

Bukan cuma Persija saja yang borong pemain keturunan. Persib Bandung juga punya tiga pemain naturalisasi yakni Thom Haye dan Eliano Reijnders yang hadir di awal musim, kemudian Dion Markx datang baru-baru ini.

Pemain Persib Bandung, Eliano Reijnders saat menghadapi Lion City Sailors di laga pembuka Grup G AFC Champions League II 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat. [Dok. Persib] PerbesarPemain Persib Bandung, Eliano Reijnders saat menghadapi Lion City Sailors di laga pembuka Grup G AFC Champions League II 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat. [Dok. Persib]

Dewa United juga punya pemain keturunan yakni Rafael Struick. Kabarnya, tim asuhan Jan Olde Riekerink ini juga akan datangkan Ivar Jenner.

Satu pemain keturunan yang juga bergabung dengan tim Super League di awal musim ini adalah Jens Raven. Bomber masa depan Timnas Indonesia itu memilih berbaju Bali United.

Pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit Budi Handoyo mengakui hadirnya pemain-pemain keturunan di Super League sebagai kemunduran karier.

"Kalau mau dikatakan apakah ini jadi kemunduran karier buat mereka, kalau menurut saya, ya suka tidak suka, itu kemunduran buat mereka," kata Kesit kepada Suara.com, Rabu (4/2/2026).

Sebelum hijrah ke Tanah Air, sebagian besar dari mereka merumput di Eropa. Hanya Shayne Pattynama saja yang berkompetisi di Thailand bersama Buriram United.

Namun, secara kualitas, kompetisi di Thailand masih lebih baik dari Indonesia. Apalagi Eropa, sangat jauh levelnya dari Indonesia.

"Karena level dari kompetisi di mana para pemain diaspora ini saat ini bermain itu kan beda levelnya dengan kompetisi di Indonesia," tegasnya.

"Kita di ASEAN saja masih kalah sama Thailand, iya kan? Kita masih kalah sama Vietnam. Jadi kalau di Eropa kan kita tahu kualitas kompetisinya memang sudah bagus."

"Kalau kemudian para pemain diaspora Indonesia hijrah bermain di klub-klub Liga Indonesia, ya lagi-lagi menurut saya itu sebuah kemunduran," ia menambahkan.

Menurut Kesit ada sejumlah pertimbangan yang membuat Shayne Pattynama dan kawan-kawan memilih ke Tanah Air. Salah satunya adalah sulitnya mendapat menit bermain di klub sebelumnya.

Memang, beberapa nama yang kini hijrah ke Indonesia lebih sering menghuni bangku cadangan di tim lama. Adanya tawaran dari klub Super League, tentu cukup menggiurkan karena potensi besar mendapat banyak menit tampil.

Apalagi, klub-klub di Indonesia disebut-sebut rela membayar mahal untuk jasa mereka. Selain berlabel pemain naturalisasi tim nasional, tentu bisa mendongkrak popularitas klub.

"Ya daripada menjadi cadangan, kemudian ada tawaran ke klub Indonesia, ya saya pikir itu akhirnya menjadi pilihan mereka," ucapnya.

"Toh kalau dilihat dari penghasilan mungkin, kontrak dengan klub di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan klub asal mereka pada saat ini atau klub yang saat ini mereka huni," tutup Kesit.

Editor: Ronald Seger Prabowo

Tag:  #dapat #gaji #besar #super #league #pemain #keturunan #rela #alami #kemunduran #karier

KOMENTAR