CUAN Bangun Pembangkit Listrik 680 MW di Halmahera Timur, Rogoh Rp 10 T
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengumumkan dimulainya konstruksi proyek pembangkit listrik berkapasitas 680 megawatt (MW) di Halmahera Timur, Maluku Utara, Rabu (4/2/2026).
Proyek tersebut dikerjakan melalui anak usaha yang dimiliki lewat PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI), yakni PT Guna Darma Integra (GDI).
Groundbreaking dilakukan di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim Industrial Park (FHT Industrial Park), Halmahera Timur, Maluku Utara.
Baca juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham CUAN
Ilustrasi kawasan industri.
FHT Industrial Park disebut sebagai kawasan industri terintegrasi yang menjadi bagian dari implementasi strategi hilirisasi mineral pemerintah Indonesia.
Dalam keterangan resminya, manajemen menyampaikan bahwa kawasan tersebut dirancang untuk merealisasikan potensi pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.
Nilai proyek capai Rp 10 triliun
Groundbreaking proyek pembangkit listrik ini dihadiri oleh perwakilan pemegang saham dan manajemen GDI, FHT, kontraktor, serta sejumlah bank yang akan mendanai proyek tersebut.
Adapun nilai estimasi proyek pembangkit listrik ini diperkirakan mencapai 600 juta dollar AS atau sekitar Rp 10 triliun.
Baca juga: Prajogo Pangestu Borong Jutaan Saham CUAN dalam Sehari, Harga Melonjak 10,27 Persen
Perseroan menyebut, pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 680 MW ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi mineral, khususnya industri nikel yang terintegrasi dengan rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Ilustrasi kendaraan listrik
Komitmen dukung ekosistem baterai kendaraan listrik
Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Michael, menyatakan bahwa proyek ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Groundbreaking proyek Pembangkit Listrik ini merupakan komitmen Petrindo untuk berkontribusi serta berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, sekaligus terus meningkatkan nilai tambah bagi sektor energi dan industri nikel di Indonesia," jelas Michael.
"Pembangunan Pembangkit Listrik ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Petrindo yang sejalan dengan visi Perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan melalui kegiatan pertambangan mineral dan energi,” imbuh dia.
Baca juga: Emiten Prajogo Pangestu CUAN Bakal Caplok Singaraja Putra (SINI)
Menurut perseroan, pembangunan pembangkit listrik tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang terintegrasi dengan kegiatan pertambangan mineral dan energi.
Kawasan FHT Industrial Park sendiri disebut sebagai salah satu simpul pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik di Maluku Utara, sejalan dengan kebijakan hilirisasi mineral yang dicanangkan pemerintah untuk mendorong nilai tambah di dalam negeri.
Tag: #cuan #bangun #pembangkit #listrik #halmahera #timur #rogoh