Dino Patti Djalal Sebut Prabowo Realistis, Board of Peace Jadi Opsi Perdamaian Gaza
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel Narda)
22:42
4 Februari 2026

Dino Patti Djalal Sebut Prabowo Realistis, Board of Peace Jadi Opsi Perdamaian Gaza

- Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyebut, Board of Peace atau Dewan Perdamaian merupakan satu-satunya opsi untuk menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina.

Dino menyebut, Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok yang realistis.

"Kesan saya adalah, Beliau, Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis. Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace," kata Dino, usai berdiskusi dengan Prabowo serta eks menlu dan wamenlu, di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dino mengakui bahwa tidak ada opsi lain untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza.

Baca juga: Prabowo Inginkan Two State Solution, Bakal Keluar Dewan Perdamaian jika Tak Sejalan

"Kan tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah BOP ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan, gencatan senjata, walaupun sampai sekarang masih dilanggar oleh Israel," ungkap dia.

Di sisi lain, ia juga menyebut Board of Peace sebagai suatu eksperimen.

Meski begitu, menurut dia, Prabowo juga sudah mengetahui risiko dari Board of Peace.

Oleh karenanya, ia memandang Prabowo sebagai sosok yang realistis.

"Tapi intinya ini adalah suatu eksperimen, dan bukan obat yang ampuh yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Dan saya melihat Beliau realistis mengenai hal itu. Beliau melihat ini ada risikonya. Tentu risiko terbesar adalah Israel, karena Israel mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap Trump," ujar dia.

Baca juga: Soal Iuran Dewan Perdamaian, Eks Menlu Hassan: Sumbangan untuk Bantu Palestina

Menurut Dino, eksperimen tersebut berarti organisasi internasional ini adalah formula yang kesuksesannya belum terjamin.

Meski memiliki risiko tinggi, tetapi memang ini adalah satu-satunya opsi yang layak dicoba.

"Orang tidak tahu ini akan sukses atau tidak. Risiko gagal tinggi loh, karena berbagai faktor. Bisa faktor Trump-nya, faktor Amerika-nya, faktor Israel-nya, faktor lapangannya, faktor Hamas-nya, dan lain sebagainya," lanjut dia.

Dalam pertemuan di Istana, Dino mengungkap, Prabowo yakin Indonesia dan negara-negara mayoritas Muslim lain bisa menjadi penyeimbang keputusan yang ada di Board of Peace.

"Beliau menyatakan 'kami yakin kami bisa mengimbangi karena segala sesuatu yang kita lakukan, kita jamin harus ada kekompakan dengan negara-negara Islam'," ungkap Dino.

Mantan Dubes RI untuk Amerika ini mengaku bangga dengan posisi kebijakan luar negeri Indonesia.

Baca juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump Usai Konsultasi Erat dengan 7 Negara Muslim

Sebab, Prabowo menekankan Indonesia akan keluar Board of Peace jika sudah tak sejalan.

"Kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita. Ini berkali-kali Beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk," beber Dino.

Ia mendukung partisipasi Indonesia dalam organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ini.

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar paham soal risiko yang ada.

"Posisi saya adalah Indonesia masuk dalam Board of Peace tapi dengan memahami risiko-risiko yang ada," tegas dia.

Tag:  #dino #patti #djalal #sebut #prabowo #realistis #board #peace #jadi #opsi #perdamaian #gaza

KOMENTAR