Menlu Sebut Iuran Dewan Perdamaian Bisa Diangsur, Dimulai Tahun Ini
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).(KOMPAS.com/Rahel Narda)
23:14
4 Februari 2026

Menlu Sebut Iuran Dewan Perdamaian Bisa Diangsur, Dimulai Tahun Ini

- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, pembayaran iuran Board of Peace atau Dewan Perdamaian dapat diangsur atau dicicil.

Berdasarkan piagam Board of Peace, kata Sugiono, pembayaran mulai dilakukan sejak tahun pertama dibentuk.

"Dalam satu tahun berarti ya, tapi apa namanya, tranches atau angsurannya itu bisa diangsur bayarnya," kata Sugiono, di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Sugiono kembali menegaskan, bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan untuk ikut membayar iuran Board of Peace.

Baca juga: Prabowo Inginkan Two State Solution, Bakal Keluar Dewan Perdamaian jika Tak Sejalan

"Bapak Presiden memutuskan untuk ikut iuran," tutur dia.

Indonesia akan ikut iuran sukarela untuk Board of Peace dengan besaran 1 miliar dollar AS.

Iuran itu bertujuan untuk menyelesaikan persoalan Gaza, termasuk rekonstruksi dan pembangunan kembali pasca genosida yang dilakukan Israel.

Uang yang terkumpul dapat digunakan untuk merekonstruksi wilayah tersebut.

Baca juga: Soal Iuran Dewan Perdamaian, Eks Menlu Hassan: Sumbangan untuk Bantu Palestina

“Ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya bahwa pembentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya dan Palestina termasuk upaya rekonstruksi. Terus rekonstruksi siapa yang bayar? Kan seperti itu. Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Kan seperti itu,” ujar Sugiono, dalam konferensi pers usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI, Selasa (27/1/2026) di Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Oleh karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain yaitu merupakan anggota tetap,” ujar dia.

Tag:  #menlu #sebut #iuran #dewan #perdamaian #bisa #diangsur #dimulai #tahun

KOMENTAR