Bali United Vs Persebaya: Waktu Pemulihan Singkat, Tavares Putar Otak
Pemain Persebaya Surabaya Mihailo Perovic (kiri) dan Leo Lelis selebrasi usai mencetak gol yang kemudian dianulir oleh wasit pada laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 melawan Dewa United yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026).(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
23:00
4 Februari 2026

Bali United Vs Persebaya: Waktu Pemulihan Singkat, Tavares Putar Otak

- Persebaya Surabaya dihadapkan pada tantangan besar jelang laga tandang melawan Bali United pada pekan ke-20 Super League 2025-2026.

Keterbatasan waktu pemulihan menjadi ujian utama bagi tim pelatih Persebaya sebelum laga yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2/2026) malam.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengakui bahwa timnya tidak memiliki waktu recovery yang ideal, apabila dibandingkan tuan rumah.

Kondisi ini membuat persiapan laga berjalan dalam tekanan waktu yang ketat.

Baca juga: Kritik Tavares terhadap Kinerja Wasit di Laga Persebaya Vs Dewa United

Seperti diketahui, Bali United menjalani laga terakhir lebih awal, yakni saat menghadapi Persik Kediri, Jumat (30/1/2026) sore.

Sedangkan, Persebaya baru saja menjalani laga melawan Dewa United, Minggu (1/2/2026) malam.

“Bali United memiliki dua hari istirahat lebih panjang daripada kami untuk mempersiapkan pertandingan dan untuk mengembalikan diri (kebugaran fisik),” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Fokus Pemulihan dan Kesiapan Pemain

Seiring waktu yang terbatas, Tavares menegaskan bahwa fokus utama tim pelatih saat ini adalah mengembalikan kondisi kebugaran para pemain secepat mungkin.

Baca juga: Tavares Minta Persebaya Main Lebih Cepat: Jangan Jadi Tukang Pos

Evaluasi telah dilakukan secara intensif untuk menentukan siapa saja yang benar-benar siap diturunkan di laga krusial melawan Bali United.

“Saat ini target kami adalah untuk mengembalikan pemain-pemain kami, untuk memeriksa siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak bisa bermain. Malangnya, kami memiliki pemain yang tidak bisa bermain,” tutur Bernardo Tavares.

Situasi tersebut memaksa Persebaya untuk lebih fleksibel dalam menyusun strategi.

Menurutnya, kesiapan fisik dan kebutuhan taktik akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan susunan pemain.

“Tapi kami harus mempersiapkan rencana yang baik untuk mencoba membuat permainan yang bagus di sana. Kami tahu itu akan sulit, menurut saya Bali United memiliki tim yang bagus,” imbuhnya.

Pemain Persebaya Surabaya Milos Raikovic dan penjaga gawang Ernando Ari saat laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Persebaya Surabaya Milos Raikovic dan penjaga gawang Ernando Ari saat laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam.

Lupakan Kemenangan Putaran Pertama

Persebaya memiliki modal kemenangan meyakinkan atas Bali United (5-2) pada pertemuan putaran pertama Super League 2025-2026 lalu.

Kendati demikian, Tavares menegaskan bahwa hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan.

Karena, situasi laga kali ini dinilai akan sangat berbeda, terutama karena Bali United datang dengan motivasi untuk bangkit.

Bali United jelas ingin menunjukkan reaksi positif setelah kekalahan dari Persik pada laga sebelumnya. Situasi ini menjadi alarm bahaya bagi Persebaya.

“Jadi saya bayangkan mereka akan bermain dengan keras dan kuat lawan kami,” kata Tavares, pelatih asal Portugal itu.

Baca juga: Persebaya Imbang, Bernardo Tavares Kecewa

Tavares menekankan pentingnya fokus penuh sepanjang laga agar klub berjuluk Bajul Ijo mampu meraih hasil maksimal di kandang lawan.

“Kami juga harus memiliki rencana yang bagus dan fokus yang bagus dari saat pertama hingga akhir. Kami ingin membuat hasil yang bagus di sana,” sambungnya.

Dua Pemain Kunci Absen, Rotasi Tak Terhindarkan

Selain itu, tantangan Persebaya kian bertambah dengan absennya dua pemain kunci, Bruno Moreira dan Milos Raickovic, yang harus menepi akibat akumulasi kartu.

Kondisi Bruno Paraiba juga belum mencapai tingkat kebugaran yang diharapkan.

Situasi ini membuat opsi rotasi menjadi tidak terelakkan.

“Mari kita lihat siapa yang tersedia atau tidak. Tentu saja kami ingin semua orang tersedia, juga pemain yang malangnya mendapatkan kartu kuning dan tidak bisa bermain di pertandingan berikutnya,” ujar Bernardo Tavares.

Namun, Tavares tetap optimistis dan percaya kedalaman tim mampu menjawab tantangan ini.

Situasi ini juga dapat menjadi panggung bagi pemain lain untuk membuktikan kapasitas.

“Kami memiliki lebih banyak pemain, jadi terkadang satu, dua, atau tiga tidak bisa bermain. Tapi pemain lain bisa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia berkembang dan meningkat,” pungkasnya.

Tag:  #bali #united #persebaya #waktu #pemulihan #singkat #tavares #putar #otak

KOMENTAR