Prabowo Soroti Kasus Anak SD di NTT Bunuh Diri, Minta Jangan sampai Terulang Lagi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel Narda)
21:34
4 Februari 2026

Prabowo Soroti Kasus Anak SD di NTT Bunuh Diri, Minta Jangan sampai Terulang Lagi

- Pihak Istana mengaku prihatin dengan kasus meninggalnya YBS (10), anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri.

"Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Prasetyo mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto juga menaruh perhatian atas kasus yang menimpa anak usia 10 tahun itu.

Kepala Negara ingin ada antisipasi agar ke depannya kasus ini tidak terulang.

Baca juga: Pimpinan DPR Dorong APH Dalami Penyebab Anak SD di NTT Bunuh Diri

"Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi," ucap dia.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf terkait kejadian ini.

Koordinasi dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali," ungkap dia.

Terkait penyebab bunuh diri, Prasetyo menyerahkan kepada hasil investigasi aparat penegak hukum.

"Kalau berkenaan dengan masalah penyebab terjadinya tragedi tersebut, kami menyebutnya seperti itu, biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian, untuk melakukan pendalaman," tutur dia.

Baca juga: Anak SD di NTT Tewas, Anggota DPR Sorot Anggaran Pendidikan Seharusnya Bantu Siswa

Diketahui, seorang anak berusia 10 tahun dengan inisial YBS tewas dan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (29/1/2026) siang.

Sebelum kejadian, siswa yang baru duduk di bangku kelas IV tersebut sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pulpen, sebagaimana dilaporkan Kompas.id, pada Senin (2/2/2026).

Namun, permintaan itu tak bisa dikabulkan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kasus ini menyedot perhatian publik secara meluas, bahkan ada anggota DPR yang mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengusut tuntas.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Baca juga: Anggota DPR Kritik Kementerian PPPA terkait Tewasnya Anak SD di NTT

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Tag:  #prabowo #soroti #kasus #anak #bunuh #diri #minta #jangan #sampai #terulang #lagi

KOMENTAR