Dokumen Epstein Files Kembali Picu Kontroversi, dari Klaim Hitler hingga Diskusi Simulasi Pandemi Bersama Bill Gates
Dokumen Epstein yang memuat korespondensi dengan tokoh global, termasuk Bill Gates, terkait klaim simulasi pandemi dan jaringan kekuasaan internasional. (Foto: Hurriyet Daily News)
19:36
4 Februari 2026

Dokumen Epstein Files Kembali Picu Kontroversi, dari Klaim Hitler hingga Diskusi Simulasi Pandemi Bersama Bill Gates

 

— Dokumen rahasia terkait jaringan Jeffrey Epstein kembali memicu kontroversi global. Ratusan ribu berkas elektronik, korespondensi, rekaman, dan catatan keuangan dibuka kembali oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ). 

Berkas-berkas ini menyebar luas di media sosial dan memantik spekulasi mengenai hubungan Epstein dengan tokoh berpengaruh dunia, mulai dari aristokrat, politisi, hingga tokoh teknologi.

Epstein, yang meninggal di penjara pada 2019 setelah terbukti bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, kembali menjadi sorotan menyusul rilis dokumen yang memicu klaim sensasional dan ramai diperbincangkan secara internasional.

Dilansir dari Hurriyet Daily News, Rabu (4/2/2026), salah satu klaim paling menonjol dan kontroversial berasal dari korespondensi antara Ariane de Rothschild dan Epstein. Dokumen tersebut menyebutkan bahwa saat Adolf Hitler hidup dalam kemiskinan di Wina, ia tinggal di tempat penampungan yang “dikontribusi secara finansial oleh keluarga Rothschild dan keluarga Epstein.” Pernyataan ini viral dan memicu perdebatan sengit meski sejarah konvensional tidak mendukung narasi tersebut.

Tak hanya itu, dokumen Epstein juga menyoroti pertukaran email antara pendiri Microsoft, Bill Gates, dan Jeffrey Epstein pada 2017. Arsip mencatat bahwa seorang pejabat dari Gates Ventures—saat itu dikenal sebagai bgC3—mengirim email kepada Gates mengenai rencana bisnis dan proyek internal think-tank. Gates kemudian meneruskan email itu kepada Epstein, yang memuat daftar proyek rahasia, termasuk satu berjudul “Rekomendasi Lanjutan dan/atau Spesifikasi Teknis untuk Simulasi Pandemi Strain.”

Email tersebut menunjukkan bahwa Gates membagikan kepada Epstein rincian proyek-proyek internal yang sangat sensitif, termasuk di bidang pertahanan biologis dan neuroteknologi. 

Laporan Euronews menekankan bahwa email tersebut memperlihatkan Gates menyampaikan kepada Epstein beberapa kegiatan rahasia think-tank-nya, termasuk proyek simulasi pandemi. Bagian dokumen ini pun menjadi sorotan karena dianggap menandai bahwa Gates pernah melakukan kajian atau pemodelan terkait pandemi sebelum munculnya COVID-19.

Meski demikian, pakar hukum dan sejarah menekankan bahwa munculnya nama tokoh dunia dalam dokumen Epstein tidak serta merta menunjukkan keterlibatan mereka dalam tindakan kriminal. “Dokumen ini memang mencatat komunikasi atau kontak administratif, bukan bukti kesalahan,” kata seorang analis, menekankan pentingnya menempatkan arsip ini dalam konteks sebelum menarik kesimpulan.

Bagian lain dari dokumen menyoroti media mogul Robert Maxwell, ayah Ghislaine Maxwell. Arsip tersebut mencatat tuduhan bahwa Maxwell pernah menuntut 400 juta poundsterling kepada Mossad, dengan ancaman akan mengungkap peranannya jika tuntutan itu tidak dipenuhi. 

Dalam email tertanggal 15 Maret 2018, Robert Maxwell digambarkan memiliki akses ke sejumlah pusat kekuasaan global, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, mantan Presiden AS Ronald Reagan, hingga Kremlin. Dokumen itu bahkan menyebutnya sebagai “duta tidak resmi” Israel di blok Soviet. 

Informasi dalam dokumen Epstein tersebut juga mencatat kematiannya pada 5 November 1991 setelah jatuh dari yacht di dekat Kepulauan Canary, yang secara resmi dikategorikan sebagai kecelakaan tenggelam, meski berbagai spekulasi mengenai kemungkinan lain dari kematiannya masih diperdebatkan.

Catatan lain dalam dokumen Epstein juga menyinggung geopolitik Rusia dan Ukraina. Arsip tertanggal 11 Januari 2012 membahas kemungkinan pengganti Presiden Vladimir Putin, menyebut mantan anggota parlemen Rusia Ilya Ponomarev sebagai calon pengganti yang potensial, dengan catatan bahwa hal itu bisa terjadi “jika ia tidak dibunuh” (if not killed). Ponomarev kemudian memperoleh residensi di Ukraina pada 2016 dan menjadi warga negara Ukraina pada 2019.

Dokumen yang sama juga menyertakan referensi terkait Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, termasuk email 2019 yang menyebutkan, “Zelenskyy mencari bantuan,” serta klaim bahwa Putin mengejeknya sebagai “disetir oleh orang Israel.”

Menanggapi publikasi dokumen ini, anggota Kongres AS Ro Khanna menekankan, “Paling baik hanya setengah dari dokumen Epstein yang telah dirilis. Apa yang sudah dipublikasikan cukup untuk mengguncang hati nurani publik,” menekankan pentingnya pengawasan terhadap jaringan kekuasaan yang saling terkait di panggung global.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #dokumen #epstein #files #kembali #picu #kontroversi #dari #klaim #hitler #hingga #diskusi #simulasi #pandemi #bersama #bill #gates

KOMENTAR