Kisah Joanne, Lindungi 2 Anaknya di Tengah Laut, Lepas Sulung Berenang 4 Km Cari Bantuan
Teluk Geographe, Australia(Wikimedia Commons/Kgbo)
20:06
4 Februari 2026

Kisah Joanne, Lindungi 2 Anaknya di Tengah Laut, Lepas Sulung Berenang 4 Km Cari Bantuan

– "Salah satu keputusan tersulit yang pernah saya buat adalah mengatakan kepada Austin, 'cobalah untuk sampai ke pantai dan mintalah bantuan'."

Kalimat itu meluncur dari bibir Joanne Appelbe (47), menggambarkan momen mencekam saat ia harus melepas putra sulungnya bertaruh nyawa di tengah ganasnya Samudra Hindia.

Joanne dan ketiga anaknya, Austin (13), Beau (12), dan Grace (8), baru saja melewati maut setelah terombang-ambing selama 10 jam di lepas pantai barat daya Australia, Jumat (30/1/2026).

Keselamatan mereka menjadi keajaiban yang bermula dari keberanian sang anak sulung dan keteguhan hati sang ibu menjaga mental adik-adiknya.

Baca juga: Aksi Heroik Bocah 13 Tahun, Berenang 4 Jam Selamatkan Keluarganya yang Tersapu Ombak

Pilihan hidup dan mati

Tragedi ini bermula saat keluarga asal Perth tersebut menikmati liburan dengan kayak dan papan dayung di Teluk Geographe, dikutip dari The Independent.

Angin kencang tiba-tiba datang, menyeret mereka 14 kilometer menjauh dari daratan. 

Joanne dihadapkan pada situasi mustahil, ia tidak bisa meninggalkan dua anaknya yang masih kecil, namun mereka butuh bantuan segera.

Baca juga: Tak Disukai Trump, Dubes Australia untuk AS Mundur

Akhirnya, ia merelakan Austin untuk berenang mencari pertolongan. 

Di tengah perjalanan, kayaknya kemasukan air. Ia pun nekat melepas jaket pelampungnya agar bisa berenang lebih lincah melawan ombak besar, menempuh jarak 4 kilometer selama empat jam nonstop.

"Ombaknya sangat besar dan saya tidak memakai jaket pelampung. Saya terus berpikir 'terus berenang, terus berenang'," kenang Austin. 

Begitu menyentuh pasir pantai, bocah itu langsung jatuh pingsan karena kelelahan luar biasa sebelum akhirnya berhasil memberi tahu otoritas setempat.

Baca juga: Australia Ekspor 1.300 Sapi Perah ke Indonesia, Dukung Peningkatan Pasokan Susu MBG

Bernyanyi di tengah badai

Selama Austin berjuang di laut, Joanne harus berjuang melawan rasa takut dan keraguan yang menghantui, terutama saat matahari mulai tenggelam. 

Untuk menjaga agar Beau dan Grace tidak panik, Joanne memaksa dirinya untuk tetap ceria.

"Kami tetap berpikir positif, kami bernyanyi dan bercanda, dan kami menganggapnya seperti permainan sampai matahari mulai terbenam. Saat itulah ombak menjadi sangat besar," ungkap Joanne kepada Australian Broadcasting Corp.

Paul Bresland, Komandan Kelompok Penyelamat Maritim Sukarelawan Naturaliste, mengaku takjub melihat bagaimana Joanne menjaga anak-anaknya tetap bersatu meski secara fisik ia sudah nyaris menyerah. 

"Dia mengatakan mereka menatap matanya, dan dia terus melanjutkan dan menjaga mereka tetap bersama," ujar Bresland.

Baca juga: Dikira Punah Sejak 1960, Tanaman Misterius Ini Muncul Lagi di Australia

Akhir dramatis 10 jam di laut

Teluk Geographe, AustraliaWikimedia Commons/Calistemon Teluk Geographe, Australia

Berkat deskripsi detail yang diberikan Austin mengenai warna kayak mereka, tim penyelamat berhasil menemukan sang ibu dan dua adiknya. 

Sekitar pukul 20.30 waktu setempat, helikopter penyelamat menemukan mereka berpegangan pada papan dayung di posisi 14 km lepas pantai Quindalup.

Kondisi mereka memprihatinkan, seluruh tubuh menggigil hebat. Bahkan, Beau sempat mati rasa pada kakinya akibat suhu dingin. 

Baca juga: Beragam Respons Remaja Australia Sebulan Setelah Larangan Bermain Medsos

Meski begitu, kebahagiaan Joanne tak terbendung saat seluruh anggota keluarganya dipastikan selamat.

"Saya punya tiga anak. Ketiganya selamat. Itu saja yang terpenting," pungkasnya dengan penuh haru.

Inspektur Polisi James Bradley pun memuji keberanian Austin dan ketangguhan Joanne. 

Menurutnya, tekad sang bocah 13 tahun itulah yang pada akhirnya menjadi kunci keselamatan nyawa ibu dan adik-adiknya.

Tag:  #kisah #joanne #lindungi #anaknya #tengah #laut #lepas #sulung #berenang #cari #bantuan

KOMENTAR