5 Kebiasaan yang Bikin Otak Awet Muda hingga Usia Lanjut
Ilustrasi lansia.(Dok. Freepik/Lifestylememory)
16:10
4 Februari 2026

5 Kebiasaan yang Bikin Otak Awet Muda hingga Usia Lanjut

- Lupa meletakkan kunci atau sulit berkonsentrasi sering dianggap sebagai bagian alami dari proses menua. Tidak sedikit pula orang yang percaya bahwa kemampuan kognitif pasti akan menurun seiring bertambahnya usia. 

Namun, penurunan fungsi otak bukanlah hal yang tak terhindarkan. Dengan perubahan gaya hidup sederhana dan konsisten, kesehatan otak dapat dijaga hingga usia lanjut.

Psikolog dari Heriot-Watt University, Alan Gow, menyebut bahwa penuaan tidak otomatis identik dengan kemunduran kognitif.

Baca juga: Manfaat Mengasuh Cucu bagi Kesehatan Otak Kakek dan Nenek

“Kita memiliki kesempatan untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan otak di setiap usia dan tahap kehidupan,” ujar Gow, seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/1/2026).

Berikut lima perubahan gaya hidup sederhana yang dapat membuat otak awet muda hingga usia lanjut.

5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Otak Awet Muda

1. Terus belajar hal baru

Kemampuan kognitif mencakup berbagai fungsi, seperti bernalar, memecahkan masalah, dan berkonsentrasi. 

Meski beberapa fungsi, seperti kecepatan memproses informasi, bisa melambat, hal ini tidak selalu bermasalah.

Menurut Gow, penurunan ringan bahkan bisa dimulai saat seseorang masih berada di usia produktif. Akan tetapi, kemampuan otak tetap dapat dilatih dan ditingkatkan kapan saja.

Mempelajari hal baru seperti berkebun atau belajar bahasa asing, terbukti dapat memperkuat koneksi antarsel otak. Studi menunjukkan bahwa belajar bahasa baru bahkan dapat menunda munculnya gejala Alzheimer hingga lima tahun.

2. Penuhi asupan nutrisi untuk otak

Pola makan seimbang berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Salah satu prinsip sederhana adalah memperbanyak konsumsi buah dan sayuran berwarna untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat.

Baca juga: 11 Tips Makeup Awet Muda untuk Perempuan Usia 40-an, Menurut Makeup Artist

Penelitian menunjukkan bahwa tambahan satu porsi buah atau sayur per hari dapat meningkatkan kesejahteraan mental. 

Profesor biologi usus dari University of Aberdeen, Karen Scott, menuturkan bahwa serat merupakan salah satu asupan yang paling berdampak untuk kesehatan kognitif.

Selain itu, lemak sehat dari ikan salmon dan trout, kacang-kacangan, serta asupan kolin dari telur dan produk hewani diketahui berperan dalam menjaga memori dan menurunkan risiko gangguan neurodegeneratif.

3. Aktif bergerak, tidak harus berat

Di samping menjaga asupan nutrisi, aktivitas fisik juga perlu dilakukan dan tidak harus selalu berupa olahraga intens.

Jalan kaki rutin, naik tangga, atau bergerak aktif dalam keseharian sudah memberi manfaat signifikan bagi kesehatan otak.

Studi dari JAMA Network Open menunjukkan bahwa orang yang aktif secara fisik di usia paruh baya memiliki risiko demensia hingga 45 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang bergerak.

Selain itu, olahraga juga membantu memperbaiki suasana hati dan menurunkan risiko depresi, yang berperan penting dalam menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Menurut profesor penuaan kognitif, Melanie Burke, menua dengan sehat tidak ditentukan oleh faktor eksternal semata, melainkan oleh kondisi internal tubuh dan pikiran. 

Saat seseorang merasa sehat dan bugar, ia cenderung lebih aktif dan mampu menjaga kualitas hidup yang lebih baik.

Baca juga: Waspada, Anak Kejang Lebih dari 3 Menit Bisa Merusak Sel Otak Menurut Dokter

4. Jaga hubungan sosial

Interaksi sosial bukan hanya baik untuk kesehatan mental, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan fisik dan kognitif.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan hubungan sosial yang aktif cenderung memiliki risiko penyakit jantung dan kematian lebih rendah. Isolasi sosial dan kesepian justru dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif.

Bertemu teman, mengikuti komunitas, atau menekuni hobi bersama orang lain dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan otak.

Baca juga: 6 Jenis Diet untuk Otak yang Lebih Sehat

5. Fokus pada perubahan kecil dan konsisten

Banyak orang mengira hidup sehat memerlukan perubahan besar. Padahal, riset menunjukkan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru memberikan dampak jangka panjang.

“Jika seseorang tidak percaya bahwa perubahan itu mungkin, maka kecil kemungkinan mereka mau mencoba,” kata Gow.

Pendekatan ini juga diperkuat oleh studi Finnish Geriatric Intervention yang menemukan bahwa kombinasi perubahan gaya hidup, mulai dari pola makan, olahraga, hingga stimulasi kognitif dapat meningkatkan fungsi otak secara signifikan pada lansia.

Dengan kata lain, tidak ada solusi instan. Namun, langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi investasi besar bagi kesehatan otak di masa depan.

Tag:  #kebiasaan #yang #bikin #otak #awet #muda #hingga #usia #lanjut

KOMENTAR