Didagnosis Kanker di Usia 29 Tahun, Perempuan Ini Justru Menemukan Makna Hidup Baru
Ilustrasi kanker serviks. Didagnosis kanker serviks di usia muda, Danielle Massi justru menemukan arah hidup baru dan mengajak perempuan lebih peduli pada kesehatan diri.(Freepik)
16:06
4 Februari 2026

Didagnosis Kanker di Usia 29 Tahun, Perempuan Ini Justru Menemukan Makna Hidup Baru

Diagnosis kanker serviks pada usia 29 tahun mengubah hidup Danielle Massi secara drastis dan memaksanya melihat kembali cara ia memperlakukan dirinya sendiri.

Penyakit yang ditemukan secara tidak terduga itu justru menjadi awal perubahan besar dalam hidupnya.

Dari seorang terapis yang bekerja tanpa henti, Danielle kini dikenal sebagai penyintas kanker yang aktif mengajak perempuan lebih peduli pada kesehatan diri.

Baca juga: Tema Hari Kanker Sedunia 2026, “United by Unique” dan Pesan di Baliknya

Kanker ditemukan saat pemeriksaan tak terencana

Sejak muda, Danielle terbiasa menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan medis.

“Aku selalu percaya bahwa menjaga kesehatan harus dilakukan secara aktif,” kata Danielle, dikutip dari Cancer.org.

Namun, kanker serviks yang dialaminya justru ditemukan saat ia datang ke dokter untuk melepas alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD.

“Dokter menyarankan skrining kanker saat itu juga, dan dari situlah hasil pertamaku dinyatakan tidak normal,” ujarnya.

Pemeriksaan lanjutan menunjukkan Danielle mengidap kanker serviks stadium I, kondisi yang masih sangat dini.

Baca juga: WHO Ungkap 4 dari 10 Kasus Kanker Bisa Dicegah, Ini Faktor Risiko Terbesarnya

Diagnosis yang mengubah arah hidup

ILUSTRASI KANKER. Didagnosis kanker serviks di usia muda, Danielle Massi justru menemukan arah hidup baru dan mengajak perempuan lebih peduli pada kesehatan diri.FREEPIK ILUSTRASI KANKER. Didagnosis kanker serviks di usia muda, Danielle Massi justru menemukan arah hidup baru dan mengajak perempuan lebih peduli pada kesehatan diri.

Sebelum sakit, Danielle menjalani hari-hari yang sangat padat sebagai terapis dan pengajar. Ia bekerja hingga larut malam, jarang memiliki waktu untuk keluarga, dan hampir tidak pernah beristirahat.

“Aku merasa wajar mengorbankan diri sendiri karena aku membantu orang lain,” kata Danielle.

Kanker membuatnya berhenti sejenak dan menyadari bahwa ia telah terlalu lama mengabaikan kesehatan fisik dan mentalnya.

Dari pengalaman itu, Danielle mulai menulis buku, mengadakan acara kesehatan perempuan, dan mendirikan konferensi yang mendorong perempuan berani memprioritaskan diri sendiri.

Baca juga: Infeksi HPV Bukan Penyakit Menular, tapi Bisa Sebabkan Kanker Serviks

Deteksi dini menyelamatkan nyawa

Menurut Danielle, faktor terpenting dalam perjalanannya melawan kanker adalah deteksi dini.

“Kankerkku ditemukan sangat awal, dan itu membuat pengobatan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk kanker serviks stadium awal mencapai 91 persen. Sebaliknya, jika kanker sudah menyebar, angka tersebut turun hingga sekitar 20 persen.

“Inilah alasan aku terus mengajak orang untuk rutin melakukan skrining,” kata Danielle.

Kanker serviks bisa dicegah dan dideteksi lebih awal

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus atau HPV. Kanker ini termasuk jenis kanker yang dapat dicegah dan dideteksi lebih awal melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan rutin.

Pada Desember 2025, American Cancer Society memperbarui pedoman skrining dengan merekomendasikan pemeriksaan dimulai pada usia 25 tahun hingga minimal 65 tahun.

Skrining dapat dilakukan melalui tes HPV atau kombinasi tes HPV dan Pap smear, sesuai kebutuhan medis.

Baca juga: Bisa Sebabkan Kanker Serviks, Ketahui Gejala hingga Risiko Infeksi HPV

Berani bertanya dan terlibat dalam perawatan

Danielle menjalani beberapa prosedur operasi sebagai bagian dari pengobatan, tanpa perlu terapi lanjutan karena kanker ditemukan sejak dini. Namun, ia mengakui bahwa dirinya sempat ragu untuk bertanya kepada tim medis.

“Aku baru menyadari belakangan bahwa aku punya hak untuk bertanya dan memahami setiap keputusan pengobatan,” katanya.

Pengalaman ini mendorongnya mengajak pasien kanker lain untuk aktif mencari informasi dari sumber tepercaya dan terlibat dalam proses perawatan.

Baca juga: KIPI setelah Vaksin HPV, Apakah Perlu Dikhawatirkan? Ini Kata Dokter...

Mengubah pengalaman menjadi aksi nyata

Setelah pulih, Danielle menjalin kerja sama dengan American Cancer Society dan terlibat dalam program pendanaan riset kanker. Ia ingin pengalaman pribadinya memberi manfaat bagi orang lain.

Kini, bagi Danielle, makna hidup tidak lagi diukur dari kesibukan kerja.

Kebahagiaan baginya adalah bisa hadir untuk keluarga, menikmati waktu bersama anak-anak, dan menjaga keseimbangan hidup.

“Aku tidak pernah menginginkan kanker,” kata Danielle, “tetapi penyakit ini mengubah hidupku dan membuatku belajar menjaga diriku sendiri.”

Baca juga: Vaksin HPV Aman dan Penting untuk Remaja, Ini Kata Dokter Kandungan

Tag:  #didagnosis #kanker #usia #tahun #perempuan #justru #menemukan #makna #hidup #baru

KOMENTAR