WHO Ungkap 4 dari 10 Kasus Kanker Bisa Dicegah, Ini Faktor Risiko Terbesarnya
Ilustrasi kanker pada anak. Laporan terbaru WHO menunjukkan hampir 40 persen kasus kanker di dunia berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.(Shutterstock/Pixel-Shot)
14:12
4 Februari 2026

WHO Ungkap 4 dari 10 Kasus Kanker Bisa Dicegah, Ini Faktor Risiko Terbesarnya

Hampir empat dari sepuluh kasus kanker di dunia sebenarnya dapat dicegah, menurut analisis global terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional untuk Riset Kanker (IARC) yang dirilis menjelang Hari Kanker Sedunia 4 Februari 2026.

Temuan ini menunjukkan bahwa kanker tidak selalu datang tanpa sebab, melainkan sangat dipengaruhi oleh faktor risiko yang dapat dikendalikan.

WHO menilai pencegahan memiliki peran besar dalam menekan angka kanker secara global.

Baca juga: Tema Hari Kanker Sedunia 2026, “United by Unique” dan Pesan di Baliknya

Lebih dari sepertiga kasus kanker terkait faktor yang bisa dicegah

Berdasarkan analisis terhadap data dari 185 negara dan 36 jenis kanker, WHO dan IARC menemukan bahwa sekitar 37 persen kasus kanker baru pada 2022, atau sekitar 7,1 juta kasus, berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa dicegah.

Penelitian ini mengkaji 30 penyebab yang dapat diubah, mulai dari kebiasaan merokok hingga infeksi tertentu.

Untuk pertama kalinya, analisis global ini juga memasukkan infeksi penyebab kanker sebagai faktor utama yang dapat dicegah.

“Ini adalah analisis global pertama yang menunjukkan seberapa besar risiko kanker berasal dari penyebab yang sebenarnya dapat dicegah,” kata Dr André Ilbawi, WHO Team Lead for Cancer Control, dalam rilis resmi WHO.

Ia menegaskan bahwa informasi ini penting untuk membantu pemerintah dan masyarakat mencegah kanker sebelum penyakit itu berkembang.

Baca juga: Infeksi HPV Bukan Penyakit Menular, tapi Bisa Sebabkan Kanker Serviks

Rokok, infeksi, dan alkohol jadi penyumbang terbesar

Ilustrasi rokok. Laporan terbaru WHO menunjukkan hampir 40 persen kasus kanker di dunia berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.Shutterstock/chayanuphol Ilustrasi rokok. Laporan terbaru WHO menunjukkan hampir 40 persen kasus kanker di dunia berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.

WHO mencatat bahwa merokok masih menjadi penyebab terbesar kanker yang dapat dicegah, dengan kontribusi sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker baru di dunia.

Selain rokok, infeksi menyumbang sekitar 10 persen kasus kanker, sementara konsumsi alkohol menyumbang sekitar 3 persen.

Tiga jenis kanker tercatat paling banyak terkait faktor yang bisa dicegah, yaitu kanker paru, kanker lambung, dan kanker serviks.

Kanker paru terutama dipicu oleh kebiasaan merokok dan polusi udara.

Kanker lambung banyak berkaitan dengan infeksi Helicobacter pylori.

Sementara itu, hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Baca juga: Vaksinasi HPV Anak Jadi Prioritas Demi Eliminasi Kanker Serviks 2030

Risiko berbeda pada pria, perempuan, dan wilayah

Laporan WHO menunjukkan bahwa kanker yang dapat dicegah lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan perempuan.

Sekitar 45 persen kasus kanker pada pria berkaitan dengan faktor yang bisa dicegah, sedangkan pada perempuan angkanya sekitar 30 persen.

Pada pria, merokok menjadi faktor utama, sementara pada perempuan infeksi dan berat badan berlebih memiliki peran lebih besar.

Perbedaan juga terlihat antarwilayah.

Asia Timur mencatat proporsi kanker yang dapat dicegah paling tinggi pada pria, sedangkan Amerika Latin dan Karibia memiliki angka yang lebih rendah.

Pada perempuan, proporsi tertinggi tercatat di Afrika sub-Sahara.

Menurut Dr Isabelle Soerjomataram, Wakil Kepala Unit Surveilans Kanker IARC, perbedaan ini mencerminkan variasi kebijakan kesehatan, kondisi sosial ekonomi, dan paparan lingkungan.

“Menangani penyebab kanker yang dapat dicegah adalah salah satu peluang terbesar untuk menurunkan beban kanker global,” ujarnya.

Baca juga: Efektif, Uji Coba Pengambilan Sampel Mandiri untuk Deteksi Kanker Serviks

Pencegahan jadi kunci menekan beban kanker

WHO menekankan bahwa pencegahan kanker tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan, tetapi membutuhkan kebijakan lintas sektor.

Langkah penting yang disorot antara lain pengendalian tembakau, pembatasan alkohol, vaksinasi HPV dan hepatitis B, perbaikan kualitas udara, serta lingkungan yang mendukung pola hidup sehat dan aktif.

WHO menilai bahwa upaya pencegahan tidak hanya dapat menyelamatkan jutaan nyawa, tetapi juga mengurangi beban biaya kesehatan jangka panjang.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi juga berkaitan erat dengan pilihan hidup dan kebijakan publik.

Baca juga: Bukan Hanya Penyakit Lansia, Kanker Prostat Juga Mengintai Pria Muda Usia 40-an

Tag:  #ungkap #dari #kasus #kanker #bisa #dicegah #faktor #risiko #terbesarnya

KOMENTAR