Bukan Hanya Makanan, Kurang Tidur Juga Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan Menurut Dokter
Tahukah Anda kurang tidur dapat memengaruhi kadar gula darah Anda? Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kortisol dan sensitivitas insulin.(Shutterstock/Tero Vesalainen)
17:18
4 Februari 2026

Bukan Hanya Makanan, Kurang Tidur Juga Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan Menurut Dokter

- Keluhan pada sistem pencernaan menjadi salah satu alasan paling sering seseorang datang berobat.

Mulai dari rasa tidak nyaman di perut, perih di ulu hati, sampai sensasi asam lambung naik, gangguan ini kerap muncul berulang dan mengganggu aktivitas harian.

Gangguan pada saluran pencernaan sering dikaitkan dengan pola makan yang berantakan. Namun, ada satu faktor lainnya yang kerap luput dari perhatian.

Baca juga: Tips Menjaga Pencernaan tetap Sehat, Tak Cuma Soal Makanan

“Kurang tidur. Itu pengaruh sekali ke saluran pencernaan,” ungkap dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, diwawancarai secara daring pada Selasa (3/2/2026).

Kurang tidur bisa bikin stres

Kurang tidur berpengaruh pada kesehatan saluran pencernaan, karena termasuk bentuk stres fisik, yang dampaknya serupa dengan stres mental.

Ilustrasi menguapFreepik/user18526052 Ilustrasi menguap

Ia menjelaskan, ketika tubuh kurang istirahat, kondisi fisik menjadi tertekan, dan hormon stres meningkat. Keadaan ini dapat mengganggu fungsi saluran pencernaan.

“Misalnya orang bekerja terus, kurang istirahat, ya dia stres fisik. Dan itu meningkatkan keadaan adrenalin dan glukokortikoid. Sama seperti orang yang banyak pikiran, banyak yang diurus. Pikirannya stres,” tutur dr. Suwito.

Baca juga: Kesehatan Sistem Pencernaan Jadi Kunci Penyerapan Gizi Anak

Dengan kata lain, stres yang bersumber dari berbagai hal, baik dari pikiran maupun kondisi tubu, sama-sama berpotensi memengaruhi saluran cerna.

“Kalau kurang tidur kan badan enggak nyaman, pikiran juga enggak fokus, sehingga berpotensi untuk mengganggu saluran cerna kita,” jelas dr. Suwito.

Mengapa stres memengaruhi gangguan pencernaan?

Dalam keadaan stres, tubuh memproduksi hormon stres dari kelenjar adrenal. Kelenjar ini menghasilkan adrenalin dan glukokortikoid, yang menyebabkan lambung mengeluarkan asam lebih banyak pada saluran pencernaan.

Ilustrasi bagaimana cara melancarkan buang air besar?Shutterstock/Sellwell Ilustrasi bagaimana cara melancarkan buang air besar?

Secara alamiah, lambung memiliki pelindung berupa lendir bikarbonat yang membuat asam lambung tidak bisa melukai dinding lambung.

Baca juga: Alami Gangguan Pencernaan, Inul Daratista Pingsan di Toilet hingga Dilarikan ke UGD

Dalam keadaan stres, karena adrenalin dan glukokortikoid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, fungsi proteksi menjadi berkurang.

“Sehingga, orang berpotensi untuk terkena gangguan di lambung. Kalau lambungnya sakit, perutnya sakit. Biasakan diri untuk berlatih menenangkan pikiran, relaksasi,” jelas dr. Suwito.

Stres bisa picu sakit perut

Lebih lanjut, stres tidak hanya dapat menyebabkan GERD, tetapi juga sakit perut. Menurut dr. Suwito, ini berkaitan dengan hubungan antara saluran pencernaan dengan otak.

“Karena, ternyata organ saluran cerna kita itu kontak dengan otak kita, melalui yang namanya sistem limbik. Sistem limbik adalah pusat pengaturan emosi di otak kita,” ucap dia.

Oleh karena itu, pada seseorang yang stres secara terus-menerus, saluran pencernaannya bisa terganggu seiring berjalannya waktu.

Begitu juga sebaliknya dengan orang yang pencernaannya terganggu, misalnya karena meradang atau alergi makanan. Mereka bisa merasa cemas, berdebar-debar, dan berujung pada stres.

“Jadi memang ada kaitannya antara stres dengan gangguan saluran cerna,” tutur dr. Suwito.

Baca juga: Kenali Perbedaan IBS dan IBD, Gangguan Pencernaan yang Serupa tapi Tak Sama

Tag:  #bukan #hanya #makanan #kurang #tidur #juga #bisa #sebabkan #gangguan #pencernaan #menurut #dokter

KOMENTAR