AWS Perkuat Transformasi Digital Indonesia lewat Investasi, Percepatan Adopsi AI & Cloud
Amazon Web Services (AWS) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital dan percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melalui investasi besar, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni, dalam pemaparan materi kepada media dan mitra strategis. Ia menegaskan keyakinan AWS terhadap potensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital di kawasan.
“AWS sangat percaya pada potensi Indonesia. Komitmen kami tercermin dari investasi senilai US$5 miliar yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Anthony.
Ia menjelaskan, investasi tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur cloud, tetapi juga pada penyediaan teknologi AI terkini. AWS menghadirkan beragam pilihan model AI dan large language models (LLM) di Indonesia, mulai dari model open source hingga model komersial global, guna mendukung inovasi di berbagai sektor.
“Kami tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur, tetapi juga memastikan teknologi AI terbaik tersedia di Indonesia agar pelaku usaha dapat berinovasi di era AI,” katanya.
Selain teknologi, AWS juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Sejak 2017 hingga 2024, AWS telah melatih lebih dari 1 juta talenta digital di Indonesia, sebagian besar melalui program pelatihan pro bono.
“Sejak 2017, AWS telah melatih lebih dari satu juta talenta digital di Indonesia, banyak diantaranya melalui program pelatihan pro bono,” tutur Anthony.
Komitmen tersebut juga dibuktikan melalui pencapaian Guinness World Record pada Oktober 2025 bersama pelajar di Jawa Barat, dengan lebih dari 15 ribu aplikasi berbasis generative AI yang dibuat dalam satu hari.
Dari sisi adopsi industri, AWS mencatat lebih dari 5,9 juta perusahaan telah mengadopsi AI sepanjang 2024, dengan pertumbuhan 47 persen secara tahunan. Dampaknya dinilai nyata terhadap kinerja bisnis.
Sejalan dengan hal tersebut, Technology Lead for Strategic Initiatives ASEAN AWS, Joel Garcia, menekankan bahwa percepatan inovasi AI harus ditopang oleh platform yang aman dan mampu beroperasi dalam skala besar.
“Di AWS, yang kami yakini adalah bagaimana kami memungkinkan pelanggan dan mitra untuk berinovasi dan berkreasi lebih cepat melalui platform yang kami sediakan,” ujar Joel.
Ia juga menegaskan bahwa keamanan menjadi fondasi utama dalam setiap implementasi AI.
“Saat kami membantu pelanggan berinovasi, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Pelanggan ingin membangun dan melakukan scale di infrastruktur cloud yang aman,” katanya.
Joel menyoroti pergeseran pemanfaatan AI dari sekadar sistem tanya jawab menuju agentic AI, yaitu sistem AI otonom yang mampu merencanakan dan menjalankan tugas kompleks sesuai tujuan bisnis.
“Transformasi AI bukan hanya soal bertanya dan mendapatkan jawaban, tetapi bagaimana AI selaras dengan tujuan transformasi bisnis dan bekerja pada skala besar,” jelasnya.
Untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut, AWS menekankan pentingnya pilihan model AI yang beragam dan terjangkau, integrasi data dan pengetahuan perusahaan, serta infrastruktur yang aman dan terbuka.
AWS juga menghadirkan Marketplace AI yang memungkinkan perusahaan memanfaatkan solusi AI siap pakai tanpa harus mengembangkan dari nol, sekaligus mendorong mitra lokal menghadirkan solusi AI buatan Indonesia.
Menutup pemaparannya, Anthony mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mempercepat adopsi AI di Tanah Air.
“Kami peduli pada Indonesia, tetapi kami tidak bisa melakukan ini sendiri. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan adopsi AI,” pungkasnya. ***
Kontributor : Tantri Amela Iskandar
Tag: #perkuat #transformasi #digital #indonesia #lewat #investasi #percepatan #adopsi #cloud