Marak Beredar di 2026: Ini 5 Ciri iPhone Rekondisi
iPhone (Dok. Apple)
18:24
29 Januari 2026

Marak Beredar di 2026: Ini 5 Ciri iPhone Rekondisi

Baca 10 detik
  • Periksa huruf awal nomor model: M (Baru), F (Refurbished), dan N (Replacement).
  • iPhone rekondisi sering kali menggunakan komponen kanibal dan tidak memiliki garansi resmi.
  • Pastikan IMEI terdaftar di situs resmi Apple dan fisik perangkat berfungsi presisi.

Punya iPhone impian dengan harga miring memang menggoda, tetapi Anda harus ekstra waspada.

Di pasar ponsel bekas, sering kali beredar iPhone rekondisi yang diklaim sebagai barang baru atau refurbished distributor.

Berbeda dengan iPhone refurbished resmi dari Apple, iPhone rekondisi biasanya adalah barang kanibal yang diperbaiki oleh pihak ketiga menggunakan komponen tidak orisinal.

Bahkan, ada temuan teknisi yang mendapati kamera Samsung terpasang di dalam bodi iPhone rekondisi.

Agar tidak tertipu, simak panduan lengkap mengenali ciri-ciri iPhone rekondisi berikut ini:

iPhone 16 Pro (apple) PerbesariPhone 16 Pro (apple)

1. Cek Nomor Model

Cara paling akurat adalah mengecek kode huruf di awal nomor model dengan cara berikut ini.

  • Masuk ke menu Settings
  • Pilih General
  • Pilih About

Anda bisa perhatikan huruf pertama pada kolom Model Number:

M: Perangkat Baru yang artinya produk asli dan baru dari pabrik Apple.

F: Perangkat Refurbished Resmi. Pernah dipakai, tapi diperbarui secara resmi oleh Apple sehingga aman dibeli.

N: Perangkat Replacement. Unit pengganti yang diberikan Apple melalui klaim garansi resmi.

P: Perangkat Personalisas yang biasanya ada ukiran nama di bodi belakang.

Waspadai jika penjual bilang barang baru tapi kodenya diawali huruf F atau N, berarti itu bukan barang baru asli dari toko.

2. Harga yang Terlalu Murah

Ingatlah bahwa ada harga, maka ada rupa. iPhone asli, baik baru maupun refurbished resmi memiliki standar harga yang stabil.

Jika Anda menemukan iPhone yang dibanderol setengah harga dari harga resmi di iBox atau situs Apple, besar kemungkinan itu adalah iPhone rekondisi.

Penjual nakal biasanya memoles fisik agar terlihat mulus untuk menutupi komponen jeroan yang sudah diganti part murah.

3. Cek IMEI di Situs Resmi

Setiap iPhone asli memiliki nomor IMEI yang terdaftar di database Apple.

Anda bisa mengeceknya di situs checkcoverage.apple.com atau phoneimei.info.

iPhone rekondisi sering kali memiliki nomor IMEI yang tidak terverifikasi atau keterangannya tidak sesuai dengan unit yang Anda pegang.

Jika IMEI tidak terdaftar, segera urungkan niat untuk membeli.

4. Garansi Toko vs Garansi Resmi

iPhone asli selalu disertai dengan garansi resmi Apple selama 1 tahun yang berlaku internasional atau sesuai wilayah, seperti iBox atau TAM di Indonesia.

Sedangkan iPhone rekondisi, biasanya hanya memberikan garansi toko atau garansi distributor yang singkat, misal 1 minggu atau 1 bulan.

Jika ada masalah setelah masa itu, penjual sering kali lepas tangan.

5. Fisik Mulus Tapi Fungsi Lemot

iPhone rekondisi biasanya dipoles luar agar terlihat kinclong. Namun, cobalah cek fungsinya secara detail:

  • Kamera: Buka aplikasi kamera, coba pindah dari lensa wide ke ultra-wide. Jika transisinya lambat atau patah-patah, kemungkinan komponen kamera sudah diganti part non-ori.
  • Tombol: Cek tombol silent, volume, dan power. Jika terasa longgar, keras, atau tidak presisi, itu tanda bodi sudah pernah dibongkar pihak ketiga.
  • Kemasan: Dus iPhone asli sangat rapi dan tersegel rapat. iPhone refurbished resmi Apple memiliki dus khusus warna putih dengan tulisan "Apple Certified Pre-Owned".

Jika dus terlihat kusam, cetakan tulisan buram atau aksesoris (charger/kabel) terasa ringan dan kasar, maka dipastikan itu rekondisi.

Editor: Cesar Uji Tawakal

Tag:  #marak #beredar #2026 #ciri #iphone #rekondisi

KOMENTAR