IDC: Krisis Memori Ancam Pasar PC Tahun 2026
Ilustrasi laptop.(canva.com)
11:06
31 Desember 2025

IDC: Krisis Memori Ancam Pasar PC Tahun 2026

Ringkasan berita:

  • IDC memprediksi pasar PC global tertekan pada 2026, dengan penurunan pengiriman hingga 8,9 persen akibat krisis pasokan memori.
  • RAM dan SSD makin langka dan mahal karena produsen chip memprioritaskan kebutuhan pusat data AI, membuat harga PC diperkirakan naik 15–20 persen.
  • Tren AI PC justru memperparah kondisi, karena butuh RAM besar di tengah pasokan terbatas, sehingga konsumen dan perakit PC rakitan paling terdampak.

- Pasar PC (komputer pribadi) global diprediksi menghadapi tekanan berat pada 2026, imbas krisis memori.

Lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) memprediksi kelangkaan chip memori berpotensi membuat harga komputer naik dan penjualan menurun signifikan tahun depan.

Dalam laporan terbarunya, IDC menyebut pengiriman (shipment) PC secara global bisa menyusut hingga 8,9 persen pada 2026 dalam skenario terburuk.

Prediksi ini muncul meski pasar PC masih mencatat kinerja positif pada kuartal ketiga (Juli-September) 2025, dengan pertumbuhan pengiriman tahunan sebesar 9,4 persen.

Hingga kini, IDC memang belum merilis laporan kuartal keempat (Oktober-Desember) 2025 maupun laporan tahunan pasar PC global. Namun, IDC memperkirakan kinerja Q4 2025 berpeluang melampaui proyeksi sebelumnya.

Lonjakan ini tampaknya lebih dipicu oleh strategi produsen yang menimbun stok lebih awal sebelum kenaikan harga komponen, bukan karena permintaan konsumen yang benar-benar pulih.

IDC memperkirakan bahwa pengiriman PC global pada tahun 2026 akan turun hingga 4,9 persen atau bisa mencapai 8,9 persen dalam skenario terburuk..IDC IDC memperkirakan bahwa pengiriman PC global pada tahun 2026 akan turun hingga 4,9 persen atau bisa mencapai 8,9 persen dalam skenario terburuk..

Penyebab utama

Ilustrasi chip AI. Shutterstock Ilustrasi chip AI.

Penyebab utama prediksi pasar PC global lesu pada 2026 adalah gara-gara krisis pasokan memori, terutama DRAM dan NAND.

Keduanya kini disebut semakin langka dan mahal karena produsen chip memori mengalihkan fokus produksi ke kebutuhan pusat data AI.

DRAM (Dynamic Random Access Memory) adalah memori kerja sementara yang dipakai perangkat saat sedang menyala. Inilah yang biasa dikenal sebagai RAM.

Sementara NAND adalah memori penyimpanan permanen. NAND dipakai untuk menyimpan sistem operasi, aplikasi, foto, video, dan file lainnya.

Di HP dan laptop, NAND inilah yang kita kenal sebagai storage atau penyimpanan internal, misalnya 128 GB, 256 GB, atau 1 TB. SSD di laptop dan PC juga menggunakan NAND sebagai basis penyimpanannya.

IDC menjelaskan bahwa produsen besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron kini lebih memprioritaskan memori kelas enterprise untuk pusat data AI, seperti high-bandwidth memory (HBM) dan DDR5 berkapasitas tinggi.

Sebaliknya, produksi memori konvensional yang biasa dipakai di laptop, PC rumahan, dan perangkat konsumen lain justru ditekan.

Dampaknya, pasokan RAM dan SSD untuk PC menyusut, sementara harga terus merangkak naik karena permintaan masih terus ada.

IDC menyebut situasi ini sebagai "mimpi buruk" bagi konsumen yang ingin merakit perangkat PC mereka sendiri di tahun depan.

Kondisi ini sudah mulai terasa di pasar. IDC menyebut, beberapa perusahaan, seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan Asus, telah mengonfirmasi bahwa harga PC pada 2026 kemungkinan akan naik 15 sampai 20 persen.

"Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS telah memperingatkan pelanggan tentang kondisi yang lebih sulit di masa mendatang, mengkonfirmasi kenaikan harga 15-20 persen, dan penyesuaian kontrak sebagai respons seluruh industri," tulis IDC.

Samsung Galaxy Book4 Edge merupakan PC Copilot+. PC Copilot+ adalah PC Windows tercepat dan tercerdas yang pernah dibuat, dengan kemampuan 40+ TOPS (trillion operations per second).Microsoft Samsung Galaxy Book4 Edge merupakan PC Copilot+. PC Copilot+ adalah PC Windows tercepat dan tercerdas yang pernah dibuat, dengan kemampuan 40+ TOPS (trillion operations per second).

Krisis memori ini datang di saat industri PC berharap bangkit lewat tren “AI PC”, yakni komputer yang dibekali unit pemrosesan AI (NPU) untuk menjalankan fitur kecerdasan buatan secara lokal.

Masalahnya, AI PC justru membutuhkan RAM lebih besar, minimal 16 GB, bahkan hingga 32 GB untuk model kelas atas. Ketika kebutuhan memori meningkat, harga komponen justru melonjak dan pasokannya terbatas.

IDC menilai situasi ini menciptakan badai tak terhindarkan bagi industri PC. Di satu sisi ada dorongan pembaruan perangkat akibat berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025. Sementara di sisi lain produsen harus menghadapi biaya produksi yang membengkak.

Dalam skenario moderat, pasar PC diperkirakan turun 4,9 persen pada 2026. Namun dalam skenario pesimistis, penurunannya bisa mencapai 8,9 persen, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari blog resmi IDC.

Meski begitu, dampak krisis memori ini disebut tidak merata. Produsen PC besar dinilai lebih mampu bertahan karena memiliki volume pembelian tinggi dan daya tawar lebih kuat terhadap pemasok.

Sebaliknya, produsen kecil, perakit PC rakitan, hingga pasar DIY berisiko paling terpukul akibat kenaikan harga RAM dan SSD. Kondisi inilah yang diperkirakan IDC bakal mendorong konsumen (terutama gamer), membeli perangkat PC yang sudah dirakit lengkap.

Tag:  #krisis #memori #ancam #pasar #tahun #2026

KOMENTAR