Jadi Sorotan Media Internasional, Menpora Sayangkan Insiden Suporter Usai Laga Persib di ACL 2
Andrew Jung (90) mendapatkan kawalan lawan dalam laga leg kedua 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 Persib vs Ratchaburi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026).(KOMPAS.com/Adil Nursalam)
06:34
21 Februari 2026

Jadi Sorotan Media Internasional, Menpora Sayangkan Insiden Suporter Usai Laga Persib di ACL 2

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memberikan respons tegas terkait insiden masuknya oknum suporter ke lapangan dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah laga antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di babak 16 besar ACL 2 2025-2026.

Sebagai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyayangkan kejadian yang kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia di mata dunia.

Ia menegaskan bahwa aksi pitch invasion tersebut seharusnya bisa diantisipasi oleh pihak penyelenggara.

Kini, dunia internasional kembali menyoroti perilaku pendukung sepak bola di tanah air pasca-insiden di Bandung tersebut.

Baca juga: Persib Ubah Jadwal Latihan Selama Ramadhan, Bojan Hodak Ungkap Alasannya

Persib Bandung sebenarnya sukses meraih kemenangan 1-0 saat menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Laga leg kedua babak 16 besar tersebut berlangsung pada Rabu (18/2/2026).

Namun, hasil positif ini tidak cukup untuk menolong Maung Bandung di ajang AFC Champions League Two.

Persib dipastikan tersingkir karena kalah agregat 1-3 dari wakil Thailand tersebut.

Sebelumnya, pada leg pertama, tim kebanggaan warga Jawa Barat ini menyerah 0-3 di markas lawan.

Kegagalan melaju ke babak berikutnya pun menyisakan kekecewaan bagi pendukung.

Aksi Nekat Oknum Suporter

Baca juga: Pelatih Ratchaburi Akui Perbedaan Besar Atmosfer Liga Thailand dan Kandang Persib

Suasana Stadion GBLA berubah menjadi sorotan tepat setelah wasit meniup peluit panjang.

Sejumlah oknum suporter memaksa masuk ke dalam area lapangan hijau.

Aksi ini memicu situasi tegang karena pemain dan ofisial masih berada di area pertandingan.

Aksi Thom Haye dalam laga leg kedua 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 Persib vs Ratchaburi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026).KOMPAS.com/Adil Nursalam Aksi Thom Haye dalam laga leg kedua 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 Persib vs Ratchaburi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026).

Pelatih Bojan Hodak bahkan harus turun tangan langsung untuk menenangkan situasi.

Bersama para pemain, Bojan Hodak berusaha menghalau oknum yang merangsek masuk agar kericuhan tidak meluas.

Meski demikian, kritikan dari media internasional tetap tak terhindarkan akibat lemahnya pengamanan tersebut.

Menunggu Penilaian dari AFC

Pemerintah melalui Kemenpora saat ini masih menunggu laporan resmi dari pihak AFC.

Keputusan mengenai potensi hukuman berada sepenuhnya dalam kewenangan konfederasi sepak bola Asia tersebut.

Baca juga: Bobotoh Persib Ricuh di Level Asia, Pesan Djanur tentang Mental Fan Menerima Hasil

Penilaian objektif dari pengawas pertandingan akan menjadi dasar penentuan sanksi berikutnya.

“Ya, saya tentu yang bilang, kejadian-kejadian seperti ini perlu diantisipasi,” ujar Erick Thohir kepada awak media di Kantor Kemenpora, Jumat (20/2/2026).

Ia memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh mengenai bentuk hukuman yang akan diterima.

“Tapi kita tunggu dari AFC-nya sendiri seperti apa penilaiannya,” katanya lagi.

Bayang-bayang Sanksi Berat

Insiden ini menjadi catatan buruk karena sebelumnya Persib sudah pernah dijatuhi denda oleh AFC.

Pada fase grup, Maung Bandung dikenakan sanksi sebesar US$ 30.000 akibat pelanggaran disiplin penonton.

Pelanggaran tersebut meliputi penggunaan alat pembakar dan kelalaian dalam regulasi keselamatan.

Publik kini merasa khawatir catatan kedisiplinan ini akan memberatkan posisi klub di tingkat Asia.

Baca juga: Beda Nasib Persib dan Pratama Arhan di Babak 16 Besar ACL 2

Sanksi administratif maupun denda besar berpeluang kembali dijatuhkan jika bukti-bukti di lapangan menguatkan adanya kegagalan pengamanan.

Menutup pernyataannya, Erick Thohir meminta semua pihak untuk menunggu hasil sidang komisi disiplin.

“Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi yang saya mungkin tidak mau berkomentar sebelum sanksinya,” pungkasnya.

Tag:  #jadi #sorotan #media #internasional #menpora #sayangkan #insiden #suporter #usai #laga #persib

KOMENTAR