Memasuki Mediterania, Kapal Induk Canggih AS USS Gerald R Ford Kian Dekat ke Iran
Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford saat dipotret di laut bersama jet tempur F/A-18E/F Super Hornets dan B-52 Stratofortress di lokasi yang tak disebutkan di laut, 13 November 2025.(US NAVY/GETTY IMAGES NORTH AMERICA via AFP)
06:36
21 Februari 2026

Memasuki Mediterania, Kapal Induk Canggih AS USS Gerald R Ford Kian Dekat ke Iran

- Kapal induk paling canggih milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, terpantau mulai memasuki Laut Mediterania pada Jumat (20/2/2026). 

Kehadiran kapal raksasa ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Donald Trump untuk memperkuat eskalasi kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah secara besar-besaran.

Kapal induk tersebut terlihat melintasi Selat Gibraltar yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania.

Hal ini tampak dalam sebuah foto yang diambil dari sisi Gibraltar di selat tersebut, dikutip dari AFP, Jumat.

Baca juga: Trump Beri Deadline 15 Hari, Iran Balas Ancaman Tak Main-main

Trump sebelumnya menegaskan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran. 

Langkah militer ini disebut akan diambil jika jalur negosiasi gagal mencapai kesepakatan baru untuk menggantikan perjanjian nuklir Teheran.

Kedatangan USS Gerald R Ford ini kemungkinan lebih cepat dari perkiraan yang semula diprediksi bakal tiba dalam tiga pekan.

Kapal induk ini akan meingkatkan kekuatan militer AS di wilayah tersebut di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran.

Baca juga: Mengapa Selat Hormuz di Lepas Pantai Iran Sangat Krusial?

Aset militer AS di Timur Tengah

Saat ini, Washington tercatat sudah menyiagakan sedikitnya 13 kapal perang di Timur Tengah.

Kekuatan tersebut terdiri dari satu kapal induk USS Abraham Lincoln, sembilan kapal perusak, serta tiga kapal tempur pesisir.

Dengan masuknya USS Gerald R Ford yang didampingi oleh tiga kapal perusak tambahan, total armada perang AS di kawasan tersebut akan melonjak menjadi 17 kapal.

Pengerahan dua kapal induk secara bersamaan dalam satu wilayah operasi merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi. 

Kedua kapal induk ini diawaki oleh ribuan personel pelaut dan mengusung sayap udara yang terdiri dari puluhan jet tempur siap tempur.

Baca juga: Bersiap Hadapi Serangan AS, Iran Bentengi Fasilitas Nuklirnya

Jet tempur dan pertahanan udara

Jet tempur Amerika Serikat diparkir di dek kapal induk USS Abraham Lincoln sata kunjungan media di Pelabuhan Klang, Kuala Lumpur, Malaysia, 26 November 2024. Kapal induk Amerika ini menjadi sorotan utama dalam kemungkinan serangan ke Iran, Januari 2026.AFP/POOL/FAZRY ISMAIL Jet tempur Amerika Serikat diparkir di dek kapal induk USS Abraham Lincoln sata kunjungan media di Pelabuhan Klang, Kuala Lumpur, Malaysia, 26 November 2024. Kapal induk Amerika ini menjadi sorotan utama dalam kemungkinan serangan ke Iran, Januari 2026.

Selain armada laut, AS juga telah memobilisasi puluhan pesawat tempur tambahan ke Timur Tengah. 

Kekuatan udara ini mencakup jet tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning, pesawat tempur F-15 dan F-16, serta pesawat pengisian bahan bakar di udara KC-135 yang dibutuhkan untuk mendukung operasi mereka.

AS juga dilaporkan telah meningkatkan pertahanan udara berbasis daratnya di Timur Tengah, sementara sejumlah besar kapal perusak berpeluru kendali di wilayah tersebut menyediakan kemampuan pertahanan udara di laut.

Meskipun pasukan darat diperkirakan tidak akan ikut serta dalam aksi ofensif terhadap Iran, AS memiliki puluhan ribu personel militer di pangkalan-pangkalan di Timur Tengah yang berpotensi rentan terhadap serangan balasan.

Tag:  #memasuki #mediterania #kapal #induk #canggih #gerald #ford #kian #dekat #iran

KOMENTAR