Kasus Epstein Meluas sampai Hong Kong, Tahun 2000-an Awal Sudah Bahas AI
File atau dokumen Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat di Washington DC pada 19 Desember 2025. Perilisan ini terkait dengan penyelidikan orang-orang yang terkait pelaku perdagangan seks anak di bawah umur, Jeffrey Epstein.(AFP/MANDEL NGAN)
21:36
20 Februari 2026

Kasus Epstein Meluas sampai Hong Kong, Tahun 2000-an Awal Sudah Bahas AI

- Investigasi South China Morning Post (SCMP) mengungkap keterkaitan finansial antara terpidana kasus kejahatan seksual asal Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, dan ilmuwan kecerdasan buatan (AI) Ben Goertzel.

Penelusuran berbasis hampir 800 halaman dokumen dari jutaan berkas yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika menunjukkan, Epstein mengucurkan sedikitnya 113.000 dollar AS (sekitar Rp 1,9 miliar) untuk mendukung proyek kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) milik Goertzel.

Dana tersebut tidak hanya menopang pengembangan proyek AI, tetapi juga membantu membuka akses terhadap hibah dari Pemerintah Hong Kong.

Baca juga: Berpengaruh dan Tajir Melintir, dari Mana Asal Kekayaan Jeffrey Epstein?

Hubungan hampir dua dekade

Foto terakhir Jeffrey Epstein sebelum kematiannyaWikimedia/United States Department of Justice Foto terakhir Jeffrey Epstein sebelum kematiannyaKorespondensi e-mail yang ditelaah SCMP memperlihatkan relasi keduanya bermula pada 2001.

Pada tahun itu, Epstein memberikan pendanaan untuk fellowship riset yang detailnya tidak diungkapkan.

Kerja sama tersebut berlanjut pada periode 2010 hingga 2015.

Dalam kurun waktu tersebut, Epstein menyalurkan sedikitnya 113.000 dollar AS melalui organisasi nirlaba Humanity+, yang kemudian diteruskan ke Novamente, perusahaan konsultan milik Goertzel.

Dana itu diposisikan sebagai “sponsor industri” agar proyek terkait memenuhi syarat pendanaan dari Innovation and Technology Fund (ITF) Pemerintah Hong Kong.

Skema ITF mengharuskan perusahaan memperoleh sepuluh persen pendanaan dari sponsor industri agar berhak menerima hingga 90 persen pembiayaan proyek dari pemerintah.

Direktori proyek ITF mencatat Novamente sebagai sponsor untuk tiga proyek di Hong Kong Polytechnic University.

Total pendanaan untuk tiga proyek tersebut mencapai 8,9 juta dollar Hong Kong (sekitar Rp 19 miliar) dalam rentang 2010-2016.

OpenCog, kerangka kerja AI sumber terbuka yang dikembangkan Goertzel, juga mencantumkan ITF sebagai salah satu sponsornya.

Baca juga: Bukan Bunuh Diri, Pakar Forensik Temukan Kejanggalan Kematian Jeffrey Epstein

Permintaan dana berulang

Tampilan dokumen Epstein, yaitu file berisi kasus-kasus pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein, saat dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat di Washington DC, 19 Desember 2025.REUTERS/JONATHAN ERNST Tampilan dokumen Epstein, yaitu file berisi kasus-kasus pelaku perdagangan seks Jeffrey Epstein, saat dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat di Washington DC, 19 Desember 2025.E-mail yang dikaji SCMP menunjukkan Goertzel beberapa kali meminta tambahan dana kepada Epstein.

Pada 2011, ia menulis, “Beri tahu saya jika Anda bersedia menyumbangkan tambahan 10.000 dollar AS (sekitar Rp 168 juta). Jika tidak, saya akan mencari opsi lain (kemungkinan besar kartu kredit pribadi saya). Saya benar-benar tidak mampu menanggung 10.000 dollar AS secara pribadi saat ini.”

Permintaan serupa kembali muncul pada awal 2015, ketika pemberitaan negatif mengenai kasus Epstein kembali mencuat.

Saat itu, Goertzel meminta bantuan sebesar 25.000 dollar AS (sekitar Rp 420 juta).

Ia menulis, “Seperti biasa, saya tidak punya uang dan harus mencarinya dari suatu tempat (yang selama ini setiap tahun berasal dari Anda!!!).”

Salah satu asisten Epstein sempat menyatakan bahwa pendanaan akan ditunda karena situasi dan pemberitaan buruk yang beredar.

Pada hari yang sama, Epstein tetap menyetujui transfer 25.000 dollar AS tersebut.

Dalam e-mail lain, Goertzel menanggapi sorotan media terhadap Epstein dengan mengatakan, “Saya telah melihat gelombang publisitas negatif yang benar-benar bodoh di berita, dan saya menyesal Anda harus menghadapinya.”

Ia juga menambahkan dua kemungkinan, “a) omong kosong itu sepenuhnya dibuat-buat oleh orang-orang serakah yang mencari uang dan ketenaran, b) mungkin variasi dari apa yang dituduhkan memang terjadi, tetapi jika demikian itu pasti merupakan kejadian di antara orang-orang yang cukup dewasa dan saling menyetujui pada saat itu, jadi mengapa itu menjadi urusan orang lain?”

Baca juga: Dibongkar di Kongres AS, Siapa 6 Pria yang Ditutupi di File Epstein?

Penjelasan dan penyesalan Goertzel

Kepada SCMP, Goertzel menyatakan penyesalannya pernah berhubungan dengan Epstein.

“Melihat ke belakang, saya menyesal mengenal orang itu, atau menerima uangnya, atau berurusan dengannya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan di balik penerimaan dana tersebut.

“Alasan ilmuwan mana pun berurusan dengan Jeffrey Epstein sangat sederhana—mendapatkan dana riset itu sulit dan menyita seluruh waktu Anda. Terutama pada masa itu... Mendapatkan dana riset untuk (artificial general intelligence) hampir mustahil. Ketika riset Anda pada dasarnya tidak memiliki pendanaan, sulit untuk mengatakan tidak,” kata Goertzel.

Goertzel menegaskan, tidak mengetahui aktivitas ilegal Epstein.

Ia mengaku diperkenalkan kepada Epstein sebagai “miliarder eksentrik” yang bersedia mendanai proyek inovatif.

Meski mengetahui Epstein menyukai perempuan muda, ia menyatakan tidak pernah melihatnya bersama perempuan yang tampak berusia di bawah 25 tahun.

Komunikasi antara keduanya berlangsung setidaknya hingga 2018.

Sekitar setahun setelah itu, Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks federal dan kemudian ditemukan meninggal di sel penjaranya setahun kemudian.

Komisi Inovasi dan Teknologi Hong Kong menyatakan, secara rutin meninjau berbagai skema pendanaan untuk memastikan dana disalurkan dengan tepat.

Seluruh aplikasi, menurut komisi tersebut, diperiksa oleh panel profesional.

Baca juga: Siapa Jeffrey Epstein, Kenapa Kasusnya Seret Orang-orang Top Dunia?

Sumber: Kompas.com/Inas Rifqia Lainufar

Tag:  #kasus #epstein #meluas #sampai #hong #kong #tahun #2000 #awal #sudah #bahas

KOMENTAR