10 Cara Menjadi Orangtua yang Lebih Dekat dengan Anak
Ilustrasi orangtua bersama anak.(Dok. Freepik/Freepik)
22:35
20 Februari 2026

10 Cara Menjadi Orangtua yang Lebih Dekat dengan Anak

- Menjadi orangtua bukanlah peran yang datang dengan buku panduan tunggal. Setiap anak tumbuh dengan keunikan, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda. 

Tak heran jika banyak orangtua kerap merasa ragu, lelah, bahkan bertanya-tanya apakah mereka sudah melakukan yang terbaik untuk anak.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa menjadi orangtua yang lebih baik bukan soal kesempurnaan, melainkan tentang kesediaan untuk hadir, belajar, dan bertumbuh bersama anak. 

Baca juga: Siap Jadi Orangtua Tak Cukup soal Usia, Ini Pentingnya Kematangan Emosi Menurut Psikolog

Ada 10 tips yang bisa membantu orangtua membangun hubungan yang lebih dekat, sehat, hangat, dan penuh makna dengan anak, di berbagai tahap usia, seperti dikutip Parents, Jumat (20/2/2026).

10 Cara menjadi orangtua yang lebih dekat dengan anak

1. Dengarkan anak dengan penuh kehadiran

Mendengarkan bukan sekadar diam saat anak berbicara, melainkan benar-benar hadir secara emosional. Anak perlu merasa dilihat dan didengar agar tumbuh rasa percaya diri dan aman.

Sebuah artikel dari Childcare and Education Expo menyebutkan bahwa dengan mendengarkan, orangtua menunjukkan bahwa anak dihargai dan pendapatnya penting. 

Proses ini membantu anak membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan harga diri sejak dini.

Ketika orangtua meluangkan waktu untuk mendengar cerita anak, baik hal kecil maupun besar, ikatan emosional pun menjadi lebih kuat.

2. Hindari membandingkan anak dengan orang lain

Setiap anak berkembang dengan ritmenya sendiri. Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain justru berpotensi memicu rasa tidak aman.

Dokter anak sekaligus penulis The Happiest Toddler on the Block, Harvey Karp menegaskan, perkembangan anak tidak bisa disamakan.

“Bayi berkembang sangat cepat sehingga satu kemampuan bisa muncul lebih dulu dibandingkan yang lain. Lihat anak secara utuh, bukan hanya satu aspek perkembangan,” jelasnya.

Baca juga: 9 Sikap Orangtua yang Bisa Merusak Hubungan dengan Anak, Menurut Psikolog

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan temperamen anak, bukan hanya usia atau pencapaian tertentu.

3. Beri contoh lewat tindakan

Anak belajar paling banyak dari apa yang mereka lihat. Cara orangtua menghadapi stres, menyelesaikan konflik, atau memperlakukan orang lain akan menjadi cermin bagi anak.

“Kamu sebenarnya mengajarkan sesuatu kepada anak setiap menit, entah disadari atau tidak. Dari cara mengelola stres hingga merayakan keberhasilan, anak selalu mengamati,” terang penulis buku parenting, Elizabeth Pantley.

Oleh karena itu, menampilkan sikap sabar, jujur, dan penuh empati dalam keseharian jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberi ceramah.

4. Biarkan anak belajar dari kesalahan

Naluri orangtua sering kali ingin melindungi anak dari kekecewaan. Namun, membiarkan anak melakukan kesalahan kecil justru membantu mereka belajar.

Psikiater anak Christopher Lucas menjelaskan, kesalahan membantu anak memahami sebab dan akibat.

“Secara emosional, lebih sehat membiarkan anak mengalami kekecewaan kecil daripada melindunginya dari semua hal negatif,” ujarnya.

Pengalaman ini membangun ketahanan mental dan kepercayaan diri anak seiring waktu.

5. Bersikap fleksibel dalam pola asuh

Pola asuh yang berhasil di satu fase usia belum tentu efektif di fase berikutnya. Anak terus berubah, begitu pula kebutuhan mereka.

Seiring bertambahnya usia, orangtua perlu menyesuaikan pendekatan, terutama saat anak memasuki masa remaja yang menuntut lebih banyak kemandirian.

Fleksibilitas membantu orangtua tetap relevan dan dekat dengan anak di setiap tahap tumbuh kembang.

6. Ajukan pertanyaan yang membuka percakapan

Selain mendengarkan, bertanya dengan cara yang tepat juga penting. Pertanyaan terbuka membantu orangtua memahami perasaan dan pikiran anak.

Baca juga: Kurang Bonding Bikin Hubungan Orangtua dan Anak Terasa Canggung

Alih-alih bertanya, “Sekolahnya menyenangkan?” cobalah, “Bagian apa yang paling kamu sukai hari ini?” Pertanyaan seperti ini mendorong anak bercerita lebih panjang dan jujur.

7. Cari makna di balik perilaku buruk anak

Perilaku yang dianggap nakal sering kali merupakan bentuk ekspresi emosi yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Pantley menekankan, anak tidak berperilaku buruk untuk memanipulasi orangtua. Pendekatan ini membantu anak merasa dipahami, bukan dihakimi.

“Anak meluapkan emosi karena ada alasan tertentu. Tugas orangtua adalah mencari akar masalahnya,” tutur dia.

8. Validasi perasaan anak

Memvalidasi perasaan anak bukan berarti selalu setuju, melainkan mengakui bahwa emosi mereka nyata dan penting.

Validasi emosi membantu anak mengembangkan welas asih pada diri sendiri dan kemampuan menghadapi tantangan secara sehat.

Anak yang merasa emosinya diterima cenderung lebih terbuka dan percaya pada orangtua.

9. Dorong kreativitas anak

Memberi ruang bagi anak untuk berkreasi, melukis, menari, bermain, atau bereksplorasi, membantu mereka mengekspresikan diri.

Pujian yang tulus atas usaha, bukan hasil semata, akan meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak untuk mencoba hal baru.

10. Percayai insting sebagai orangtua

Di tengah banjir informasi parenting, orangtua kerap merasa tertekan untuk selalu benar. Padahal, menurut Psikolog dan penulis Nurture the Nature, Michael Gurian, tidak semua saran cocok untuk setiap anak.

“Tidak ada yang lebih mengenal anak selain orangtuanya sendiri. Saat orangtua kembali percaya pada instingnya, mereka merasa lebih yakin dalam mengambil keputusan,” tandas dia.

Orangtua yang lebih baik bukan tentang selalu benar atau tidak pernah melakukan kesalahan. 

Proses ini adalah perjalanan panjang untuk terus belajar memahami anak, menyesuaikan diri dengan kebutuhannya, dan hadir secara emosional di setiap tahap tumbuh kembang. 

Melalui beberapa tips di atas, hubungan yang hangat dan saling percaya pun dapat terbangun secara alami.

 Baca juga: Anak Tantrum di Tempat Umum, Orangtua Harus Apa? Ini Saran Pakar Pengasuhan

Tag:  #cara #menjadi #orangtua #yang #lebih #dekat #dengan #anak

KOMENTAR