Bahlil Ungkap RI Sepakat Beli Minyak dan LPG Senilai Rp 253 T dari AS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
23:08
20 Februari 2026

Bahlil Ungkap RI Sepakat Beli Minyak dan LPG Senilai Rp 253 T dari AS

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia bakal membeli bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG) dan minyak mentah (crude oil) dari Amerika Serikat senilai 15 miliar dollar AS atau Rp 253 triliun (asumsi kurs Rp 16.880 per dollar AS).

Pembelian produk energi tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/2/2025).

"Dalam perjanjian tersebut telah dimuat secara jelas bahwa untuk memberikan keseimbangan neraca perdagangan kita, maka dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar 15 miliar dollar AS," ungkap Bahlil dalam konferensi pers secara virtual di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/2/2026) malam.

Baca juga: Misi Bahlil Ikut Prabowo Ke AS: Perpanjang Kerja Sama ExxonMobil

Ia menegaskan, alokasi 15 miliar dollar AS untuk pembelian BBM, LPG dan minyak mentah tersebut bukan serta-merta menambah volume impor energi secara keseluruhan.

Pemerintah hanya mengalihkan sebagian sumber impor dari sejumlah negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika ke AS. Maka, total volume impor energi tetap sama, hanya terjadi pergeseran negara asal

Meski begitu, Bahlil belum mengungkapkan berapa besaran volume impor yang akan dialihkan ke AS.

"Berapa persen yang kita switch (geser) dari Middle East (Timur Tengah) atau Asia Tenggara, dan Afrika, nanti saya akan sampaikan tiga minggu terhitung sekarang," ucap dia

Bahlil menyebut, pada dasarnya RI sudah mengimpor LPG dari AS sebanyak 7 juta ton per tahun. Sehingga dengan kesepakatan dagang tersebut, volume impor LPG dari Negeri Paman Sam akan ditingkatkan kembali.

Baca juga: Bahlil: Sebelum Saya Menteri ESDM, 80 Persen Pemilik IUP Kantornya di Jakarta

Impor akan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha milik pemerintah. Selain itu, Bahlil juga memastikan bahwa mekanisme pembelian akan tetap mengedepankan prinsip keekonomian yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

"Dalam praktiknya nanti, pembelian ini akan memperhatikan mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan, baik bagi pihak AS dan badan usahanya, maupun bagi pihak Indonesia," kata Bahlil.

Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo, setelah proses finalisasi dalam waktu 90 hari ke depan rampung, maka pemerintah akan langsung masuk ke tahap eksekusi agar implementasi berjalan cepat dan tidak menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

"Begitu kami mendapat arahan dari Bapak Presiden Prabowo, setelah finalisasi dalam 90 hari ke depan selesai, maka langsung kita mulai tahapan eksekusi," pungkas

Tag:  #bahlil #ungkap #sepakat #beli #minyak #senilai #dari

KOMENTAR