Ketika Terjadi Kecelakaan Motor dan Bus, Polisi Berpihak ke Siapa ?
Seminar mengusung tajuk Membangun Budaya Berkendara Aman dan Bertanggung Jawab” di Pool Pusat PO SAN di Bengkulu, Selasa (18/11). (Abdul Rahman/JawaPos)
18:44
18 November 2025

Ketika Terjadi Kecelakaan Motor dan Bus, Polisi Berpihak ke Siapa ?

--  Angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya masih perlu diberikan perhatian secara serius. Pasalnya, angkanya cukup besar dan mengundang keprihatinan dari banyak pihak.

Berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), sepanjang Januari hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 70.749 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 11.262 korban meninggal dunia. 

Angka ini memang menunjukkan penurunan 2,6 persen apabila dibandingkan dengan tahun 2024, yang mencatat angka 72.638 jumlah kasus dengan 13.781 korban jiwa. Meski demikian, angka tersebut tetap menjadi alarm serius bagi semua pihak untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan transportasi.

Kecelakaan yang terjadi bisa bermacam-macam. Ada kecelakaan yang melibatkan motor dengan motor, mobil dengan mobil, mobil dengan bus, hingga motor dengan bus.

Kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan lalu lintas adalah sepeda motor dengan angka 94.339 unit sepanjang semester I 2025. Perilaku terbanyak pengemudi yang memicu kecelakaan adalah tidak mampu menjaga jarak aman antar kendaraan.

Pertanyaannya kemudian, siapa yang dimenangkan polisi ketika terjadi kecelakaan melibatkan motor dengan bus ? 

Terkait pertanyaan tersebut, Kasat Lantas Polresta Bengkulu AKP Aan Setiawan mengungkapkan, pihaknya tidak melihat dengan kaca mata kuda ketika melihat kejadian kecelakaan. Pasalnya, setiap kasus peristiwanya berbeda-beda.

Namun yang pasti, Polresta Bengkulu selalu mencari informasi terkait kronologi kejadian kecelakaan sebelum menentukan siapa yang benar dan salah. 

"Kita menarik dari sisi tabrakannya ya. Kita lihat dan nilai dari peristiwa kejadiannya. Misalnya ada bus lagi berhenti, pengendara motor lagi mabuk tiba-tiba menabrak. Dalam kasus ini yang salah adalah pengendara motor," kata AKP Aan Setiawan dalam seminar bertajuk “Membangun Budaya Berkendara Aman dan Bertanggung Jawab” di Pool Pusat PO SAN di Bengkulu, Selasa (18/11).

Dia memastikan ketika terjadi kecelakaan, yang digali informasi di lapangan dari saksi-saksi untuk mengetahui secara pasti peristiwa terjadinya kecelakaan. Selain itu, juga dilihat bagian kendaraan yang rusak untuk membangun narasi peristiwa dan sudur pandang secara utuh. 

"Kalau tidak ada saksi yang melihat, kita melihat dari CCTV," paparnya.

Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO. SAN), Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, dirinya sangat sedih dan terpukul ketika terjadi kecelakaan bus mengalami tabrakan dengan motor. 

"Hati saya menangis tidak tega ketika ada kecelakaan motor dan bus. Makanya sebisa mungkin jangan sampai terjadi kecelakaan melibatkan bus dan motor," kata Kurnia Lesani Adnan yang berinisiatif menggelar acara seminar sekaligus edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak muda, dalam berkendara.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #ketika #terjadi #kecelakaan #motor #polisi #berpihak #siapa

KOMENTAR