Mesin Motor Matic Kamu Tiba-Tiba Ngorok? Jangan Panik, Ini 5 Penyebab yang Sering Diabaikan!
Ilustrasi perawatan CVT motor matic. (RianAlfianto/JawaPos.com)
13:28
19 Februari 2026

Mesin Motor Matic Kamu Tiba-Tiba Ngorok? Jangan Panik, Ini 5 Penyebab yang Sering Diabaikan!

- Suara mesin motor matic yang tiba-tiba berubah jadi kasar atau “ngorok” pasti bikin kamu waswas saat berkendara. Apalagi kalau sebelumnya motor terasa halus dan nyaman digunakan setiap hari. Masalah ini memang sering dikaitkan dengan motor tua, tapi faktanya motor matic keluaran terbaru juga bisa mengalami hal serupa kalau perawatannya kurang maksimal.

Bunyi ngorok biasanya muncul dari area CVT dan menandakan ada komponen yang mulai aus, kotor, atau tidak bekerja secara optimal. Kalau dibiarkan, bukan cuma mengganggu kenyamanan, performa motor kamu juga bisa menurun drastis dan berujung pada kerusakan yang lebih serius.

Nah, berikut ini 5 penyebab mesin motor matic ngorok yang wajib kamu ketahui seperti dirangkum dari laman Ibid Astra!

1. V-Belt Rusak atau Kotor

Penyebab pertama yang paling umum adalah kondisi v-belt yang sudah rusak, kotor, atau bahkan terkena oli. V-belt berfungsi sebagai penghubung tenaga dari mesin ke roda belakang melalui sistem CVT. Jika komponen ini mulai retak, aus, atau licin karena kotoran, gesekan yang terjadi di dalam rumah CVT akan meningkat.

Akibatnya, tutup CVT atau crankcase bisa ikut tergesek oleh belt saat motor digunakan. Inilah yang kemudian memunculkan suara kasar atau ngorok ketika motor kamu digas, terutama saat akselerasi awal.

2. Roller CVT Aus

Roller merupakan komponen kecil berbentuk bulat yang memiliki peran besar dalam mengatur akselerasi motor matic. Fungsinya adalah membantu memindahkan tenaga mesin ke roda belakang secara halus melalui perubahan rasio pada pulley.

Seiring pemakaian, roller bisa mengalami keausan atau bahkan berubah bentuk menjadi peang. Ketika roller tidak lagi bulat sempurna, pergerakan pulley menjadi tidak stabil. Dampaknya, motor akan mengeluarkan suara berisik saat berjalan dan performa akselerasi terasa lebih berat dari biasanya.

3. Bushing Penutup Roller Mengalami Keausan

Bunyi ngorok juga bisa berasal dari bushing atau bor plastik pada silinder penutup roller yang mulai aus. Komponen ini berfungsi sebagai penyeimbang gerakan pelat tutup roller agar tetap stabil saat CVT bekerja.

Jika bushing sudah tidak presisi karena usia pakai, maka akan muncul getaran berlebih di dalam sistem CVT. Getaran inilah yang kemudian menimbulkan suara kasar dari area transmisi motor matic kamu saat digunakan di kecepatan rendah maupun tinggi.

4. Gearbox Mulai Aus

Selain dari CVT, suara ngorok juga bisa muncul dari gearbox motor matic. Gearbox yang mulai aus akan menyebabkan celah di antara gigi-giginya menjadi lebih besar dari seharusnya.

Ketika gigi tidak lagi saling terhubung dengan presisi, gesekan yang terjadi akan menghasilkan suara dengung atau ngorok yang cukup mengganggu. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kerusakan gearbox akan semakin parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih mahal.

5. Terlalu Dalam Menarik Gas Secara Mendadak

Kebiasaan berkendara juga bisa menjadi penyebab mesin motor matic ngorok, lho. Menarik gas terlalu dalam secara mendadak, misalnya saat berhenti di lampu merah lalu langsung tancap gas, membuat sistem CVT bekerja ekstra keras dalam waktu singkat.

Tarikan mendadak ini memaksa komponen seperti v-belt, roller, dan pulley beradaptasi secara instan dengan putaran mesin yang tinggi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa mempercepat keausan komponen CVT dan memicu munculnya suara ngorok saat motor digunakan.

Kalau motor kamu mulai mengeluarkan suara aneh, sebaiknya segera lakukan pengecekan sebelum kerusakan merambat ke komponen lain. Perawatan rutin CVT bisa jadi langkah sederhana untuk menjaga performa motor tetap halus dan nyaman dipakai setiap hari.

 

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #mesin #motor #matic #kamu #tiba #tiba #ngorok #jangan #panik #penyebab #yang #sering #diabaikan

KOMENTAR