4.254 WNI Minta Bantuan Pulang Usai Kamboja Berantas Online Scam
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkapkan sebanyak 4.254 Warga Negara Indonesia (WNI) meminta bantuan kepulangan dari KBRI Phnom Penh usai Kamboja memberlakukan pemberantasan penipuan daring (online scams).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Hedi Hamidah mengatakan, jumlah itu meningkat 83 persen daripada jumlah yang ditangani KBRI Phnom Penh tahun lalu.
"Dan dari periode 16 Januari hingga 15 Februari ini, sebanyak 4.254 orang WNI melapor langsung ke KBRI Phnom Penh dan meminta bantuan kepulangan ke Indonesia," kata Heni dalam konferensi pers di kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Heni menjelaskan, pada tahun 2025, jumlah WNI yang ditangani KBRI Phnom Penh hanya berkisar 5.088 orang.
Baca juga: 200 Perusahaan Scam Kamboja Tutup Usai Penggerebekan Besar, Ribuan Scammer Ditangkap
Namun saat ini, kurang dari sebulan, jumlahnya sudah mencapai 4.200 lebih.
"Di tahun 2025 jumlah yang ditangani sebesar 5.088 orang. Sementara ini dari 1 bulan terakhir sudah 4.254," ucap Heni.
Adapun sebelum memulangkan, KBRI melakukan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan.
Berdasarkan asesmen awal terhadap 3.917 WNI yang meminta kepulangan ditemukan bahwa mereka tidak terindikasi sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Baca juga: Bersih-bersih, Kamboja Tutup Hampir 200 Pusat Sindikat Scam
"Hasilnya tidak ditemukan WNI yang terindikasi korban TPPO. Dan banyak WNI yang mengakui keterlibatan dalam kegiatan ilegal termasuk penipuan daring," ucap Heni.
Di sisi lain, KBRI Phnom Penh telah menerbitkan 1.427 Surat Perjalanan Laksana Paspor hingga 16 Februari 2026.
Surat itu diperlukan agar WNI bisa kembali ke Tanah Air, setelah sebagian besar dari mereka datang tanpa paspor ke Kamboja.
"Kemudian 2.007 orang WNI telah mendapatkan keringanan denda keimigrasian dari imigrasi Kamboja. Dan 270 orang WNI telah difasilitasi oleh KBRI untuk pulang secara mandiri," ujar Heni.
Baca juga: Kemlu Terima 3.100 Aduan WNI Terkait Sindikat Penipuan Daring di Kamboja
Heni pun menegaskan bahwa jumlah itu merupakan jumlah yang tercatat di KBRI.
Sebab, banyak di antara WNI lain yang langsung pulang secara mandiri saat masih memiliki dokumen perjalanan yang valid yang langsung pulang secara mandiri.
Berdasarkan hasil koordinasinya, sebanyak 1.000 WNI lainnya sudah memiliki tiket kepulangan.
Mereka akan pulang secara bertahap mulai tanggal 16 Februari 2026 sampai 4 Maret 2026. "Dan 1.200 orang saat ini masih berada di penampungan sementara yang dikoordinasikan fasilitasnya oleh KBRI dan pemerintah setempat," kata Heni.
Tag: #4254 #minta #bantuan #pulang #usai #kamboja #berantas #online #scam